• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Dokter: Bisakah Bayi Terlilit Tali Pusar Lahir Normal?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Dokter: Bisakah Bayi Terlilit Tali Pusar Lahir Normal?

Kata Dokter: Bisakah Bayi Terlilit Tali Pusar Lahir Normal?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 Maret 2022

“Bayi terlilit tali pusar disebabkan bayi terus bergerak dan berputar di dalam kandungan. Kabar baiknya, bayi terlilit tali pusar masih memungkinkan untuk dilahirkan secara normal dengan beberapa cara.”

Kata Dokter: Bisakah Bayi Terlilit Tali Pusar Lahir Normal?

Halodoc, Jakarta – Bayi terlilit tali pusar di dalam kandungan kerap terjadi. Hal yang mengkhawatirkan yaitu ketika tali pusar melilit leher bayi. Kondisi ini bisa terjadi selama kehamilan, persalinan, atau kelahiran. Dengan kondisi bayi terlilit tali pusar, proses persalinan normal masih bisa dilakukan dengan situasi tertentu. 

Bayi terlilit tali pusar bisa terjadi disebabkan bayi terus bergerak dan berputar di dalam kandungan. Tali pusar yang sehat dilindungi oleh zat seperti agar-agar, isian lembut yang disebut jeli Wharton. Jeli tersebut berfungsi mencegah tali pusar melilit bayi ataupun membuat simpul. Namun, pada kasus tertentu jeli Wharton tidak mencukupi, sehingga bayi terlilit tali pusar lebih mungkin terjadi.

Lantas, bagaimana bayi yang terlilit tali pusar dapat lahir secara normal?

Bayi Terlilit Tali Pusar Masih Bisa Dilahirkan Secara Normal

Menurut dr. Alfi Auliya Rachman dalam video di channel Youtube Halodoc, bayi yang terlilit tali pusar masih memungkinkan lahir secara normal. Katanya, biasanya dokter kandungan akan melepaskan lilitan pada leher bayi dan melepaskannya ke arah atas kepala bayi. 

“Tapi ingat, hal ini hanya bisa dilakukan ketika posisi kepala bayi sudah keluar dari jalan lahir”, kata dr. Alfi

Dokter Alfi juga mengatakan, jika tali pusar sulit untuk dilepas, maka dokter akan memotong tali pusar sebelum bahu bayi keluar. 

“Hal tersebut bertujuan untuk menghindari tali pusar terlepas dari plasenta saat seluruh tubuh bayi lahir”, lanjut dr. Alfi.

Jika tidak memungkinkan untuk persalinan secara normal, maka dokter biasanya akan menyarankan operasi caesar. Hal tersebut tentu untuk mencegah komplikasi yang akan terjadi.

Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan bayi terlilit tali pusar, di antaranya:

  • Hamil anak kembar atau kelipatan.
  • Memiliki cairan ketuban yang berlebihan.
  • Tali pusar sangat panjang.
  • Struktur tali pusar buruk.

Sayangnya belum ada cara untuk mencegah terjadinya bayi terlilit tali pusar, dan itu terjadi tanpa kontribusi ibu. Untungnya kondisi bayi terlilit tali pusar tidak berbahaya. Bahkan, meski ada beberapa lilitan di leher bayi. 

Melansir PubMed Central, sekitar 1 dari 2.000 kelahiran terdapat kondisi bayi terlilit tali pusar dan tali pusar membentuk simpul. Dalam hal tersebut ada beberapa kemungkinan risiko. Namun, dalam kebanyakan kasus lilitan ataupun simpul tali pusar jarang menyebabkan bahaya. Kecuali jika tali pusar menghambat aliran darah, maka itu akan mengancam nyawa bayi. 

Selain itu, tidak ada gejala yang jelas yang dapat ibu rasakan saat bayi terlilit tali pusar di dalam kandungan. Hal tersebut dapat diketahui melalui USG (ultrasonografi) saat kontrol kandungan rutin. 

Jika bayi di dalam kandungan didiagnosis terlilit tali pusar selama kehamilan, maka tidak ada tindakan lebih lanjut yang bisa dilakukan. Dokter kandungan biasanya juga tidak akan menyarankan persalinan segera. Dengan pemantauan yang tepat, dokter akan dapat mendeteksi masalah ini. Dan pada sebagian besar kasus, bayi lahir tanpa komplikasi dari tali pusar. 

Namun, jika detak jantung bayi terus turun dan ibu telah mencoba untuk melahirkan secara normal, dokter mungkin akan menyarankan persalinan caesar darurat. Itulah pentingnya melakukan kontrol kandungan secara rutin, agar dokter dan ibu dapat mengetahui perkembangan dan perubahan yang terjadi pada bayi di dalam kandungan.

Jika ibu mengalami gejala yang mengkhawatirkan selama kehamilan, sebaiknya segera kunjungi dokter kandungan. Ibu bisa membuat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit terpercaya melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Birth Injury Help Center. Diakses pada 2022. Umbilical Cord Problems
Healthline. Diakses pada 2022. How Does Nuchal Cord Affect My Baby?
PubMed Central. Diakses pada 2022. Neonatal outcomes following a tight nuchal cord