• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Operasi Dilakukan pada Pengidap Hipertiroid?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Operasi Dilakukan pada Pengidap Hipertiroid?

Kapan Operasi Dilakukan pada Pengidap Hipertiroid?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 21 Desember 2021
Kapan Operasi Dilakukan pada Pengidap Hipertiroid?Kapan Operasi Dilakukan pada Pengidap Hipertiroid?

“Operasi tiroid merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh tiroid, yaitu suatu kelenjar dengan bentuk menyerupai kupu-kupu pada bagian dalam leher. Kelenjar ini punya fungsi membuat hormon yang mengendalikan pertumbuhan, suhu, dan metabolisme tubuh. Meski memiliki peranan penting dalam mengatasi masalah tiroid, termasuk hipertiroid, operasi tetap menimbulkan beberapa efek samping.”

Halodoc, Jakarta – Saat hormon tiroid pada tubuh memiliki kadar yang terlalu tinggi, proses metabolisme tubuh akan berlangsung lebih cepat sehingga memicu munculnya banyak gejala. Kondisi yang dikenal dengan istilah hipertiroid ini akan ditandai dengan tremor, jantung berdebar, mudah marah, gelisah, mudah berkeringat, sulit tidur, terjadi penurunan berat badan, rambut rontok, hingga masalah menstruasi pada wanita. 

Penyebab hipertiroid sendiri sangat beragam, mulai dari kondisi gangguan autoimun hingga efek samping konsumsi obat. Penanganan tentu perlu segera dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. Pilihan penanganannya, termasuk konsumsi obat-obatan, terapi iodium radioaktif, dan tindakan pembedahan atau operasi. Lalu, kapan operasi dibutuhkan untuk mengatasi hipertiroid?

Operasi untuk Menangani Hipertiroid

Operasi untuk mengangkat kelenjar tiroid yang dikenal dengan tiroidektomi dilakukan untuk kondisi seperti berikut:

  • Pemberian obat dan terapi tidak efektif dalam mengatasi kondisi hipertiroid.
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar tiroid yang cukup parah.
  • Kondisi pengidap tidak memungkinkan menjalani pengobatan dengan konsumsi obat atau terapi, misalnya sedang dalam keadaan hamil atau menyusui. 
  • Pengidap mengalami masalah penglihatan yang buruk.

prosedur tiroidektomi sendiri bisa bersifat sebagian atau total bergantung pada kondisi pengidap hipertiroid. Meski begitu, sebagian besar prosedur pembedahan dilakukan dengan mengangkat kelenjar tiroid secara keseluruhan. Ini dilakukan guna mencegah risiko kekambuhan hipertiroid. 

Pengidap yang menjalani pengobatan hipertiroid dengan pengangkatan kelenjar tiroid total dan terapi sangat rentan mengalami hipotiroidisme. Hal ini bisa ditangani dengan konsumsi obat yang mengandung hormon tiroid. Sayangnya, konsumsi obat tersebut bisa bersifat seumur hidup. 

Prosedur Operasi Tiroid

Sebelum operasi dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan pada pengidap untuk memastikan pengidap siap menjalani pembedahan. Setelah dokter memastikan bahwa pengidap siap menjalani operasi, proses pembedahan pun dilakukan dengan pemberian anestesi. 

Selama prosedur berlangsung, tanda vital pengidap akan tetap dipantau dan dievaluasi melalui monitor. Kemudian, dokter bagian anestesi akan memberikan alat bantu pernapasan berupa selang khusus atau pipa endotrakeal yang dipasang ke bagian dalam tenggorokan, sehingga pengidap tetap bisa bernapas dengan baik selama prosedur dilakukan. 

Selanjutnya, dokter mulai membersihkan area yang akan disayat, tepatnya pada bagian bawah leher dengan menggunakan cairan antiseptik. Besarnya sayatan tidak pasti sama untuk setiap pengidap. Tentunya ini bergantung pada bagian kelenjar tiroid yang hendak diambil dan metode operasi yang dipilih. 

Jenis Operasi Tiroid

Secara garis besar, ada tiga metode operasi tiroid yang biasa digunakan untuk mengangkat kelenjar tiroid:

  • Operasi Konvensional

Prosedur ini membutuhkan sayatan sekitar 5 hingga 12 sentimeter di bagian tengah leher. Jadi, dokter bisa langsung mengakses kelenjar tiroid yang mengalami masalah dan mengangkatnya. 

  • Operasi Endoskopi

Metode pembedahan endoskopi dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop, yaitu selang yang dilengkapi dengan kamera pada bagian ujungnya guna membantu mengangkat kelenjar tiroid. Salah satu keunggulan prosedur endoskopi adalah sayatan yang dibutuhkan tentunya lebih kecil jika dibandingkan dengan operasi secara konvensional, yaitu hanya 0,5 hingga 1 sentimeter. 

  • Operasi Robotik

Metode terakhir dilakukan sepenuhnya dengan bantuan robot. Perbedaannya dengan pembedahan konvensional maupun endoskopi adalah sayatannya yang hanya sekitar 8 milimeter. Meski begitu, metode operasi ini masih jarang dilakukan di Indonesia. 

Operasi tiroid sendiri biasanya memakan waktu antara satu hingga dua jam. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan prosedur pembedahan akan memakan waktu yang lebih lama. Apapun pilihan pengobatannya, selalu ada risiko dan efek sampingnya. Jadi, alangkah baiknya kamu menanyakan terlebih dahulu pada dokter sehingga mendapatkan pilihan penanganan yang tepat. 

Sekarang, buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat tidak lagi sulit, kok. Kamu bisa memakai aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan aplikasi Halodoc sudah terunduh di ponselmu, ya!

Referensi: 

Verywell Health. Diakses pada 2021. Thyroid Surgery Recovery, Side Effects, and Complications.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Tests and Procedures. Thyroidectomy.
American Thyroid Association. Diakses pada 2021. Thyroid Surgery.