• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Diabetes?

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Diabetes?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Diabetes?

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan diabetes dilakukan dengan memeriksa kadar gula darah dalam tubuh. Jika diketahui angkanya berada di atas normal, hal tersebut merupakan akibat kurangnya hormon insulin dalam tubuh yang bertugas untuk mengatur metabolisme gula darah. Lantas, kapan sebaiknya prosedur pemeriksaan tersebut dilakukan? Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini.

Baca juga: Ketahui Bahaya Eksim pada Pengidap Diabetes

Waktu yang Tepat Melakukan Pemeriksaan Diabetes

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan prosedur tes diabetes? Jawabannya adalah saat seseorang menunjukkan gejala diabetes, tetapi belum terdiagnosis. Beberapa gejala khas pengidap kondisi ini adalah sering buang air kecil, mudah haus, mudah lapar, serta penurunan berat badan tanpa sebab. Bukan itu saja, ada beberapa gejala lain yang menyertai, yaitu:

  • Badan terasa lemah;
  • Kesemutan;
  • Gatal pada area lipatan;
  • Penglihatan kabur;
  • Disfungsi ereksi;
  • Kemerahan dan gatal pada area vagina.

Pemeriksaan ini juga perlu dilakukan pada pengidap yang sudah terdiagnosis. Tujuannya adalah memantau kadar gula darah, menentukan obat yang sesuai, serta memutuskan program apa yang cocok untuk dijalani oleh pengidap, seperti intervensi diet dan olahraga. Bukan hanya orang dengan gejala dan pengidap saja yang perlu melakukan pemeriksaan ini. Berikut ini waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan diabetes:

  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes. Bukan keluarga jauh, melainkan keluarga dekat, seperti ayah, ibu, kakak, atau adik.
  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu menggunakan kontrasepsi hormonal, seperti KB, suntik KB, dan susuk KB (implant).
  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu mengalami obesitas.
  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu adalah pelaku pola hidup tidak sehat.
  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram.
  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu adalah wanita pengidap PCOS, atau pernah mengalami kondisi ini sebelumnya.
  • Pemeriksaan perlu dilakukan jika kamu mengidap tekanan darah tinggi.

Jika memiliki sejumlah kondisi seperti yang telah disebutkan, maka saatnya kamu memeriksakan diri ke rumah sakit untuk memantau perkembangan penyakit, atau mendiagnosis secara pasti apa yang sedang dialami. Jangan tunggu hingga parah, atasi dengan segera, ya.

Baca juga: Ketahui Penyebab Gatal pada Pengidap Diabetes

Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Prosedur

Pertanyaan yang kerap diajukan adalah, apa yang harus dipersiapkan sebelum prosedur dilakukan? Jika kamu memiliki sejumlah kondisi seperti yang telah disebutkan, maka dokter akan menjadwalkan pemeriksaan menyeluruh untuk kadar gula darah dalam tubuh. Sebelum melakukannya, biasanya dokter akan meminta kamu cukup beraktivitas dan konsumsi karbohidrat 3 hari sebelum pemeriksaan dimulai.

Di hari-H, kamu disarankan untuk berpuasa selama 8-10 jam sebelum pemeriksaan diabetes dilakukan. Saat berpuasa, kamu hanya tidak boleh mengonsumsi makanan saja, tetapi tetap diperbolehkan minum air putih, serta minuman lainnya tanpa gula atau pemanis buatan.

Baca juga: Pengidap Diabetes Rentan Terkena Stroke, Ini Faktanya

Sejauh ini, tidak ada efek samping atau risiko yang membahayakan dari prosedur tersebut. Risiko terjadinya perdarahan pun sangat jarang terjadi. Salah satu risiko yang dialami oleh semua peserta pemeriksaan adalah, sensasi nyeri pada luka bekas suntikan. Untuk membeli obat pereda rasa nyeri yang dijual bebas di pasaran, kamu bisa menggunakan fitur “beli obat” di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
Diabetes.co.uk. Diakses pada 2021. Diabetes Checks.
Healthline. Diakses pada 2021. Diabetes Tests.