• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Kolesterol?

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh bisa memicu terjadinya sederetan masalah kesehatan. Paling sering terjadi adalah penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskular, seperti hipertensi, jantung, dan stroke. Sayangnya, tingginya kolesterol tidak menimbulkan gejala bagi pengidap, hingga seseorang mengalami masalah kesehatan yang serius. 

Kolesterol tinggi bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, tua ataupun usia muda. Sebagian besar kondisi ini terjadi karena pola hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan berlemak berlebihan, hobi begadang, merokok, hingga tidak rutin berolahraga.

Sayangnya, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kolesterol tinggi selain dengan menurunkan angkanya. Satu-satunya cara, yaitu dengan mengubah pola hidup dan pola makan menjadi lebih sehat. Pun, kamu disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kolesterol agar bisa memantau kadar kolesterol dalam tubuh.

Baca juga: Kapan Tes Kolesterol Sebaiknya Dilakukan pada Remaja?

Lalu, Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kolesterol Dilakukan?

The American Heart Association merekomendasikan agar semua orang dewasa yang telah berusia 20 tahun atau lebih memeriksakan kolesterol dan faktor risiko lainnya setiap empat hingga enam tahun sekali. Namun, pengidap penyakit kardiovaskular dan orang-orang yang berisiko tinggi mengalaminya perlu melakukan pemeriksaan lebih sering. 

Selanjutnya, Bagaimana Prosedurnya?

Sebelum melakukan pemeriksaan kolesterol, biasanya dokter akan meminta kamu untuk berpuasa selama sekitar 9 hingga 12 jam. Akan tetapi, apabila kamu belum pernah mengonsumsi obat penurun kolesterol sebelumnya, kamu mungkin diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Baca juga: Benarkah Kolesterol Tinggi Termasuk Kondisi Genetik?

Bergantung pada bagaimana kondisinya, dokter mungkin bisa merekomendasikan kamu untuk menghindari konsumsi makanan atau minuman tertentu, termasuk obat-obatan untuk memastikan hasil pemeriksaan darah akurat. Lalu, apa yang harus dihindari? Konsumsi alkohol, karena konsumsinya selama 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan akan memengaruhi kadar trigliserida dalam darah. 

Selanjutnya, petugas laboratorium akan mengambil sampel darah dan dilakukan analisis untuk mengetahui kadar kolesterol HDL, LDL, dan trigliserida. Jika kamu tidak berpuasa, hanya nilai kolesterol total dan HDL yang bisa diukur. 

Untuk menentukan apakah kamu memiliki risiko terhadap penyakit kardiovaskular, dokter akan melihat hasil pemeriksaan kolesterol dalam konteks usia, jenis kelamin, hingga riwayat medis dan keluarga, termasuk faktor risiko, seperti merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Selanjutnya, dokter bisa menentukan metode pengobatan yang tepat untuk mengurangi faktor risiko tersebut. 

Baca juga: Kadar Kolesterol Baik di dalam Tubuh Rendah, Apa Bahayanya?

Pemeriksaan kolesterol bisa kamu lakukan di laboratorium atau rumah sakit maupun klinik dengan fasilitas penunjang yang lengkap. Jika kamu tidak sempat ke laboratorium, kamu bisa melakukan pemeriksaan ini menggunakan aplikasi Halodoc. Petugas akan datang ke rumahmu dan melakukan pemeriksaan, kamu hanya tinggal menunggu hasilnya. 

Berapa Kadar Normalnya?

Angka total kolesterol yang normal adalah di bawah 200 miligram per desiliter. Jika angkanya lebih dari 240 miligram per desiliter, maka tingkat kolesterol total terbilang tinggi. Sementara untuk kolesterol LDL, angka normalnya adalah di bawah 70 miligram per desiliter jika ada riwayat penyakit arteri koroner dan di bawah 100 miligram per desiliter, apabila berisiko terserang arteri koroner atau memiliki riwayat diabetes. 

Lalu, kadar normal kolesterol HDL adalah 60 miligram per desiliter atau lebih tinggi, dan kadar trigliserida normal adalah 149 miligram per desiliter atau kurang dari angka tersebut. Jika angka hasil pemeriksaan kolesterol lebih tinggi dari kisaran normal, artinya kamu harus mengubah pola hidup untuk menurunkan kadarnya. 



Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Should You Fast before a Cholesterol Test?
Heart. Diakses pada 2020. How to Get Your Cholesterol Tested.