• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kasus COVID-19 di Afrika Selatan Meningkat, Diduga Varian Baru
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kasus COVID-19 di Afrika Selatan Meningkat, Diduga Varian Baru

Kasus COVID-19 di Afrika Selatan Meningkat, Diduga Varian Baru

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 13 Mei 2022

“Afrika Selatan kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19 karena varian baru, BA.4 dan BA.5. Cakupan vaksinasi yang rendah jadi faktor yang memperparah.”

Kasus COVID-19 di Afrika Selatan Meningkat, Diduga Varian Baru

Halodoc, Jakarta – Saat beberapa negara mulai bersiap menuju endemi, Afrika Selatan justru mengalami lonjakan kasus COVID-19 untuk kesekian kalinya. Varian baru Omicron, BA.4 dan BA.5, diduga menjadi penyebabnya.

Menurut data South Africa’s National Institute for Communicable Diseases, pada 11 Mei 2022, tercatat ada 10.017 kasus baru. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak Januari.

Varian Baru COVID-19 yang “Mengguncang” Afrika Selatan

Melonjaknya kasus COVID-19 di Afrika Selatan tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah setempat. Terutama akan kemungkinan Afrika Selatan dilanda gelombang kelima COVID-19.

Mengutip laman Reuters, kemungkinan gelombang baru ini dipicu oleh dominasi varian baru dari Omicron, BA.4 dan BA.5. Varian baru ini juga diduga menjadi dalang dari tingginya jumlah kematian di negara tersebut.

Seperti diketahui, Afrika Selatan baru saja keluar dari gelombang keempat COVID-19 pada Januari lalu. Dengan adanya kondisi ini, banyak ahli yang memprediksi adanya ancaman gelombang kelima di Afrika Selatan, pada Mei dan Juni.

Rendahnya Cakupan Vaksinasi Juga Jadi Penyebab

Melonjaknya kasus virus corona penyebab COVID-19 di Afrika Selatan akibat varian baru juga diduga terkait dengan cakupan vaksinasi. Di Afrika Selatan, cakupan vaksinasi COVID-19 masih terbilang rendah.

Populasi orang dewasa yang baru menerima satu dosis vaksin COVID-19 masih di bawah 50 persen, atau hanya sekitar 40 juta orang. Sementara yang sudah divaksinasi lengkap baru mencapai 45 persen dari populasi.

Menurut Reuters, laju vaksinasi di Afrika Selatan cukup melambat selama beberapa bulan terakhir. Hal ini lantaran banyak warga yang meragukan keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19.

Tentang Subvarian Baru Omicron

Setelah Delta, Omicron muncul dan menjadi ancaman di berbagai negara. Terlebih, varian Omicron ini terus bermutasi dan memunculkan beberapa subvarian baru.

Dua varian baru yang kini membuat kasus COVID-19 di Afrika Selatan adalah BA.4 dan BA.5. Keduanya adalah subvarian dari Omicron yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, meski kini sudah mulai menyebar ke negara lainnya.

Berikut ini beberapa fakta dan hal yang perlu diketahui seputar varian baru BA.4 dan BA.5,  menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

  • Penyebaran: Varian ini diketahui dapat menyebar lebih mudah daripada varian lainnya. 
  • Gejala: Sejauh ini hampir sama dengan gejala dari infeksi varian COVID-19 lainnya, seperti demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, nyeri otot, dan diare.
  • Penyakit parah dan kematian: Menurut CDC, data menunjukkan bahwa infeksi Omicron secara umum tidak terlalu parah. Namun, lonjakan kasus dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam rawat inap dan kematian. Lebih banyak data diperlukan untuk memahami sepenuhnya tingkat keparahan penyakit dan kematian yang terkait dengan varian ini.
  • Ketahanan terhadap vaksin: Mengikuti perkembangan vaksin yang direkomendasikan efektif untuk mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian. Kemunculan varian Omicron semakin menegaskan pentingnya vaksinasi dan booster.
  • Perawatan:  Pada beberapa kasus,  perawatan antibodi monoklonal tetap efektif melawan Omicron. 

Nah, itulah pembahasan mengenai lonjakan kasus COVID-19 di Afrika Selatan, dan hal-hal yang perlu diketahui seputar varian baru Omicron, BA.4 dan BA.5.

Meski waspada akan ancaman varian baru tetap penting, tidak perlu langsung panik. Hal yang perlu dilakukan adalah tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-10, seperti memakai masker, cuci tangan, dan menghindari kerumunan yang tidak perlu.

Selain itu, penting juga untuk mendapatkan vaksinasi lengkap dan juga booster, untuk melindungi dari risiko penyakit parah akibat COVID-19. Sebab, sejauh ini, vaksinasi masih jadi salah satu upaya terbaik untuk menekan penyebaran COVID-19.

Jika kamu mengalami keluhan kesehatan apa pun, segera periksakan diri ke dokter, ya. Bila dokter memberi resep obat yang harus diminum, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis kamu, tanpa perlu keluar rumah.

Referensi:
Reuters. Diakses pada 2022. S.Africa’s New COVID Cases Cross 10,000 For First Time Since January.
NBC News. Diakses pada 2022. South Africa Seeing Another Covid Surge, This Time From New Omicron Subvariant.
CDC. Diakses pada 2022.  What You Need to Know About Variants.
CDC. Diakses pada 2022. Symptoms of COVID-19.