• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Pemeriksaan SGPT Harus Dilakukan?

Kapan Pemeriksaan SGPT Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tes SGPT atau tes alanine aminotransferase (ALT) adalah tes darah yang dilakukan untuk memeriksa kerusakan hati. Dokter dapat menggunakan tes ini untuk mengetahui apakah suatu penyakit, obat, atau cedera telah berpengaruh pada kesehatan hati.

Disebut tes ALT ataupun SGPT karena tes ini dilakukan untuk menemukan enzim ALT di hati. Tubuh menggunakan ALT untuk memecah makanan menjadi energi. Biasanya, kadar ALT dalam darah rendah. Hati yang mengalami gangguan kesehatan akan melepaskan lebih banyak ALT ke dalam darah sehingga kadarnya akan meningkat. Kapan pemeriksaan SGPT dilakukan?

Tanda Pemeriksaan SGPT Perlu Dilakukan

Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan SGPT jika kamu mengalami gejala-gejala yang menunjukkan kerusakan hati. Beberapa gejalanya adalah:

  1. Sakit perut atau bengkak,
  2. Mual,
  3. Muntah,
  4. Kulit atau mata kuning (suatu kondisi yang disebut penyakit kuning),
  5. Kelemahan,
  6. Kelelahan ekstrim,
  7. Urine berwarna gelap,
  8. Kotoran berwarna terang, dan
  9. Kulit yang gatal.

Baca juga: Ketahui Tes SGPT untuk Pengidap Gangguan Fungsi Hati

Selain gejala-gejala tadi, ada beberapa kondisi juga yang menguatkan kamu membutuhkan pemeriksaan ini:

  1. Kamu telah terpapar virus hepatitis.
  2. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  3. Memiliki riwayat penyakit hati dalam keluarga.
  4. Mengonsumsi minum obat yang diketahui menyebabkan kerusakan hati.

Tes SGPT juga dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan reguler ketika kamu sudah didiagnosis mengidap penyakit hati. Kamu akan direkomendasikan untuk melakukan tes ini untuk melihat seberapa baik pengobatan bekerja.

Informasi selengkapnya mengenai pemeriksaan SGPT dapat ditanyakan lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Cedera pada organ selain hati, seperti jantung dan otot rangka, juga dapat menyebabkan peningkatan ALT. Misalnya, peningkatan kecil dapat dilihat dengan kerusakan otot rangka atau serangan jantung, jadi tidak semuanya dikaitkan dengan kerusakan hati.

Baca juga: Cek Kesehatan Hati dengan Tes Fungsi Hati Ini

Tes ALT sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah hati mengalami gangguan atau tidak. Hati melakukan banyak hal penting mulai dari membuat cairan yang disebut empedu yang membantu tubuh mencerna makanan, menghilangkan produk limbah dan racun lainnya dari dalam darah, serta menghasilkan protein dan kolesterol. Penyakit seperti hepatitis dan sirosis dapat merusak hati dan mencegah hati menjalankan fungsinya. 

Menjaga Kesehatan Hati

Mempertahankan berat badan ideal adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan hati. Jika kamu mengalami obesitas atau sedikit kelebihan berat badan, kamu berada pada risiko mengalami hati berlemak yang dapat menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Ini adalah salah satu bentuk penyakit hati yang paling cepat berkembang. 

Penurunan berat badan dapat memainkan bagian penting dalam membantu mengurangi lemak hati. Makanlah dengan diet seimbang. Hindari makanan berkalori tinggi, lemak jenuh, karbohidrat olahan (seperti roti putih, nasi putih, dan pasta biasa), dan gula. 

Jangan makan kerang mentah atau setengah matang. Untuk diet yang disesuaikan dengan baik, makanlah serat, yang bisa didapatkan dari buah-buahan segar, sayuran, roti gandum, nasi, dan sereal. 

Ketika mengonsumsi daging, batasi jumlah daging merah, susu (susu rendah lemak dan keju dalam jumlah kecil) dan lemak (lemak "baik" yang tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, seperti minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan). 

Hidrasi sangat penting, jadi minumlah banyak air. Berolahraga secara teratur. Saat kamu  berolahraga secara konsisten, trigliserida sebagai bahan bakar saat beraktivitas sehingga bisa mengurangi lemak hati.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is an Alanine Aminotransferase (ALT) Test?
Lab Tests Online. Diakses pada 2020. Alanine Aminotransferase (ALT).
Liver Foundation.org. Diakses pada 2020. 13 Ways to a Healthy Liver.