• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Seseorang Perlu Melakukan CT Scan?

Kapan Seseorang Perlu Melakukan CT Scan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kapan Seseorang Perlu Melakukan CT Scan?

Halodoc, Jakarta - Berbagai cara dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit pada pasiennya. Mulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang dilakukan demi menemukan titik terang dari sebuah penyakit. Nah, dari beragamnya pemeriksaan penunjang, pemindaian dengan CT scan adalah salah satu yang sering dilakukan. 

CT scan ini menggabungkan serangkaian pemindaian rontgen yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda. Selanjutnya, komputer akan memproses hingga menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh. Nah, lewat alat ini dokter akan mendiagnosis dan memonitor berbagai kondisi kesehatan pasien. Pertanyaannya, kapan seseorang perlu melakukan pemeriksaan CT Scan?

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya CT Scan dan MRI Scan

Kapan Perlu Dilakukan?

Diperlukan atau tidaknya pemeriksaan CT scan harus didasari oleh pertimbangan dokter. Sebab tak semua penyakit atau kondisi memerlukan pemeriksaan ini. Singkat kata, CT scan adalah pemeriksaan penunjang untuk membantu dokter menegakkan diagnosis penyakit-penyakit tertentu.

Menurut ahli di National Health Service pemeriksaan CT scan digunakan untuk: 

  • Diagnosis kondisi seperti kerusakan tulang, cedera pada organ dalam, masalah aliran darah, stroke, dan kanker. 
  • Memandu tes atau perawatan lebih lanjut. Misalnya, CT scan membantu menentukan lokasi, ukuran dan bentuk tumor sebelum menjalani radioterapi, atau memungkinkan dokter untuk mengambil biopsi jarum (di mana sampel jaringan kecil dikeluarkan dengan menggunakan jarum) atau meniriskan abses.
  • Memantau kondisi tubuh, termasuk memeriksa ukuran tumor selama dan setelah perawatan kanker

Nah, singkat kata pemeriksaan CT scan ini tak sembarang dapat dilakukan begitu saja. Meski begitu, penggunaan CT scan semakin banyak dimanfaatkan sebagai kesehatan tubuh atau penyakit, serta sebagai langkah preventif. Contohnya, pemindaian jantung secara lengkap pada pasien yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung. 

Baca juga: Pentingnya Lakukan CT Scan setelah Cedera Kepala

Perhatian Khusus pada Bumil dan Anak-Anak

Selama menjalani proses CT scan, pasien akan terpapar oleh tingkat radiasi yang lebih tinggi ketimbang foto rontgen biasa. Menurut beberapa studi, radiasi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker. Meski begitu, CT scan memiliki lebih banyak manfaat daripada tingkat risikonya. 

Proses CT scan terbilang aman, sebab dokter akan menggunakan tingkat radiasi yang serendah mungkin. Seiring semakin canggihnya CT scan, kini mesin dan teknik terbaru membuat radiasi yang diterima pasien semakin sedikit.

Hal yang perlu ditegaskan, ibu hamil sebaiknya perlu memberitahukan dokter sebelum melakukan proses CT scan. Pasalnya, paparan radiasi dari CT scan sebaiknya dijauhi oleh ibu hamil. Biasanya dokter akan menyarankan jenis pemindaian lain untuk bumil. Contohnya USG atau MRI untuk menghindari risiko pada janin.

Selain wanita hamil, anak-anak memiliki risiko yang lebih besar terhadap paparan radiasi dibandingkan dengan orang dewasa. Oleh sebab itu, pemeriksaan CT scan hanya dilakukan jika memang sangat diperlukan. 

Baca juga: Beginilah Cara CT Scan Mendeteksi Kanker Lebih Akurat

Mau tahu lebih jauh mengenai pemeriksaan CT scan? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
 National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. CT scan
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. CT scan 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. CT scan