• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Dokter: Amankah Madu untuk Pengidap Diabetes?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Dokter: Amankah Madu untuk Pengidap Diabetes?

Kata Dokter: Amankah Madu untuk Pengidap Diabetes?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Januari 2022
Kata Dokter: Amankah Madu untuk Pengidap Diabetes?

“Madu terbilang aman untuk dikonsumsi pengidap diabetes asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Kendati demikian, madu tetap dapat memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter bila kamu ingin mengganti gula dengan madu. Hal ini bertujuan agar kamu dapat mengonsumsi madu sesuai porsi dan jenis yang aman.”

Halodoc, Jakarta – Diabetes merupakan penyakit kronis di mana kadar gula darah atau glukosa pengidapnya melebihi batas normal. Penyakit tersebut membuat tubuh tidak mampu mengubah gula menjadi energi. Sebab, pankreas tidak lagi dapat memproduksi insulin yang cukup untuk menyeimbangkan glukosa dalam darah. Berita buruknya, penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan dan perlu mendapatkan penanganan serta pengendalian yang tepat. 

Nah, salah satu langkah pengendalian yang perlu dilakukan pengidap diabetes adalah mengontrol asupan gula harian mereka. Tujuannya tentu saja agar dapat menghindari berbagai risiko komplikasi serius dari diabetes. Namun, bagaimana dengan mengonsumsi madu? Apakah aman bagi pengidap diabetes? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Madu Aman untuk Dikonsumsi Pengidap Diabetes

Madu adalah cairan kental berwarna emas yang dihasilkan oleh lebah madu dan serangga lainnya, seperti tawon. Berdasarkan data yang diperoleh dari WebMD, satu sendok madu mentah mengandung sekitar 64 kalori dan 17 gram karbohidrat. Selain itu, madu juga diperkaya oleh berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. 

Misalnya seperti vitamin C, folat, magnesium, zat besi, hingga kalsium. Menariknya lagi, madu juga mengandung senyawa antioksidan. Perlu diketahui bahwa antioksidan bermanfaat dalam melindungi tubuh dari peradangan dan mencegah terjadinya kerusakan sel pada tubuh.

Nah, menurut Dr. Rizki Rina Furi seperti yang dikutip dari kanal Youtube Halodoc, pengidap diabetes memang sebaiknya menghindari atau membatasi makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan atau pemanis buatan. Namun, madu terbilang aman untuk dikonsumsi pengidap diabetes asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. 

Tak hanya aman bagi pengidap diabetes, madu juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Salah satunya seperti membantu menurunkan kadar gula dalam darah dalam tubuh. Madu juga diyakini dapat menjaga kadar kolesterol dan berat badan tetap ideal.  

Bagaimana Madu Memengaruhi Kadar Gula Darah?

Madu merupakan gula sekaligus karbohidrat alami, sehingga cairan tersebut dapat memengaruhi kadar gula darah dengan cara tertentu. Meski begitu, tampaknya madu memiliki efek yang lebih kecil jika dibandingkan dengan gula pasir. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian pada 2004 silam yang berjudul Natural Honey Lowers Plasma Glucose, C-Reactive Protein, Homocysteine, and Blood Lipids in Healthy, Diabetic, and Hyperlipidemic Subjects: Comparison with Dextrose and Sucrose. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada kelompok pengidap diabetes, madu menyebabkan peningkatan gula darah awal 30 menit setelah dikonsumsi. Namun, kadar gula darah partisipan kemudian menurun dan tetap pada level yang lebih rendah setelah dua jam setelahnya. Kendati demikian, penelitian lebih mendalam terkait pengaruh madu terhadap lonjakan kadar gula darah masih diperlukan.

Adakah Risiko Mengonsumsi Madu bagi Pengidap Diabetes?

Perlu diingat bahwa madu memiliki rasa yang jauh lebih manis daripada gula biasa, sehingga kamu hanya perlu porsi kecil dalam mengonsumsinya. Selain itu, madu juga akan tetap memengaruhi kadar gula darah pada tubuh. Maka dari itu, jika kamu merupakan pengidap diabetes dan ingin mengganti gula dengan madu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Jika diabetes terkontrol dengan baik, pastikan untuk memilih madu alami yang murni, organik, atau mentah. 

Sebab, beberapa jenis madu tersebut tidak memiliki tambahan gula dan diyakini lebih aman bagi pengidap diabetes. Meski begitu, perlu diketahui bahwa wanita hamil dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah tidak boleh mengonsumsi madu mentah. Hal ini lantaran madu mentah tidak dipasteurisasi dalam proses pengolahannya.

Nah, itulah penjelasan terkait aman atau tidaknya pengidap diabetes mengonsumsi madu. madu terbilang aman untuk dikonsumsi pengidap diabetes asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu jika kamu ingin mengganti gula dengan madu sebagai pemanis. Tujuannya agar kamu mengetahui takaran dan jenis madu apa yang aman untuk tubuhmu. 

Penyakit diabetes memang tidak dapat disembuhkan, tetapi pengidapnya dapat menjalani hidup dengan normal asalkan penyakitnya dikendalikan dengan baik. Nah, selain menjaga asupan sehari-hari, rutin memeriksakan kadar gula darah juga merupakan salah satu bentuk pengendalian diabetes.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu untuk memeriksakan kadar gula darah. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:

Youtube Halodoc. Diakses pada 2021. Amankah Madu Untuk Pengidap Diabetes?
WebMD. Diakses pada 2021. Honey: Are There Health Benefits?
Healthline. Diakses pada 2021. Honey and Diabetes: Is It Safe? 
Journal of Medicinal Food. Diakses pada 2021. Natural Honey Lowers Plasma Glucose, C-Reactive Protein, Homocysteine, and Blood Lipids in Healthy, Diabetic, and Hyperlipidemic Subjects: Comparison with Dextrose and Sucrose.