• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Siklotimia Mendapatkan Perawatan?

Kapan Sebaiknya Siklotimia Mendapatkan Perawatan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Siklotimia dengan gangguan bipolar merupakan kondisi yang hampir mirip. Perbedaannya terletak pada gejala yang muncul. Pada pengidap siklotimia, gejala yang muncul akan lebih ringan ketimbang pengidap gangguan bipolar. Keduanya mengalami runtutan gejala yang sama, yaitu pergantian suasana hati dari senang ke sedih atau sebaliknya, dalam waktu yang terbilang tiba-tiba.

Meskipun pengidap siklotimia masih bisa beraktivitas seperti biasa, tetapi pergantian suasana hati secara tiba-tiba pasti akan memengaruhi segala macam aktivitas yang dilakukan. Apalagi jika suasana hati yang muncul adalah sedih secara berlebihan dan tidak bisa diprediksi kapan akan muncul. Jika sudah muncul gejala, perawatan yang tepat diperlukan untuk mengatasi atau meminimalisir gejala yang muncul. Berikut gejala yang perlu diwaspadai!

Baca juga: PTSD Ternyata Dapat Memengaruhi Kualitas dalam Pernikahan

Lakukan Perawatan Jika Gejala Siklotimia Berikut Ini Muncul

Seperti pada penjelasan sebelumnya, intensitas gejala siklotimia yang muncul akan lebih ringan ketimbang dengan gejala bipolar. Pengidap kondisi ini cenderung akan mengalami periode rasa sedih selama berminggu-minggu, diikuti dengan perasaan senang selama beberapa hari. Saat periode gejala sedih berlebihan berlangsung, gejala siklotimia akan ditandai dengan:

  • Merasa cepat marah.
  • Merasa depresi.
  • Merasa cepat lelah.
  • Merasa putus asa.
  • Merasa terus bersalah.
  • Merasa kesepian meskipun di tempat ramai. 
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Mengalami penurunan bobot tubuh.
  • Mengalami perubahan nafsu makan.
  • Mengalami penurunan gairah berhubungan intim.
  • Mengalami penurunan konsentrasi.

Saat gejala rasa sedih yang berlebihan tersebut telah terjadi selama berminggu-minggu, gejala akan disusul dengan rasa senang yang berlebihan. Rasa senang berlebihan yang menjadi gejala siklotimia akan ditandai dengan:

  • Merasa sangat bersemangat.
  • Merasa mudah cemas.
  • Merasa tidak mampu membuat keputusan.
  • Merasa terus-menerus gelisah.
  • Cenderung ceroboh dan melakukan tindakan bodoh tanpa memikirkan akibatnya, seperti belanja berlebihan.

Baca juga: Waspada, Depresi Bisa Sebabkan Gangguan Penyalahgunaan Zat

Saat ditemukan sejumlah gejalanya, segera temui psikolog atau psikiater di rumah sakit terdekat, ya! Pasalnya, saat ditemukan gejalanya, sejumlah langkah perawatan perlu dilakukan. Pengidap siklotimia masih bisa sembuh secara keseluruhan, jika gejala siklotimia yang muncul masih dalam intensitas yang ringan. Namun jika kasusnya sudah parah, perawatan seumur hidup akan dibutuhkan guna mengatasi gejala yang muncul.

Jika gejala dalam intensitas yang parah muncul dan tidak segera diatasi, maka bukan hal yang tidak mungkin jika siklotimia berkembang menjadi gangguan bipolar. Jika sudah begitu, pengidap bisa saja terjerumus dalam hal-hal yang berbahaya, seperti penggunaan NAPZA, melakukan pelecehan seksual dan tindak kekerasan, bahkan adanya pikiran untuk bunuh diri.

Proses perawatannya sendiri akan dilakukan dengan memberikan obat guna mengendalikan suasana hati saat gejala muncul, obat anti depresi, serta obat anti kecemasan. Jika kasusnya sudah parah, sejumlah prosedur tambahan, seperti terapi kesehatan dan terapi kognitif diperlukan. Tujuannya adalah untuk memastikan kesehatan tubuh pengidap secara menyeluruh serta membimbing pengidap berperilaku ke arah yang positif.

Baca juga: 2 Cara Mendukung Pasangan yang Alami Gangguan Kepribadian

Ini yang Menjadi Penyebab Gangguan Siklotimik

Serangkaian gejala yang telah disebutkan sebelumnya bisa muncul karena beberapa kondisi yang dialami oleh pengidap. Di antaranya adalah:

  • Riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.
  • Peristiwa traumatis yang dialami di masa lalu.
  • Memiliki tekanan atau luka batin yang tidak diselesaikan.
  • Sering mengalami perubahan suasana hati.
  • Memiliki perasaan yang terlalu sensitif.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dari siklotimia. Namun, diduga sejumlah faktor tersebut menjadi pemicu munculnya gejala siklotimia. Jadi, selalu perhatikan gejala yang muncul dan atasi dengan perawatan yang tepat, ya!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Cyclothymia.
Healthline. Diakses pada 2020. Cyclothymia.
WebMD. Diakses pada 2020. Cyclothymia (Cyclothymic Disorder).