• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Batuk Darah Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Batuk Darah Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kapan Sebaiknya Batuk Darah Diperiksakan ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami batuk darah? Kondisi yang dalam medis disebut dengan istilah hemoptisis ini dapat terjadi karena banyak hal. Sumber darah pun bisa berasal dari tenggorokan, hidung, atau paru-paru. Lantas, apakah kondisi ini berbahaya dan kapan sebaiknya diperiksakan ke dokter?

Pada dasarnya, batuk darah adalah tanda adanya kerusakan pembuluh darah di sekitar saluran napas. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan gejala atau tanda dari suatu masalah kesehatan serius, yang butuh penanganan segera. Jadi, jangan sepelekan jika mengalami kondisi ini, ya!

Baca juga: Batuk Terus? Waspada Kanker Paru-paru

Tanda Batuk Darah Perlu Segera Diperiksakan ke Dokter

Batuk darah yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung apa yang jadi penyebab dan tingkat keparahan kondisi masing-masing. Ketika mengalami kondisi ini, darah yang keluar biasanya berbuih atau bercampur dengan dahak, dengan konsistensi yang sedikit ataupun banyak. 

Karena umumnya batuk darah merupakan gejala dari penyakit serius pada saluran napas, kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter begitu mengalami kondisi ini. Tujuannya agar apa yang jadi penyebabnya dapat diketahui dengan cepat. 

Kamu perlu segera ke rumah sakit terdekat, jika mengalami batuk darah dengan kondisi:

  • Darah yang keluar cukup banyak, atau mencapai 1 gelas kecil.
  • Terjadi setelah jatuh atau mengalami cedera pada dada. 
  • Darah juga ditemukan pada urine atau feses.
  • Batuk darah disertai dengan keringat dingin, sesak napas, atau pandangan menjadi gelap.

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Seperti Apa Pengobatan untuk Batuk Darah?

Karena merupakan gejala dari masalah kesehatan lain, tindakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk batuk darah adalah mengatasi apa yang jadi penyebabnya. Jika disebabkan oleh tuberkulosis misalnya, pengobatan dengan kombinasi obat antituberkulosis (OAT) mungkin diperlukan, selama beberapa bulan atau sesuai anjuran dokter. 

Lalu, jika disebabkan oleh kanker paru, maka tindakan penanganan yang dilakukan akan bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti. Namun, jika batuk darah yang terjadi cukup parah, hingga membuat kehilangan banyak darah atau mengalami syok hipovolemik, penanganan darurat oleh dokter perlu segera dilakukan, agar tidak membahayakan nyawa. Penanganan yang dilakukan dapat berupa pemberian cairan infus dalam jumlah banyak untuk menjaga aliran darah dan perawatan intensif lainnya.

Apa Penyebab Batuk Darah?

Seperti dikatakan tadi, ada banyak hal atau gangguan kesehatan yang bisa menjadi penyebab batuk darah. Biasanya, masalah kesehatan yang dapat menyebabkan batuk darah berlokasi di saluran pernapasan. Bronkitis, tuberkulosis, aspergillosis, infeksi paru, bronkiektasis, emboli paru, pecah pembuluh darah atau masuknya benda asing ke saluran napas, dapat menjadi penyebab terjadinya batuk darah. 

Untuk tahu apa penyebab batuk darah yang kamu alami, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Sebagai pertolongan pertama, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat, tentang batuk darah yang kamu alami. Jika dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, segeralah pergi ke rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Menghilangkan Batuk Berdahak

Selain karena penyakit atau masalah kesehatan yang tadi telah disebutkan, batuk darah juga bisa terjadi akibat beberapa hal, seperti:

  • Batuk kronis atau berkepanjangan.
  • Efek samping obat pengencer darah.
  • Efek samping narkotika.
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan pembekuan darah.
  • Kebiasaan merokok secara aktif dan berlebihan.

Untuk mencegah terjadinya batuk darah, sebaiknya selalu jaga kesehatan, hindari kebiasaan merokok, segera atasi batuk agar tidak sampai jadi kronis. Hindari juga penggunaan obat-obatan terlarang, atau obat apapun yang tidak sesuai dengan dosis dan anjuran dari dokter. 

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. When Is Coughing Up Blood an Emergency?
NHS UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Coughing up blood (blood in phlegm).
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Coughing Up Blood?
WebMD. Diakses pada 2020. Coughing Up Blood (Hemoptysis).