• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Obat Antikoagulan Perlu Dikonsumsi oleh Pengidap Stroke?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Obat Antikoagulan Perlu Dikonsumsi oleh Pengidap Stroke?

Kapan Obat Antikoagulan Perlu Dikonsumsi oleh Pengidap Stroke?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Desember 2021
Kapan Obat Antikoagulan Perlu Dikonsumsi oleh Pengidap Stroke?

“Seiring dengan bertambahnya usia, kamu perlu mawas diri terhadap bahaya berbagai penyakit, termasuk stroke. Risikonya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Jika sudah terkena, obat antikoagulan jadi salah satu andalan untuk mengatasinya.”

Halodoc, Jakarta – Stroke adalah penyakit yang dipicu oleh sumbatan di area pembuluh darah menuju otak. Pembuluh darah tersebut mengangkut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan otak untuk menjalankan fungsinya. Jika sudah tersumbat, sel-sel otak perlahan akan mati. 

Lantas, kapan obat antikoagulan dikonsumsi oleh pengidap stroke? Adakah efek samping yang mungkin saja terjadi setelah mengonsumsinya?

Kapan Obat Antikoagulan Perlu Dikonsumsi?

Sebenarnya, ada beragam cara yang dilakukan untuk mengatasi stroke. Dalam kasus yang parah, pengidap membutuhkan operasi. Jika kondisi tersebut terjadi dalam intensitas ringan, pengidap biasanya hanya diberi obat pengencer darah dan menjalani pemeriksaan rutin.

Salah satu jenis obat yang diberikan adalah antikoagulan. Obat ini bekerja dengan mencegah pembentukan gumpalan darah, dengan menghambat kerja protein yang terlibat dalam proses pembekuan. Sebenarnya, obat ini tidak mengencerkan darah, tetapi memperpanjang waktu darah untuk membeku.

Segera buat janji temu dengan dokter di rumah sakit terdekat lewat aplikasi Halodoc, untuk mendapatkan perawatan jika mengalami gejalanya. Dokter akan melihat, apakah gejala membutuhkan prosedur operasi sebagai upaya penanganan, atau hanya diberi obat antikoagulan dan melakukan pemeriksaan rutin.

Berikut ini beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Salah satu sisi wajah tampak terkulai atau mati rasa. Jika tersenyum, bibir tampak tidak rata atau asimetris.
  • Lengan tampak lemah atau mati rasa. Jika mengangkat kedua tangan, salah satu tangan akan otomatis turun ke bawah karena lemas.
  • Mengalami kesulitan berbicara. Artikulasi yang dibicarakan pengidap menjadi tidak jelas.
  • Mengalami masalah penglihatan. Kondisi ini bisa terjadi di salah satu atau kedua mata sekaligus.
  • Mengalami gangguan koordinasi gerak tubuh. Tubuh kehilangan keseimbangan dan terasa pusing saat berdiri atau berjalan.
  • Sakit kepala parah secara tiba-tiba, meski sedang beristirahat.

Gejala awal pada pengidap akan sangat mudah dikenali. Mereka umumnya akan mengalami kelemahan di area wajah, lengan, atau kaki. Semua hal tersebut terjadi hanya di satu sisi tubuh saja. Sebisa mungkin, langsung periksakan diri saat gejala awal muncul, ya!

Efek Samping yang Umum Dialami

Efek samping yang muncul akan bervariasi, tergantung pada jenis obat antikoagulan yang digunakan. Pada beberapa pengidap, mereka mengalami efek samping dalam intensitas ringan, seperti:

  • Diare atau sembelit.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Gatal pada kulit.
  • Rambut rontok.
  • Penyakit kuning.

Selain beberapa efek samping tersebut, beberapa pengidap bisa saja mengalami efek samping yang relatif lebih berat setelah menggunakan obat antikoagulan.

Efek Samping Berat Setelah Menggunakan Antikoagulan

Seperti pada penjelasan sebelumnya, obat ini memperpanjang waktu darah untuk membeku, meningkatkan risiko perdarahan berlebihan pada pengidap. Berikut ini beberapa efek samping yang berkaitan dengan kondisi tersebut:

  • Ditemukan kandungan darah pada urine.
  • Mengeluarkan darah saat buang air besar.
  • Feses tampak kemerahan atau kehitaman.
  • Tubuh mudah sekali mengalami memar.
  • Mimisan dalam jangka waktu yang lama, yaitu lebih dari 10 menit.
  • Muntah darah atau batuk darah.
  • Sakit punggung parah yang tiba-tiba.
  • Kesulitan bernapas atau nyeri dada.
  • Peningkatan volume darah saat menstruasi.
  • Keluarnya darah dari vagina di luar siklus menstruasi.

Segera cari bantuan medis saat mengalami sejumlah efek samping tersebut. Apalagi jika kamu  mengalami kecelakaan, mengalami pukulan di area kepala, dan perdarahan tidak dapat berhenti dengan cara apapun. Untuk informasi kesehatan lainnya, segera download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

American Stroke Association. Diakses pada 2021. About Stroke.
NHS UK. Diakses pada 2021. Side effects – Anticoagulant medicines.