Kapan Pengidap Vertigo Harus Lakukan Tes Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kapan Pengidap Vertigo Harus Lakukan Tes Pendengaran?

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu mengalami kepala yang pusing seakan berputar sehingga menyebabkan gangguan pendengaran? Jika kamu mengalaminya, kamu patut mewaspadainya karena ini merupakan gejala dari vertigo. Beberapa gejala lain yang muncul saat vertigo adalah sensasi kepala seperti berputar, mual, muntah, berkeringat, dan tinnitus. 

Mereka yang mengidap vertigo perlu mendapatkan penanganan, karena kondisi bisa semakin memburuk dan membahayakan. Kamu wajib segera pergi menemui dokter jika terdapat beberapa gejala yang mengganggu, misalnya: 

  • Tubuh terasa lemah;
  • Penglihatan berbayang;
  • Kesulitan berbicara;
  • Pergerakan mata yang tidak normal;
  • Penurunan kesadaran;
  • Respon melambat;
  • Kesulitan berjalan;
  • Demam.

Untuk mengetahui informasi terkait gejala dan penyebab vertigo, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hanya dengan satu aplikasi, kamu bisa bicara dengan dokter terpercaya kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Ingat, 4 Makanan Ini Wajib Dihindari Pengidap Vertigo

Mengapa Pemeriksaan Pendengaran Wajib Dilakukan?

Untuk memastikan diagnosis, tes pendengaran merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Pada tes pendengaran, pasien diminta untuk mendengarkan suara yang diputar pada earphone. Volume dan nada suara kemudian diatur berbeda-beda. Tes pendengaran ini bertujuan mendeteksi gangguan pada telinga, yang menimbulkan gejala hilang pendengaran atau vertigo. Ini penting dilakukan karena kehilangan pendengaran adalah hal yang mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Apa Saja Pemeriksaan Lain yang Perlu Dilakukan?

Tidak hanya pemeriksaan pendengaran terdapat pemeriksaan lain yang wajib dilakukan. Pemeriksaan tersebut antara lain:

  • Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan ini meninjau riwayat medis terlebih dulu kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab timbulnya sensasi pusing berputar. Dokter meminta pasien untuk mencoba menggerakkan mata, kepala, atau ketika berbaring pada posisi tertentu. Pengamatan dilakukan oleh dokter dengan seksama dan termasuk di antaranya adalah pengamatan pada pergerakan mata.
  • Elektroensefalografi (EEG). Dikhawatirkan, vertigo terjadi akibat gangguan otak. Melalui tes ini, maka digunakan alat berupa piringan berukuran kecil yang diletakkan di sekitar kepala (elektrode). Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengamati aktivitas listrik di dalam otak.
  • Tes Darah. Pemeriksaan komposisi darah juga penting  untuk mengukur jumlah sel darah merah dan putih dalam tubuh. Jika jumlah sel darah tidak normal, ini menandakan gangguan pada tubuh, seperti peradangan atau infeksi yang menjadi penyebab vertigo.
  • Pemindaian. Pada kasus tertentu, dokter menyarankan pengidap vertigo untuk melakukan CT scan atau MRI untuk mendeteksi masalah pada otak.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Fakta Seputar Vertigo

Bagaimana Cara Mengobati Vertigo?

Pada banyak kasus, vertigo bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan, lakukan pemeriksaan secara berulang. Apalagi jika vertigo terjadi secara berulang. Beberapa jenis obat-obatan yang bisa diresepkan oleh dokter guna atasi vertigo, antara lain: 

  • Antihistamin, seperti betahistine;
  • Benzodiazepine, seperti diazepam dan lorazepam;
  • Obat anti muntah, misalnya metoclopramide.

Selain  itu, cara untuk meredakan gejala vertigo, kamu bisa melakukan hal-hal lain, misalnya:

  • Berbaring sejenak di ruangan yang tenang dan gelap untuk meredakan rasa pusing berputar;
  • Hindari gerakan yang dilakukan tiba-tiba;
  • Duduk selama vertigo kambuh;
  • Hindari penggunaan gadget, menonton televisi, atau menyalakan lampu yang terlalu terang;
  • Jika vertigo kambuh saat kamu ketika berbaring, maka coba duduk dan jangan menggerakkan tubuh.

Adakah Langkah Pencegahan Vertogo?

Penyebabnya bisa karena banyak kondisi, maka pencegahan harus disesuaikan dengan faktor risiko. Beberapa upaya yang dilakukan untuk mencegah memburuknya atau kambuhnya vertigo, antara lain: 

  • Menggerakkan kepala secara perlahan dan hati-hati saat berkegiatan;
  • Menyalakan lampu saat tidak sengaja terbangun di malam hari;
  • Segera duduk jika vertigo muncul;
  • Tidur dengan kepala yang sedikit terangkat atau lebih tinggi;
  • Pastikan untuk duduk sejenak sebelum beranjak dari kasur, utamanya setelah bangun tidur;
  • Tenanglah saat gejala kambuh, karena rasa gelisah yang muncul bisa memperburuknya; 
  • Upayakan berjongkok dan hindari membungkuk, terutama saat hendak mengambil barang yang ada di lantai;
  • Hindari gerakan meregangkan leher, misalnya ketika ingin melihat sesuatu melalui celah yang tinggi.

Baca juga: Terapi Vertigo Ini Bisa Kamu Lakukan di Rumah!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Hearing Tests for Adults: What to Expect?
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Vertigo?