Ibu, Ini Karakteristik Teman yang Baik Bagi Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
pergaulan anak, teman baik anak

Halodoc, Jakarta - Teman memiliki pengaruh yang luar biasa besar dalam hidup seseorang, terutama ketika seseorang memasuki fase remaja. Teman akan sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang. Jika salah memilih, bisa saja anak ibu akhirnya terjerumus pada perbuatan yang negatif, dengan alasan agar diterima oleh lingkup sosial yang sedang digaulinya.

Baca juga: Friends With Benefits, Bisakah Pertemanan Tetap Langgeng? 

Perilaku negatif yang biasa dilakukan oleh seseorang bisa saja dilakukan agar mereka diakui di lingkungan pergaulannya. Pada kebanyakan kasus, perilaku negatif dilakukan oleh mereka yang tidak dihargai, tidak diterima, serta tidak diperhatikan oleh keluarga. Sebagai seorang ibu, sudah seharusnya untuk khawatir tentang hal ini. Hal pertama yang harus ibu lakukan adalah memberikan pendekatan pada anak agar tidak salah langkah.

Tanyakan kepada mereka tentang definisi teman yang baik menurut pandangannya. Setiap remaja pasti memiliki definisi baik yang berbeda. Jika ibu sering melakukan pendekatan dengan bercengkrama dengan anak, mereka otomatis akan merasa dekat dan akan menceritakan tentang teman-temannya. 

Ketika sudah terjalin kedekatan antara ibu dan anak, ini saat yang baik bagi ibu untuk memberikan arahan tentang teman yang baik. Jangan lupa untuk ajari anak cara memilih teman yang baik sesuai karakternya. Ibu, begini karakter seseorang yang pas dijadikan teman agar anak tidak terbawa pada pengaruh negatif:

Baca juga: Berteman karena Status Sosial, Ini Ciri Social Climber

  • Jujur

Seseorang yang cocok dijadikan teman adalah orang yang selalu berkata jujur dan bersikap apa adanya. Orang dengan tipe ini akan menjadi diri sendiri, dan saat ada sesuatu yang mengganjal, mereka akan langsung mengatakannya tanpa ada omongan dari belakang.

  • Menyenangkan

Teman yang menyenangkan akan berbagi kesenangan dengan temannya. Teman dengan tipe ini akan memberikan aura bahagia ketika sedang berkumpul, karena memiliki karakter yang riang dan jenaka. Ini menjadi hal yang positif untuk pergaulan anak.

  • Perhatian

Teman yang baik akan selalu mendengarkan dan mengerti apa yang terjadi dengan temannya. Teman yang baik akan mengetahui kapan temannya merasa senang, kesal, bahkan sedih. Saat hubungan keduanya tidak sejalan, mereka akan menyelesaikannya bersama.

  • Suportif

Teman yang suportif akan selalu mendukung segala keinginan positif temannya. Bahkan, mereka akan membantu temannya untuk meraih apa yang diinginkan, tanpa membuat temannya merasa tidak nyaman.

  • Bisa Dipercaya

Teman yang bisa dipercaya adalah mereka yang dapat menjaga rahasia dan tidak membicarakan temannya dengan orang lain. Mereka akan selalu ada, bahkan saat temannya sedang dirundung banyak masalah. 

  • Setia Kawan

Teman yang setia adalah mereka yang berada dalam keadaan bahagia dan susah sekalipun. Mereka akan menemani saat semua orang menjauhi. Jangan sekali-kali memanfaatkan teman yang setia, hargai kesetiaannya.

Baca juga: Pentingnya Punya Teman Bicara untuk Hindari Depresi

Setiap anak akan memiliki karakter dan pergaulan yang berbeda. Jika mereka masih dalam pergaulan dan lingkup teman yang positif, sebaiknya dibiarkan saja. Namun, jika anak sudah kelewat batas dengan pergaulannya, dan menjadi sangat susah jika dinasehati, ibu bisa diskusikan dengan psikolog pada aplikasi Halodoc untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi anak dengan karakter tersebut.

Jangan lupa untuk selalu mengingatkan anak jika ibu memiliki hak untuk memantau dengan siapa mereka berteman. Hal tersebut dilakukan bukan untuk membatasi, melainkan untuk mengawasi agar anak tidak terjebak dengan hal negatif yang bisa saja dipengaruhi oleh lingkup pergaulannya. Sudah seharusnya pertemanan itu berujung saling menguntungkan satu sama lain, bukan saling merugikan.