• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Operasi Kista Payudara Dilakukan?

Kapan Sebaiknya Operasi Kista Payudara Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kista payudara memang tak mengandung sel-sel kanker, tapi tak sedikit wanita yang resah ketika harus berhadapan dengan masalah ini. Alasannya, takut suatu waktu kista payudara menunjukkan ciri-ciri ganas, alias kanker. 

Kista payudara adalah benjolan bulat atau lonjong yang berisi air. Sesuai namanya, kista ini tumbuh di jaringan payudara. Kista payudara ini bisa berjumlah lebih dari satu, dan bisa tumbuh pada kedua payudara. Pada beberapa kasus, kista payudara juga menyebabkan rasa nyeri.

Hingga saat ini, penyebab pasti kista payudara belum diketahui pasti. Namun, ada dugaan kalau kista payudara terjadi akibat penyumbatan saluran (duktus) di kelenjar payudara, yang menyebabkan penumpukan cairan. 

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi kista payudara?

Baca juga: Jangan Tertukar, Ini Pengertian Kista dan Tumor Payudara

Harus Selalu Dioperasi?

Sebenarnya cara mengatasi kista payudara tak membutuhkan penanganan khusus, sebab kista ini bisa sembuh dengan sendirinya. Andaikan kista menimbulkan rasa nyeri, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan di rumah sebagai pengobatan awal. Contohnya mengompres payudara, hindari konsumsi kafein, hingga mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. 

Lalu, bagaimana bila cara tersebut tidak berhasil? Benarkah harus melalui prosedur operasi kista payudara? 

Pertama-tama, bila kista payudara tak kunjung hilang, bertambah besar, dan mengganggu kenyaman, segeralah temui dokter. Biasanya dokter merekomendasikan metode penanganan yang disesuaikan dengan kista payudara. Contohnya:

  • Terapi Hormon

Terapi hormon biasanya direkomendasikan pada pengidap yang tingkat keparahan yang tinggi, mengingat efek samping yang signifikan. 

  • Aspirasi Jarum Halus

Cara ini dilakukan untuk menyedot seluruh cairan dalam payudara. Aspirasi jarum halus bisa dilakukan beberapa kali karena kista dapat tumbuh kembali.

  • Operasi

Operasi untuk mengangkat kista payudara dilakukan bila kista payudara hilang timbul selama berbulan-bulan. Operasi dilakukan bila cairan kista mengandung darah, atau benjolan kista menunjukkan ciri-ciri ganas alias kanker. 

Baca juga: Pemilihan Bra yang Tepat Bisa Cegah Kista Payudara?

Menurut ahli di National Breast Cancer Foundation, dalam beberapa kasus kista yang sudah terkuras (lewat prosedur aspirasi jarum halus) bisa terisi atau tumbuh kembali. Nah, alternatif lainnya bisa melalui prosedur pembedahan atau operasi kista payudara.

Kesimpulannya, penanganan kista payudara disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kista payudara. Singkat kata, penanganan kista payudara tak harus selalu melalui prosedur operasi. 

Benjolan dan Keluarnya Cairan

Ketika seseorang mengidap kista payudara, biasanya mereka mengalami beragam keluhan. Nah, berikut ini gejala kista payudara yang umumnya dialami pengidapnya:

  • Kista payudara dapat teraba seperti benjolan yang berjumlah satu atau lebih, lunak, bulat, dan gampang bergerak. 
  • Kista dapat teraba seperti balon berisi cairan maupun padat. 
  • Kista dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri pada payudara. 
  • Saat menstruasi, benjolan dapat terasa lebih besar dan lebih nyeri. Terkadang keluar cairan dari puting yang mungkin jernih, kuning, atau cokelat gelap.

Baca juga: Ini 8 Penyebab Payudara Sakit saat Ditekan

Mau tahu lebih jauh mengenai cara mengatasi kista payudara? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Segera tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Disease and Conditions. Breast Cysts.
Mayo Clinic. Diakses pada November 2019. Breast cysts - Diagnosis and treatment. 
National Breast Cancer Foundation. Diakses pada 2020. Breast Cyst.