• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Memeriksakan Masalah Jantung pada Dokter?

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Masalah Jantung pada Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sebagai salah satu organ paling vital dalam tubuh, jantung perlu dijaga dan dipantau kesehatannya. Jika ditanya, kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jantung, tentu jawabannya, sedini mungkin. Ya, bahkan meski merasa sehat, pemeriksaan jantung secara rutin diperlukan. 

Dengan begitu, kamu bisa mengetahui dan mengatasi sedini mungkin, jika ada risiko gangguan jantung. Gangguan pada jantung dapat menjadi fatal jika terlambat ditangani. Sebab, organ ini berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 

Baca juga: Jantung Berdetak Lebih Cepat dari Biasanya, Waspada Aritmia

Pentingnya Memeriksakan Diri ke Dokter Jantung

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016, ada sekitar 18 juta orang di seluruh dunia yang meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Sekitar 85 persen di antaranya disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.

Itulah sebabnya memeriksakan diri ke dokter jantung sedini mungkin, adalah hal yang sangat penting, meskipun dalam kondisi sehat. Jadi, risiko dan gangguan pada jantung dapat dideteksi sejak awal, dan penanganan yang tepat pun bisa segera dilakukan. 

Pemeriksaan jantung juga sangat diperlukan oleh orang-orang yang berisiko tinggi mengalami gangguan pada jantung, seperti

  • Berusia 65 tahun atau lebih.
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, atau diabetes.
  • Memiliki pola makan tidak sehat. Misalnya, sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, kolesterol, dan garam.
  • Jarang olahraga.
  • Memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.

Jika kamu atau orang terdekat memiliki berbagai faktor risiko tersebut, sebaiknya waspada dan lakukan pemeriksaan jantung secara rutin. Agar lebih mudah, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter jantung di rumah sakit, guna menjalani pemeriksaan. 

Baca juga: Lengan Kiri Sakit Jadi Gejala Penyakit Jantung, Benarkah?

Berbagai Prosedur Pemeriksaan Jantung

Ada banyak jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung. Mulai dari pemeriksaan fisik jantung, tekanan darah, dan berbagai tes penunjang, seperti:

1.Uji Latih Jantung (Exercise Stress Test)

Prosedur pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan treadmill, sehingga sering disebut juga dengan istilah tes treadmill. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah jantung masih mampu memompa darah dengan baik ketika tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen, seperti saat berolahraga. 

Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi apakah ada gejala tertentu yang muncul, seperti nyeri dada, saat tubuh berolahraga atua menjalani aktivitas fisik yang berat. Jadi, dalam pemeriksaan ini, kemampuan jantung akan dinilai. 

2.Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan EKG bertujuan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung. Jika ada kelainan pada aktivitas listrik jantung, bisa jadi itu tanda adanya gangguan irama jantung atau aritmia. Tak hanya itu, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya serangan jantung.

3.Tes Kolesterol

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium. Dokter biasanya akan meminta kamu berpuasa selama 8-12 jam sebelum pemeriksaan. Tes kolesterol perlu dilakukan secara rutin terutama jika kamu memiliki riwayat diabetes, kolesterol tinggi, stroke, penyakit jantung, hipertensi, dan obesitas.

Baca juga: Ketahui Gejala Lemah Jantung dan Cara Mencegahnya

4.Ekokardiografi

Ekokardiografi dilakukan untuk memeriksa kondisi otot dan katup jantung, melalui ultrasonografi (USG). Prosedur pemeriksaan ini biasanya digunakan untuk mendiagnosis endokarditis, kelainan katup jantung, dan penyakit jantung bawaan, serta untuk melihat apakah ada timbunan cairan di selaput pembungkus jantung.

5.Angiografi dan Kateterisasi Jantung

Pemeriksaan ini umumnya diperlukan jika dokter menduga ada masalah pada otot, katup, atau pembuluh darah arteri di jantung. Selain itu, kateterisasi jantung juga sering digunakan sebagai prosedur penanganan, seperti untuk menghancurkan sumbatan pada pembuluh darah jantung, melebarkan pembuluh darah yang tersumbat, atau memperbaiki katup jantung yang rusak.

6.CT Scan Jantung

CT scan jantung atau dikenal dengan sebutan coronary calcium scan adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi plak yang mungkin terdapat di pembuluh darah arteri jantung. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter memprediksi gangguan apa yang akan terjadi dan mempersiapkan penanganannya. 

7.MRI Jantung

MRI atau magnetic resonance imaging dapat menghasilkan gambar jantung secara detail, sehingga dokter dapat memeriksa kondisi organ ini dengan lebih teliti. Pemeriksaan ini dilakukan jika diduga ada masalah pada ukuran jantung, ketebalan dan pergerakan otot jantung, serta pembuluh darah jantung.

Itulah sedikit penjelasan mengenai kapan harus memeriksakan diri ke dokter jantung dan prosedur pemeriksaan apa saja yang bisa dilakukan. Penting untuk menjaga kesehatan jantung sejak usia muda, dan melakukan pemeriksaan jantung secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko.

Sebagai pencegahan gangguan jantung, terapkan pola hidup yang sehat. Misalnya dengan rajin berolahraga, perbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta batasi makanan tinggi kolesterol, lemak, dan garam.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2021. Cardiovascular diseases (CVDs).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Heart Disease. Heart Disease Risk Factors.
American Heart Association. Diakses pada 2021. Cardiac Catheterization.
American Heart Association. Diakses pada 2021. Electrocardiogram (ECG or EKG).
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2021. Cardiac Exercise Stress Testing: What It Can and Cannot Tell You.
Radiology Info, Radiological Society of North America. Diakses pada 2021. Magnetic Resonance Imaging (MRI) - Cardiac (Heart).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Tests and Procedures. Heart Scan (Coronary Calcium Scan).
WebMD. Diakses pada 2021. What Is a Cholesterol Test?