Kapan Tes Hematologi Perlu Dilakukan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kapan Tes Hematologi Perlu Dilakukan?

Halodoc, Jakarta – Ketika ada sesuatu yang salah dengan darah, itu dapat memengaruhi kesehatan total. Itulah mengapa penting bagi untuk mengetahui beberapa kelainan darah umum yang mungkin memengaruhi kualitas kesehatanmu.

Orang mungkin dipengaruhi oleh berbagai jenis kondisi darah dan kanker darah. Gangguan darah yang umum, termasuk anemia, gangguan perdarahan, seperti hemofilia, pembekuan darah, dan kanker darah, misalnya leukemia, limfoma, dan mieloma.

Berbicara dengan dokter adalah langkah pertama yang harus diambil jika kamu yakin memiliki kelainan kondisi darah. Jika kamu didiagnosis menderita kelainan darah, dokter mungkin akan merujuk ke ahli hematologi.

Baca juga: Jenis Penyakit yang Bisa Terdeteksi Lewat Hematologi

Hematologi melibatkan penelitian tentang darah, khususnya bagaimana darah dapat memengaruhi kesehatan atau penyakit secara keseluruhan. Tes hematologi meliputi tes pada darah, protein darah, dan organ penghasil darah.

Tes-tes ini dapat mengevaluasi berbagai kondisi darah termasuk infeksi, anemia, peradangan, hemofilia, gangguan pembekuan darah, leukemia dan respons tubuh terhadap perawatan kemoterapi. Dalam banyak kasus, hasil tes darah dapat memberikan penilaian yang akurat tentang kondisi tubuh dan bagaimana pengaruh internal atau eksternal dapat berdampak pada kesehatan pasien.

Ketika kamu terindikasi memiliki kelainan pada darah, maka disarankan untuk melakukan tes hematologi. Ini dilakukan untuk memeriksa penyakit darah, termasuk berbagai kanker darah dan sumsum tulang.

Baca juga: Darah Jadi Sampel Utama untuk Tes Hematologi, Benarkah?

Pemeriksaan hematologi dilakukan untuk mencari perawatan terbaik dengan diagnosa yang akurat dan perawatan yang paling tepat dan terkini. Ini termasuk mengembangkan rencana perawatan individual dan mengoordinasikan operasi, transfusi, kemoterapi, terapi radiasi, atau imunoterapi jika diperlukan.

Prosedur Tes Hematologi

Prosedur spesifik lainnya terkait tes hematologi, meliputi:

  • Elektroforesis hemoglobin adalah tes darah yang digunakan untuk mengonfirmasi penyakit sel sabit atau kelainan bawaan lainnya yang memengaruhi sel darah merah.

  • Tes human leukocyte antigen (HLA) adalah tes darah yang digunakan untuk menentukan apakah donor sumsum tulang cocok untuk seorang pasien.

  • Positron emission tomography (PET) adalah tes pencitraan yang menggunakan pelacak radioaktif untuk menemukan area kanker dalam tubuh.

  • Aspirasi sumsum tulang adalah ekstraksi bagian cair dari sumsum tulang untuk mendiagnosis leukemia atau limfoma.

  • Tusukan lumbal (keran tulang belakang) melibatkan ekstraksi cairan serebrospinal untuk menentukan apakah ada sel kanker darah dalam sampel.

  • Stem sel dan transplantasi sumsum tulang dapat digunakan untuk mengobati leukemia tertentu, limfoma, dan kelainan darah jinak.

Jika hasil tes tetap sama setelah satu atau dua hari, kamu mungkin tidak membutuhkannya lagi. Lebih banyak tes tidak akan memberi tahu dokter sesuatu yang baru, kecuali jika kamu berada dalam perawatan intensif.

Baca juga: Peran Hematologi dalam Menangani Gangguan Darah

Terlalu banyak tes darah memiliki risiko, walaupun ini cenderung aman. Tapi, terlalu banyak melakukan tes darah dapat menyebabkan masalah lain, seperti anemia. Ini bisa terjadi jika kamu kehilangan terlalu banyak darah. Peningkatan risiko infeksi juga bisa terjadi apalagi kalau dibarengi dengan kurang tidur.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, kamu bisa mengendalikan dan menjaga kesehatan darah dengan berbagai upaya salah satunya adalah melalui pola makan yang sehat, cukup makan buah dan sayuran segar, jangan minum terlalu banyak alkohol, mengurangi konsumsi garam pada makanan, menjaga berat badan tetap ideal dengan melakukan olahraga secara rutin, memeriksa riwayat kesehatan keluarga, tidak merokok, dan menghindari stres.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai tes hematologi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.