• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Pengidap Ayan Perlu Menemui Dokter Spesialis?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Pengidap Ayan Perlu Menemui Dokter Spesialis?

Kapan Sebaiknya Pengidap Ayan Perlu Menemui Dokter Spesialis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 November 2021
Kapan Sebaiknya Pengidap Ayan Perlu Menemui Dokter Spesialis?

“Ayan dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kejang-kejang. Namun, tidak semua orang yang mengidapnya tahu momen yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis. Padahal, sangat penting untuk mengetahui seberapa parah ayan yang terjadi.”

Halodoc, Jakarta – Ayan, atau penyakit epilepsi, adalah gangguan yang terjadi pada otak. Seseorang yang mengidap penyakit ini perlu mendapatkan perawatan sebelum masalahnya semakin parah. Namun, kapan sih sebaiknya seseorang yang mengidap ayan perlu mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis? Cari tahu jawaban tepatnya di sini!

Momen Tepat untuk Menemui Dokter Spesialis untuk Pengidap Ayan

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) yang terjadi pada aktivitas otak menjadi tidak normal. Saat terjadi, pengidapnya dapat menyebabkan kejang atau perilaku yang tidak biasa, sensasi kejang-kejang, hingga bahkan kehilangan kesadaran. Saat masalah ini terjadi, ada baiknya langsung mendapatkan penanganan dini agar masalah yang lebih besar dapat dihindari.

Baca juga: Penyebab Epilepsi dan Cara Mengatasinya

Salah satu gejala yang paling sering timbul adalah kejang. Beberapa orang yang mengalami periode kejang akibat ayan hanya menatap kosong selama beberapa detik. Pengidap lainnya juga dapat berulang kali menggerakkan lengan atau kakinya. Namun, kejang tidak terus-menerus berarti disebabkan oleh epilepsi.

Lalu, kapan sebaiknya seseorang yang mengidap ayan perlu menemui dokter spesialis? Secara umum, seseorang yang mengidap ayan perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis jika mengalami gejala baru, meskipun hanya sesuatu yang menimbulkan efek samping ringan termasuk kejang. Bahkan seseorang yang tidak mengalami kejang parah dan jelas harus menemui dokter jika curiga jika saat alami gejala ini tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya.

Lalu, dokter akan menentukan seberapa parah kejang yang terjadi dan apakah ada kondisi medis lainnya yang menyebabkan gejala ini. Tentunya, penentuan pengobatan juga perlu dilakukan guna menentukan cara tepat untuk atasi epilepsi dan juga mencegah kejang lebih lanjut. Pemeriksaan rutin juga perlu dilakukan agar gangguan ini dapat dihindari lebih sering terjadi.

Kamu bisa melakukan pemeriksaan untuk penyakit ayan ini di beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan Halodoc. Dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih waktu dan tempat pemeriksaan yang sesuai dengan keinginan. Maka dari itu unduh aplikasi Halodoc di smartphone kamu!

Baca juga: Epilepsi Bisa Sembuh atau Selalu Kambuh?

Dokter juga dapat merujuk kamu ke spesialis ahli saraf atau neurologis untuk mencari tahu penyebab pastinya. Ahli medis ini adalah seseorang yang sangat paham tentang kondisi yang dapat memengaruhi otak dan saraf. Untuk memastikan tentang kejang yang terjadi, beberapa pemeriksaan akan dilakukan, seperti:

1. Pemeriksaan EEG

Spesialis ahli saraf dapat melakukan tes untuk memeriksa aktivitas otak, yang disebut dengan electroencephalogram (EEG), guna mencari tahu masalah pada otak. Selama pengujian dilakukan, sensor kecil ditempelkan ke kulit kepala untuk menangkap sinyal yang dihasilkan saat sel-sel otak saling mengirim pesan. Mesin akan melihat sesuatu yang tidak biasa jika ada masalah pada sinyal ini.

2. Pemindaian Otak

Neurologis juga perlu melakukan pemindaian otak untuk membantu menemukan masalah di otak yang terkadang bisa menimbulkan epilepsi, seperti:

  • Mengalami tumor otak.
  • Adanya kerusakan pada otak, seperti disebabkan oleh stroke atau jaringan parut.

Pemindaian utama yang digunakan adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI). Alat ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran pada otak. Alat pemindai ini berupa tabung besar untuk seseorang berbaring di dalamnya agar seluruh tubuh dapat diperiksa.

Baca juga: Inilah 10 Faktor yang Bisa Menyebabkan Epilepsi Kambuh

Sekarang kamu tahu momen yang tepat untuk menemui dokter spesialis pada pengidap ayan. Untuk keamanan diri sendiri dan orang yang tersayang, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri jika gejala dari epilepsi semakin sering terjadi. Selain itu, pemeriksaan rutin juga perlu dilakukan agar masalah ini dapat dicegah sebelum terjadi gejala.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
NHS. Diakses pada 2021. Epilepsy.
Epilepsy Foundation. Diakses pada 2021. Why See A Doctor?