• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Seseorang Membutuhkan Pemeriksaan Electroencephalography?

Kapan Seseorang Membutuhkan Pemeriksaan Electroencephalography?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Electroencephalography (EEG) adalah tes pemeriksaan dengan mendeteksi aktivitas listrik di otak menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang terpasang pada kulit kepala. Sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif sepanjang waktu, bahkan saat kamu sedang tidur. Pada rekaman EEG, aktivitas ini muncul sebagai garis bergelombang.

EEG adalah salah satu tes yang digunakan untuk mendiagnosis epilepsi. Namun, EEG juga dapat berperan dalam mendiagnosis gangguan otak lainnya. Lantas, kapan seseorang butuh melakukan pemeriksaan EEG? Simak penjelasan berikut.

Baca juga: 8 Penyakit yang Bisa Didiagnosis Lewat Pemeriksaan EEG

Kapan Seseorang Butuh Pemeriksaan Electroencephalography?

EEG dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis dan memantau sejumlah kondisi yang memengaruhi otak. Ini dapat membantu mengidentifikasi penyebab gejala tertentu, seperti kejang (pas) atau masalah memori atau mencari tahu lebih lanjut tentang kondisi yang sudah didiagnosis oleh dokter sebelumnya.

Namun, fungsi utama EEG sebenarnya untuk mendeteksi dan menyelidiki epilepsi, suatu kondisi yang menyebabkan kejang berulang. EEG membantu dokter untuk mengidentifikasi jenis epilepsi yang kamu alami, faktor yang bisa memicu kejang dan menentukan perawatan terbaik. Selain epilepsi, EEG juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah lain, seperti demensia, cedera kepala, tumor otak, ensefalitis (radang otak), dan gangguan tidur.

Persiapan Sebelum Menjalani Electroencephalography

Sebelum menjalani EEG, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan, mulai dari makanan dan obat-obatan yang sedang kamu konsumsi. Berikut sejumlah hal yang perlu kamu perhatikan:

  • Hindari mengonsumsi apapun yang mengandung kafein pada hari pemeriksaan karena dapat memengaruhi hasil tes.
  • Minum obat biasa kecuali diinstruksikan sebaliknya.
  • Cuci rambut pada malam sebelum menjalani tes pemeriksaan, tetapi jangan gunakan kondisioner, krim rambut, semprotan, atau gel penata rambut. Produk rambut dapat mempersulit tambalan lengket yang menahan elektroda untuk menempel pada kulit kepala.
  • Jika kamu diharuskan tidur selama tes EEG, dokter biasanya meminta kamu untuk kurang tidur atau menghindari tidur pada malam sebelum pemeriksaan.

Baca juga: Apakah EEG dan Brain Mapping Bisa Menyebabkan Komplikasi?

Seperti Ini Proses Pemeriksaan Electroencephalography

Elektroda yang digunakan dalam pemeriksaan EEG tidak akan menimbulkan sensasi apa pun. Alat ini hanya merekam gelombang otak saja. Jadi, kamu tidak perlu khawatir merasa sakit atau tidak nyaman selama proses pemeriksaan. Sebelum tes dilakukan, dokter atau teknisi perlu mengukur kepala dan menandai kulit kepala kamu dengan pensil khusus untuk menunjukkan tempat memasang elektroda. 

Bintik-bintik di kulit kepala mungkin perlu digosok dengan krim berpasir untuk meningkatkan kualitas rekaman. Kemudian, teknisi menempelkan cakram (elektroda) ke kulit kepala menggunakan perekat khusus. Terkadang, tutup elastis yang dilengkapi dengan elektroda digunakan sebagai gantinya. Elektroda kemudian dihubungkan dengan kabel ke instrumen yang memperkuat gelombang otak dan merekamnya pada peralatan komputer. Setelah elektroda dipasang, EEG biasanya membutuhkan waktu hingga 60 menit. Pengujian untuk kondisi tertentu mungkin mengharuskan kamu tidur selama pengujian. 

Setelah pemeriksaan dirasa cukup, teknisi akan melepas elektroda atau tutupnya. Jika kamu tidak mengonsumsi obat penenang, kamu seharusnya tidak merasakan efek samping setelah prosedur dan dapat kembali melakukan rutinitas normal. Hasil rekaman kemudian akan dianalisis oleh dokter. 

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan setelah Pemeriksaan EEG?

Itulah sejumlah info yang perlu kamu ketahui seputar pemeriksaan EEG. Masih punya pertanyaan lain mengenai hal ini? Kamu dapat menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call. Mudah sekali bukan? Yuk, pakai Halodoc sekarang!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Electroencephalogram (EEG).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. EEG (electroencephalogram).