• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Pengidap Sinusitis Perlu Pemeriksaan Endoskopi THT?

Kapan Pengidap Sinusitis Perlu Pemeriksaan Endoskopi THT?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Endoskopi THT merupakan prosedur untuk melihat saluran hidung dan adanya gangguan sinus. Pemeriksaan ini dilakukan dengan endoskop, alat seperti tabung tipis yang fleksibel dengan kamera kecil dan cahaya. Sedangkan gangguan sinus merupakan ruang yang dibentuk oleh tulang-tulang wajah. Sinus ini terhubung dengan rongga hidup yang berisi udara di belakang hidung. 

Selama prosedur Endoskopi THT untuk memeriksa sinus, dokter akan memasukkan endoskop ke dalam hidung. Gambar area dalam hidung dapat dilihat melalui endoskop. Pemeriksaan ini membantu dalam mendiagnosis dan perawatan kondisi kesehatan hidung.

Baca Juga: 8 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemeriksaan Endoskopi

Pemeriksaan Endoskopi THT pada Pengidap Sinus

Seseorang membutuhkan pemeriksaan endoskopi THT ketika mengalami hidung tersumbat, infeksi hidung, dan sinus (rinosinusitis), polip hidung, tumor hidung, mimisan, hilangnya kemampuan untuk mencium, dan terjadi kebocoran cairan serebrospinal. 

Khususnya penyakit sinus adalah salah satu alasan paling umum untuk dilakukan pemeriksaan endoskopi THT atau nasal endoskopi. Ketika pengidap sinus mulai memiliki gejala seperti penyumbatan hidung, cairan kuning atau kehijauan dari hidung, dan nyeri pada wajah, maka itulah saatnya pemeriksaan dilakukan. 

Dokter dapat menggunakan alat endoskop untuk mencari pembengkakan dan polip. Dokter juga akan mengambil nanah dari area yang terinfeksi. Ini dapat membantu menunjukkan apa yang menjadi penyebab infeksi dan mengetahui cara yang tepat untuk mengobatinya. 

Perlu diketahui juga, dokter dapat menggunakan endoskopi untuk melakukan operasi invasif minimal. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit untuk mengobati kondisi seperti infeksi sinus, polip hidung, dan tumor hidung. Operasi dilakukan dengan alat yang sangat kecil dan tidak memerlukan sayatan. 

Baca Juga: Endoskopi THT dan Nasal Endoskopi, Apa Bedanya

Endoskopi THT pada hidung biasanya aman. Namun, komplikasi bisa saja terjadi meskipun jarang, seperti mimisan, pingsan, dan reaksi berbahaya terhadap dekongestan atau anestesi. Kamu mungkin akan mengalami risiko yang lebih besar, seperti pendarahan jika kamu memiliki kelainan pendarahan atau menerima pengencer darah. 

Risiko sebenarnya bervariasi tergantung pada usia dan kondisi kesehatan lainnya. Untuk itu tidak ada salahnya untuk bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai risiko apa saja yang mungkin terjadi pada kamu. 

Setelah Endoskopi THT Dilakukan

Bicaralah pada dokter mengenai apa yang kamu harapkan setelah endoskopi hidung untuk pemeriksaan sinus dilakukan. Tanyakan apakah dokter memiliki instruksi spesifik. Beritahu dokter bahwa kamu mengalami mimisan yang sulit untuk berhenti. 

Endoskopi hidung biasanya akan memberikan informasi yang diperlukan untuk membuat rencana perawatan medis selanjutnya. Kamu dapat membicarakan hal ini dengan dokter setelah pemeriksaan endoskopi dilakukan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin ingin melakukan lebih banyak tes seperti CT scan setelah endoskopi. 

Ikuti semua instruksi dokter mengenai obat-obatan dan tindak lanjut. Dalam banyak kasus, dokter mungkin menjadwalkan pemeriksaan endoskopi hidung lanjutan di kemudian hari untuk melihat bagaimana perkembangan perawatan yang kamu lakukan. 

Baca Juga: Pemeriksaan Endoskopi, Apa Saja Risikonya?

Perlu kamu cermati juga bahwa infeksi sinus terjadi pada jaringan sinus yang membengkak. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penumpukan lendir, rasa sakit, dan ketidaknyamanan. Sinus merupakan kantor yang berisi udara di tulang wajah yang membentuk bagian atas saluran pernapasan. 

Infeksi sinus ini dapat disebabkan oleh banyak hal yang mungkin tidak disadari yaitu mulai dari flu biasa, demam alergi serbuk bunga, interaksi alergen, rinitis non alergi, perubahan tekanan udara, hingga virus. Kemungkinan masih ada penyebab sinus lainnya, kamu dapat menanyakannya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Nasal Endoscopy
WebMD. Diakses pada 2020. Do I Need Surgery for Sinusitis?