• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Waktu Terbaik Melakukan Tes Imunitas?

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Tes Imunitas?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Tubuh manusia dilindungi oleh sistem imun atau yang juga kerap disebut antibodi. Dengan sistem ini, maka tubuh tidak akan mudah terserang penyakit. Imunologi adalah cabang ilmu yang mempelajari sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Sebagai salah satu cabang ilmu kedokteran dan biologi, imunologi adalah salah satu ilmu yang cukup penting untuk membantu tenaga medis menentukan diagnosis suatu penyakit. Terutama yang berkaitan dengan antibodi.

Cara untuk melihat seberapa kuat sistem kekebalan tubuh terhadap serangan berbagai antigen atau benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh, kamu bisa melakukan tes imunologi. Antigen ini bisa berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit, yang menyebabkan suatu penyakit. Namun, antigen juga bisa berupa benda yang besar, seperti misalnya suatu organ yang ditransplantasikan, yang membuat sistem imun bereaksi karena menganggap organ tubuh ini sebagai antigen.

Baca juga: Benarkah Sistem Kekebalan Tubuh Wanita Lebih Rendah Ketimbang Pria?

Lantas, Kapan Waktu Melakukan Tes Imunitas?

Tes imunologi berguna untuk membantu mendiagnosis adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh, atau kondisi lain seperti infeksi pada organ tubuh. Tes imunologi biasanya dianjurkan dokter jika seseorang mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Ruam kulit;

  • Alergi;

  • Sakit setelah bepergian;

  • Diare yang tidak kunjung hilang;

  • Penurunan berat badan tanpa sebab;

  • Demam yang tidak ditemukan penyebabnya;

  • Diduga mengidap HIV/AIDS.

Selain itu, tes imunologi juga dipertimbangkan untuk dilakukan saat seseorang mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Mengalami 2 atau lebih keguguran setelah usia 35, atau 3 keguguran sebelum usia 35 tahun.

  • Mengalami 2 kegagalan IVF setelah usia 35, atau 1 kali gagal IVF sebelum usia 35 tahun.

  • Memiliki masalah kekebalan yang sudah ada sebelumnya, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

  • Mengalami 1 kehamilan sehat dengan semua kehamilan berikutnya berakhir dengan keguguran.

  • Endometriosis, terutama stadium 1 & 2.

  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan imun, di kedua sisi keluarga.

Baca juga: Imun Lemah Gampang Sakit? Ini 5 Penyebabnya

Mengenal Jenis Pemeriksaan Imunologi

Ada dua jenis tes imunologi yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Tes Antibodi. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah atau air liur. Pada beberapa kasus, tes ini bisa menentukan diagnosis penyakit tertentu. Jika pemeriksaan terhadap antibodi untuk suatu penyakit memberikan hasil positif, artinya seseorang sedang atau pernah menderita penyakit tersebut. Pemeriksaan antibodi umumnya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit infeksi dan penyakit autoimun.

  • Tes Antigen. Antigen adalah bagian dari virus atau bakteri yang dapat memicu munculnya respons imun tubuh manusia. Salah satu tes antigen yang umum dilakukan adalah pemeriksaan sampel tinja guna mengetahui ada atau tidaknya antigen yang dihasilkan oleh bakteri Helicobacter pylori penyebab sakit maag. Tes ini bisa dilakukan menggunakan sampel darah, seperti untuk mendeteksi antigen dari virus HIV. 

Baca juga: Ini Dia Penyakit Autoimun yang Mungkin Menyerang Wanita

Imunologi di dunia medis Indonesia adalah cabang ilmu kedokteran penyakit dalam. Jika kamu memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh, maka kamu dapat berkonsultasi ke dokter penyakit dalam untuk mengetahui penyebab dan perawatan yang bisa dilakukan. Namun, kamu juga bisa menghubungi dokter spesialis penyakit dalam melalui aplikasi Halodoc. Kamu tinggal download aplikasi Halodoc di smartphone, dan nikmati kemudahan berkonsultasi dengan dokter profesional hanya melalui genggaman. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
British Society for Immunology. Diakses pada 2020. What is Immunology?
Patient. Diakses pada 2020. Antibody and Antigen Tests.