15 February 2019

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Cek Ketergantungan Obat?

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Cek Ketergantungan Obat?

Halodoc, Jakarta - Fungsi utama obat sebenarnya untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan dan mengobati penyakit. Namun, efek obat ini bisa merugikan yang mengonsumsinya, bila dikonsumsi dengan cara yang tidak tepat atau disalahgunakan. Enggak cuma itu saja masalahnya, obat yang disalahgunakan juga bisa meningkatkan risiko ketergantungan obat.

Baca juga: Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Ketergantungan obat artinya proses konsumsi obat yang dilakukan secara berulang-ulang melebihi aturan pakai, atau tak sesuai dengan anjuran dokter. Pastinya seseorang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu ini, tak memikirkan efek samping yang ditimbulkan dari kebiasaan tersebut. Mereka melakukan hal ini demi terpenuhinya kebutuhan fisik ataupun psikologis.

Lantas, kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan cek ketergantungan obat?

Kapan Melakukannya?

Di saat seseorang mengalami ketergantungan obat, berarti tubuhnya telah menyesuaikan diri dengan kehadiran obat tersebut. Kira-kira apa jadinya bila mereka berhenti mengonsumsi obat tersebut? Nah, di sini tubuh akan menghasilkan reaksi yang berbeda. Alasannya simpel, sebab tak lagi terpenuhinya suatu zat kimia yang telah menjadi kebiasaan dalam tubuh mereka.

Baca juga: Pertolongan Pertama Overdosis Narkoba

Ambil contoh obat tidur atau antidepresan. Bila obat-obatan tersebut digunakan secara terus-menerus, dan seseorang yang meminumnya tak bisa lepas dari obat tersebut, sebaiknya perlu berhati-hati. Bisa jadi hal ini menandakan adanya ketergantungan obat.

Nah, cek ketergantungan obat ini bisa dilakukan ketika seseorang mengonsumsi obat dalam jangka panjang, dan merasa tidak nyaman saat atau berhenti mengonsumsinya. Jangan salah lho, obat-obatan yang diresepkan oleh dokter ada kalanya dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh kasusnya obat tidur.

Meski bahaya penggunaan obat tidur jangka panjang belum banyak dipelajari, menurut ahli dari Columbia University, dr. Carl Bazil, bahaya terbesar dari penggunaan obat tidur adalah menimbulkan ketergantungan. Sebab, mengonsumsi obat tidur secara rutin bisa mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan psikis.

Ketergantungan obat tidur secara psikis ini bisa ditandai dengan rasa cemas yang ditimbulkan ketika berpikir untuk tidak mengonsumsinya. Di sini otak akan berpikir keras kalau tanpa obat tidur, maka akan kesulitan tidur. Padahal, hal tersebut belum terjadi dan baru dipikirkan.

Nah, di sinilah peran cek ketergantungan obat diperlukan.

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

Berbagai Gejala Setelah Berhenti

Kira-kira apa jadinya bila seseorang yang sudah ketergantungan obat, berhenti mengonsumsi obat tersebut? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tubuh akan “memberontak” ketika berhenti mengonsumsi obat yang selama ini diminum. Di kondisi ini tubuh juga akan menimbulkan berbagai gejala. Misalnya:

  • Pingsan, atau hilang kesadaran.

  • Diare.

  • Pupil mata membesar.

  • Kejang-kejang.

  • Tiba-tiba kulit menjadi dingin dan berkeringat, atau panas dan kering.

  • Nyeri dada.

  • Tremor.

  • Halusinasi.

  • Sakit perut, mual, hingga muntah.

  • Timbulnya masalah pernapasan dan tekanan darah.

Hal yang perlu digarisbawahi, segeralah temui dokter bila dirimu mengalami hal-hal seperti di atas, dan memiliki riwayat mengonsumsi obat dalam jumlah banyak dan waktu yang lama.

Memiliki keluhan kesehatan, atau mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!