• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Gastroparesis Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Gastroparesis Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kapan Sebaiknya Gastroparesis Perlu Diperiksakan ke Dokter?

“Saat mobilitas perut melambat, ini bisa disebut sebagai gangguan gastroparesis yang cukup membahayakan. Pasalnya ini akan mengganggu penyerapan nutrisi yang masuk ke tubuh, sehingga pemeriksaan oleh dokter harus segera dilakukan. Pengobatan yang dilakukan cepat dan tepat pun mampu mencegah komplikasi yang lebih serius.”

Halodoc, Jakarta – Gastroparesis adalah suatu kondisi yang memengaruhi gerakan spontan normal otot (motilitas) di perut. Biasanya, kontraksi otot yang kuat mendorong makanan melalui saluran pencernaan.  Namun, jika kamu mengidap penyakit ini, motilitas perut melambat atau tidak bekerja sama sekali, sehingga perut tidak dapat mengosongkan dengan benar.

Penyebab gastroparesis biasanya tidak diketahui. Terkadang ini merupakan komplikasi diabetes, dan beberapa orang mengalami penyakit ini setelah operasi. Obat-obatan tertentu, seperti pereda nyeri opioid, beberapa antidepresan, dan obat tekanan darah tinggi dan alergi, dapat memperlambat pengosongan lambung dan menyebabkan gejala serupa. Bagi orang yang sudah mengalami gastroparesis, obat-obatan ini dapat memperburuk kondisinya.

Gastroparesis dapat mengganggu pencernaan normal, menyebabkan mual, muntah dan sakit perut. Ini juga dapat menyebabkan masalah dengan kadar gula darah dan nutrisi. Meskipun tidak ada obat untuk gastroparesis, perubahan pola makan bersama dengan pengobatan, dapat memberikan perbaikan gejala. 

Baca juga: Adakah Pencegahan Efektif dari Gastroparesis?

Gejala dan Kapan Sebaiknya Gastroparesis Diperiksa ke Dokter

Beberapa gejala umum dari penyakit ini antara lain: 

  • Muntah.
  • Mual.
  • Perut kembung.
  • Sakit perut.
  • Rasa kenyang setelah makan hanya beberapa suap.
  • Muntah makanan yang tidak tercerna yang dimakan beberapa jam sebelumnya.
  • Refluks asam.
  • Perubahan kadar gula darah.
  • Kurang nafsu makan.
  • Penurunan berat badan dan malnutrisi.

Namun banyak orang dengan penyakit ini tidak memiliki tanda dan gejala yang berarti.  Namun, sebaiknya segera buat janji dengan dokter jika kamu memiliki tanda atau gejala yang mengkhawatirkan seperti di atas. Kamu juga bisa berdiskusi dahulu dengan dokter di Halodoc mengenai gejala yang kamu rasakan. Jika dirasa membahayakan, dokter di Halodoc biasanya akan memintamu melakukan pemeriksaan di rumah sakit sesegera mungkin.

Baca juga: Gangguan Saraf Bisa Sebabkan Gastroparesis

Langkah Pengobatan

Gastroparesis adalah kondisi kronis atau bisa bertahan lama. Ini berarti pengobatan biasanya tidak menyembuhkan penyakit, tetapi kamu dapat mengelolanya dan mengendalikan gejalanya. Orang yang mengidap diabetes juga harus mencoba mengontrol kadar glukosa darahnya untuk mengurangi masalah gastroparesis.

Beberapa pasien mungkin mendapat manfaat dari obat-obatan, termasuk:

  • Reglan: Pasien akan meminum obat ini sebelum makan untuk membuat otot perut berkontraksi sehingga membantu mengeluarkan makanan dari perut. Reglan juga membantu mengurangi muntah dan mual. Namun tetap ada efek samping, termasuk diare dan, jarang, gangguan neurologis (saraf) yang serius.
  • Eritromisin: Ini adalah antibiotik yang juga menyebabkan kontraksi perut dan membantu mengeluarkan makanan. Efek samping termasuk diare dan perkembangan bakteri resisten dari penggunaan antibiotik untuk waktu yang lama.
  • Antiemetik: Ini adalah obat yang membantu mengendalikan mual.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Gastroparesis

Pengidap penyakit ini juga bisa menjalani pembedahan. Langkah ini dilakukan saat pasien gastroparesis masih mengalami mual dan muntah bahkan setelah minum obat. Salah satu jenis operasi untuk gastroparesis adalah stimulasi listrik lambung, yaitu perawatan yang mengirimkan kejutan listrik ringan ke otot perut.

Dalam prosedur ini, dokter memasukkan alat kecil yang disebut stimulator lambung ke dalam perut. Stimulator memiliki dua lead yang melekat pada perut dan memberikan kejutan listrik ringan, yang membantu mengontrol muntah. Kekuatan sengatan listrik dapat disesuaikan oleh dokter. Perangkat berjalan dengan baterai yang bertahan hingga 10 tahun.

Operasi lain untuk meredakan gejala gastroparesis adalah bypass lambung, di mana kantong kecil dibuat dari bagian atas perut. Usus halus kemudian dibagi menjadi dua dan ujung bawah melekat langsung ke kantong perut kecil. Ini akan membatasi jumlah makanan yang bisa dimakan pasien. Operasi ini lebih efektif untuk pasien diabetes obesitas daripada obat atau stimulator lambung.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Gastroparesis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Gastroparesis.
U.S. National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2021. Gastroparesis.