• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Rontgen Dada pada Anak?

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Rontgen Dada pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Rontgen Dada pada Anak?

Halodoc, Jakarta – Foto rontgen merupakan salah satu jenis pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk mengetahui kondisi seseorang. Umumnya, tes ini dilakukan saat ada indikasi penyakit tertentu atau setelah mengalami kecelakaan. Salah satu jenis rontgen adalah rontgen dada. Siapa saja bisa menjalani pemeriksaan ini selama membutuhkan, termasuk anak-anak. 

Hanya saja, pemeriksaan foto rontgen alias x-ray pada anak-anak sering membuat orangtua khawatir dengan efek samping yang mungkin muncul. Tak dapat dimungkiri, rontgen memang memiliki risiko efek samping, akibat dari paparan radiasi yang digunakan. Namun jangan khawatir, risiko efek samping tes ini jarang terjadi dan masih lebih kecil jika dibandingkan dengan manfaatnya. Lantas, kapan waktu yang tepat melakukan rontgen dada pada anak?

Baca juga: Prosedur Rontgen Dada pada Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Manfaat dan Efek Samping Rontgen pada Anak

Foto Rontgen pada anak-anak bisa dilakukan jika Si Kecil menunjukkan tanda penyakit tertentu atau pernah mengalami kecelakaan. Pemeriksaan penunjang ini dilakukan dengan menggunakan bantuan radiasi gelombang elektromagnetik. Tujuannya adalah untuk menampilkan gambaran bagian dalam tubuh yang nantinya akan digunakan untuk melihat kondisi tubuh dan mendiagnosis penyakit. 

Hasil dari rontgen berupa foto berwarna hitam-putih dan abu-abu. Warna putih pada foto rontgen merupakan gambaran dari benda padat seperti tulang. Sementara warna hitam merupakan udara yang terdapat pada paru-paru, dan gambaran dari lemak atau otot akan ditampilkan dengan warna abu-abu. Salah satu jenis rontgen yang umum dilakukan adalah rontgen dada. 

Anak-anak mungkin perlu menjalani pemeriksaan ini jika memiliki indikasi penyakit seperti kelainan tulang dan sendi, masalah pada saluran pernapasan, gangguan pencernaan, batu saluran kemih, hingga infeksi seperti pneumonia, tuberkulosis, dan usus buntu. Selain pada dada, rontgen juga bisa dilakukan pada gigi. Umumnya, pemeriksaan rontgen akan dilakukan jika anak dicurigai mengalami gangguan pada area gigi dan mulut. 

Baca juga: Benarkah Radiasi pada Rontgen Dada Bisa Picu Kanker?

Selain untuk mendeteksi masalah di dalam tubuh, pemeriksaan penunjang rontgen juga bisa dilakukan untuk melihat perkembangan pengobatan. Dengan begitu, dokter bisa menilai sejauh apa obat yang dikonsumsi memengaruhi penyakit dan tindakan medis apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasil dari pemeriksaan rontgen juga bisa dijadikan acuan untuk mengambil prosedur medis lebih lanjut.

Prosedur rontgen dada dilakukan dengan mengambil gambar organ di dalam dada menggunakan alat foto khusus. Sebelumnya, anak akan diminta untuk mengganti pakaian khusus untuk menjalani pemeriksaan. Pada kondisi tertentu, tes ini mungkin dilakukan dengan bantuan zat kontras, bisa melalui suntikan atau obat oral yang diminum. Zat ini akan membantu hasil foto rontgen lebih jelas.

Wajar jika orangtua merasa khawatir, sebab pemeriksaan ini memang bisa saja menimbulkan efek samping. Penggunaan zat kontras bisa saja menyebabkan muncul reaksi alergi, pusing, mual, lidah terasa pahit, hingga gangguan ginjal. Selain itu, paparan radiasi secara terus-menerus pada anak juga bisa meningkatkan risiko kanker. 

Meski begitu, paparan radiasi dari foto Rontgen terbilang sangat kecil dan dianggap aman, terutama jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat. Ayah dan ibu juga tidak perlu khawatir, sebab pemeriksaan ini dilakukan di rumah sakit oleh dokter atau petugas radiologi yang sudah berpengalaman.

Baca juga: Pemeriksaan untuk Mendeteksi Munculnya Kanker Paru

Cari tahu lebih lanjut seputar foto rontgen pada anak dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Ibu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. X-rays.
Healthline. Diakses pada 2020. X-ray.
WebMD. Diakses pada 2020. When to Get Dental X-Rays.
WebMD. Diakses pada 2020. X-Rays, Scans, Radiation, and Kids.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chest X-rays.