• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Sleep Apnea Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Sleep Apnea Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kapan Sebaiknya Sleep Apnea Diperiksakan ke Dokter?

Halodoc, Jakarta – Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan yang menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan pernapasan saat tidur. Pengidap gangguan ini bisa mengalami henti napas sementara yang terjadi selama tidur, biasanya terjadi beberapa kali. Sleep apnea ditandai dengan mengorok saat tidur, bangun dengan mulut kering, serta masih merasa mengantuk meski sudah tidur lama. 

Selama tidur, pengidap sleep apnea bisa mengalami henti napas selama 10 detik dan terjadi beberapa kali. Kondisi ini tidak boleh disepelekan, sebab bisa sangat berbahaya. Pernapasan berhenti bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan menjadi fatal jika dibiarkan begitu saja. Lantas, kapan sebaiknya sleep apnea diperiksakan ke dokter? 

Baca juga: Kenali Ciri Sleep Apnea pada Anak

Gejala Sleep Apnea yang Harus Diwaspadai

Sleep apnea tidak boleh disepelekan begitu saja dan harus segera ditangani. Kabar buruknya, pengidap gangguan ini biasanya tidak menyadari gejala sleep apnea yang muncul. Biasanya, gejala justru disadari oleh orang lain yang tidur berdampingan atau tidur dalam satu ruangan dengan pengidap. Ada beberapa gejala sleep apnea yang umum terjadi, yaitu: 

  • Mengorok dalam tidur.
  • Pernapasan berhenti selama beberapa detik saat tidur.
  • Terlihat kesulitan dalam mengambil napas saat tidur.
  • Mengalami sulit tidur alias insomnia.
  • Terbangun dengan mulut terasa kering.
  • Merasa tercekik dan batuk di malam hari, sampai terbangun dari tidur.
  • Sakit kepala saat bangun tidur.
  • Perasaan mengantuk, terutama pada siang hari. 
  • Sulit berkonsentrasi. 
  • Perubahan suasana hati alias mood yang tidak menentu. 

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, atau mengetahui orang dengan gejala serupa, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Pemeriksaan dokter perlu dilakukan jika seseorang mengalami gejala sleep apnea, seperti mengorok kencang dan mengalami berhenti bernapas hingga berkali-kali selama tidur. 

Baca juga: Ini Alasan Sleep Apnea Bisa Berbahaya bagi Pengidapnya

Pengidap sleep apnea yang sulit meninggalkan kebiasaan merokok dan minum alkohol juga harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, terapi untuk berhenti merokok atau minum alkohol bisa segera diberikan serta risiko terjadinya komplikasi sleep apnea bisa dihindari. Pengidap gangguan ini juga harus mewaspadai berat badan berlebih alias obesitas. 

Jika tidak ditangani dengan tepat dan pemeriksaan ke dokter selalu ditunda, sleep apnea bisa memicu terjadinya komplikasi. Ada beberapa jenis komplikasi berbahaya yang bisa dialami pengidap insomnia, di antaranya: 

  • Mengalami sakit kepala berkepanjangan.
  • Tekanan darah tinggi alias hipertensi.
  • Sindrom metabolik.
  • Diabetes tipe 2.
  • Gangguan fungsi organ hati. 
  • Penyakit jantung.
  • Depresi.

Sleep apnea juga bisa mengganggu kondisi fisik dan aktivitas sehari-hari pengidapnya. Sebab, gangguan dan gejala yang muncul selama tidur bisa membuat performa tubuh menurun. Alhasil, pengidap sleep apnea mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi, lemas, selalu merasa mengantuk, dan penurunan produktivitas. 

Maka dari itu, pemeriksaan ke dokter dan pengobatan sleep apnea perlu segera dilakukan. Setelah didiagnosis dengan gangguan ini melalui pemeriksaan, dokter akan mulai merekomendasikan cara pengobatan. Sleep apnea diobati dengan cara pemberian terapi atau operasi. Pengobatan tergantung pada kondisi tubuh dan tingkat keparahan sleep apnea

Baca juga: Ketahui 3 Penanganan Obstructive Sleep Apnea

Mengorok keras saat tidur menjadi tanda bahwa pengidap sleep apnea harus segera diperiksa oleh dokter. Maka dari itu, perlu segera pergi ke rumah sakit. Biar lebih mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan daftar rumah sakit terdekat dan sesuai kebutuhan. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Sleep Apnea.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Sleep Apnea. 
NHS UK. Diakses pada 2021. Sleep apnea.
Sleep Foundation. Diakses pada 2021. Sleep apnea.