• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Pengidap Skizofrenia Paranoid ke Psikiater?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Pengidap Skizofrenia Paranoid ke Psikiater?

Kapan Sebaiknya Pengidap Skizofrenia Paranoid ke Psikiater?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Juli 2021
Kapan Sebaiknya Pengidap Skizofrenia Paranoid ke Psikiater?

“Skizofrenia merupakan gangguan psikologis yang memengaruhi perasaan, pikiran, juga perilaku pengidapnya. Kamu atau orang terdekat perlu mengetahui sejumlah gejala skizofrenia agar gangguan dapat segera diatasi dengan penanganan yang tepat. Berikut ini gejala skizofrenia yang perlu mendapat penanganan segera.”

Halodoc, Jakarta – Skizofrenia memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku pengidapnya. Pengidap kondisi ini tidak dapat membedakan atau menafsirkan kenyataan secara normal. Artinya, ia bingung untuk membedakan mana kenyataan dan khayalan semata. Tidak sampai di situ saja, gangguan mental yang satu ini juga memengaruhi perilaku pengidapnya.

Tidak jarang pengidap kondisi ini disebut “gila” oleh orang-orang di sekitarnya. Gejala yang muncul terjadi dalam jangka panjang. Jika ingin mengatasinya, pengidap memerlukan perawatan seumur hidup untuk mengontrol gejala, agar pengidap dapat menjalani hari-hari seperti manusia normal lainnya. Ini sejumlah gejala skizofrenia yang membutuhkan penanganan psikiater segera.

Baca juga: Benarkah Stigma Negatif Tentang Skizofrenia Bisa Memperburuk Kondisi?

Periksakan Diri ke Psikiater Jika Menemukan Gejala Ini

Gangguan kesehatan mental yang satu ini umum terjadi pada remaja, sehingga jika gejala muncul, terkadang dinilai sebagai hal yang lumrah. Pada masing-masing pengidap, mereka akan mengalami intensitas gejala yang berbeda. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke psikiater di rumah sakit jika menemukan sejumlah gejala skizofrenia berikut ini: 

1. Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu gejala skizofrenia yang ditandai dengan mendengar, melihat, mencium, atau merasa hal-hal yang tidak nyata adalah hal yang nyata. Dari semua gejala yang disebutkan, mendengar suara yang tidak nyata menjadi gejala yang umum dialami oleh pengidap.

2. Delusi

Delusi menjadi gejala yang ditandai dengan keyakinan kuat akan suatu hal yang tidak nyata. Pengidap bisa saja merasa ada orang lain yang membuntuti dan ingin mencelakai atau membunuhnya. Gejala yang satu ini akan berdampak pada perubahan perilaku pengidap menjadi lebih waspada atau justru sangat takut keluar rumah.

3. Pikiran Kacau

Pikiran yang kacau akan berujung pada pembicaraan yang tidak jelas. Hal tersebut dikarenakan pengidap sulit untuk mengatur pikirannya. Jika berbicara, pengidap skizofrenia seolah-olah sedang meracau sehingga ucapan terdengar tidak masuk akan dan membingungkan.

Baca juga: Alasan Kecanduan Narkoba Dapat Sebabkan Skizofrenia

4. Gangguan Kognitif

Gejala skizofrenia selanjutnya ditandai dengan terganggunya kemampuan otak dalam berpikir, berkonsentrasi, fokus, atau mengingat kejadian yang telah berlalu. Pengidap kondisi ini juga tidak mampu memproses informasi yang digunakan untuk membuat keputusan.

5. Gangguan Koordinasi Gerak

Gejala skizofrenia selanjutnya ditandai dengan gangguan koordinasi gerak tubuh. Pengidap cenderung menunjukkan jika ia tampak gelisah dan melakukan gerakan berulang atau berlebihan. Berikut ini beberapa gejala yang tampak:

  • Tidak menyukai hal-hal yang sebelumnya disukai.
  • Tidak memperhatikan penampilan.
  • Menarik diri dari pergaulan atau lingkungan sosial.
  • Mengalami perubahan pola tidur.
  • Perubahan suasana hati yang signifikan.
  • Masa bodoh terhadap keadaan di sekitarnya.
  • Tidak memiliki semangat dalam menjalani hubungan, termasuk dalam soal percintaan.
  • Kesulitan untuk mengekspresikan perasaan.
  • Tidak nyaman berada di tempat umum atau lingkungan yang ramai.
  • Mengalami kecemasan berlebihan yang sebenarnya tidak nyata.

Baca juga: Bagaimana Prosedur Psikoterapi Dilakukan untuk Pengidap Skizofrenia?

Gejala skizofrenia muncul pada pertengahan usia 20 tahunan pada pria. Sedangkan pada wanita, gejala skizofrenia muncul di akhir 20 tahunan. Pengidap biasanya tidak menyadari jika ia mengalami gangguan kesehatan mental yang satu ini. Oleh karena itu, jika kamu mengamati orang terdekat mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, segera periksakan diri agar upaya pengobatan dapat segera dilakukan.

Referensi:

American Psychiatric Association. Diakses pada 2021. What Is Schizophrenia?

NIH. Diakses pada 2021. Schizophrenia.

WHO. Diakses pada 2021. Schizophrenia.