• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Kista Epidermoid Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Kista Epidermoid Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu tidak sengaja menemukan terdapat benjolan pada kulit saat menyentuhnya. Banyak gangguan yang menyebabkan benjolan di kulit, dari yang ringan hingga berbahaya. Salah satu yang dapat terjadi pada kulit sehingga menimbulkan benjolan adalah kista epidermoid.

Gangguan ini dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, tetapi lebih umum menyerang bagian wajah, leher, kepala, punggung hingga daerah kelamin. Namun, hal yang jadi pertanyaan adalah kapan sebaiknya kista epidermoid mendapat pemeriksaan karena dapat pecah dan menyebabkan infeksi. Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Kista Epidermoid?

Waktu Terbaik untuk Memeriksakan Kista Epidermoid

Kista epidermoid, atau disebut juga kista sebaceous, adalah kondisi yang menyebabkan timbulnya benjolan di bawah kulit. Gangguan ini termasuk kista non-kanker yang terjadi akibat folikel rambut. Kista ini dapat berkembang secara perlahan dan tetap berada di kulit dalam kurun waktu bertahun-tahun. Benjolan yang terjadi mampu berukuran sebesar kelereng hingga bola pingpong.

Gangguan kista ini umumnya terbilang gangguan yang jinak dan jarang menyebabkan gangguan pada kesehatan. Walau begitu, jika ukuran dari benjolan tersebut terlalu besar, penampilan kamu mungkin terpengaruh hingga timbulnya rasa nyeri hingga pecah yang mampu menyebarkan infeksi berbahaya.

Kista epidermoid dapat terjadi saat sel-sel yang mati atau keratin terperangkap di dalam kulit. Sel tersebut tersangkut di dalam disebabkan gangguan pada kulit atau folikel rambut. Meski begitu, hal yang umum menyebabkan kista epidermoid adalah trauma yang terjadi pada kulit. Selain itu, kelainan genetik juga dapat menjadi penyebabnya.

Baca juga: Bersifat Jinak, Bisakah Kista Epidermoid Disembuhkan?

Lalu, kapan waktu yang paling baik untuk memeriksakan kista epidermoid yang terjadi? Memang kista epidermoid tidak termasuk gangguan yang dapat menimbulkan kanker. Selain itu, sangat jarang jika benjolan pada kulit ini dapat menyebabkan masalah yang serius. Namun, ada momennya kamu harus memeriksakan gangguan tersebut ke dokter. Berikut momen yang tepat untuk melakukannya:

  • Apabila benjolan yang terjadi sudah mengganggu penampilan.
  • Benjolan tersebut tumbuh dengan cepat.
  • Benjolan pecah secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa nyeri hingga infeksi.
  • Tumbuh di jari tangan atau jari kaki yang membuat sulit beraktivitas.

Dokter akan menentukan pengobatan yang cocok dilakukan untuk menghilangkan benjolan tersebut secara permanen. Umumnya, untuk menghilangkan kista epidermoid akan dilakukan operasi kecil yang berguna menghilangkan seluruh kista pada kulit. Selain itu, mengeluarkan cairan yang ada di dalamnya dengan membuat sayatan kecil juga dapat menyembuhkan kista epidermoid.

Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai penyakit ini, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan.

Penting untuk diingat jika benjolan yang terjadi karena kista tersebut mampu menimbulkan infeksi pada tubuh. Jika kamu hanya memencet cairan tersebut keluar, kista tersebut mampu tumbuh kembali. Jika kista pecah secara tiba-tiba, cobalah untuk menutupinya dengan perban dan langsung pergi ke dokter kulit untuk mengatasinya dan mencegah infeksi yang berbahaya.

Baca juga: Muncul di Tulang Ekor, Ini 7 Faktor Risiko Kista Pilonidal

Maka dari itu, jika kamu mengalami benjolan pada kulit yang disebabkan oleh kista epidermoid, penting untuk memberikan perhatian lebih pada bagian yang terserang. Jika timbul rasa yang tidak nyaman atau tumbuh pada bagian yang membuat sulit beraktivitas, ada baiknya langsung menemui dokter.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Cyst, Epidermoid (Sebaceous Cyst).
Healthline. Diakses pada 2020. Epidermoid Cysts.