12 August 2016

Kata Dokter: Trik Kenali Vaksin Palsu untuk Si Kecil

Kata Dokter: Trik Kenali Vaksin Palsu untuk Si Kecil

Halodoc, Jakarta - Berita mengenai vaksi palsu merupakan pembicaraan hangat yang selama beberapa pekan terakhir. Terdapat 14 Rumah Sakit yang telah menyalah gunakan dengan memperjual belikan vaksin palsu dan 12 jenis vaksin palsu dengan beredar di pasaran. Oleh karena itu, mari kenali cara yang tepat mengetahui vaksi palsu dari Ahli kesehatan Halodoc.

Apa sih vaksin palsu itu?
Pada dasarnya vaksinasi merupakan suatu upaya untuk menciptakan imunitas dalam tubuh terhadap penyakit tertentu. Sedangkan vaksin palsu ini biasanya beredar dengan berisi cairan infus dan antibiotic gentamisin yang sebenarnya tidak dapat memberikan imunitas apapun kepada tubuh penerima.

Berbahaya kah vaksin palsu bagi anak-anak?
Kandungan cairan infus dan antibiotik pada vaksin palsu sendiri memiliki efek sangat minimal terhadap tubuh anak. Namun yang paling merugikan adalah tidak terbentuknya imunitas yang pada dasarnya sangat dibutuhkan oleh anak Anda, sehingga anak Anda pun memiliki risiko lebih tinggi untuk rentan terkena penyakit yang semestinya dapat dicegah dengan cara vaksinasi.

Lalu, bagaimana cara saya membedakan vaksin asli dan palsu?
Membedakan antara vaksin asli dan vaksin palsu begitu sulit membedakannya. Mengapa? Karena kemasan vaksin sangat sulit untuk membedakannya. Untuk mengetahui caranya berikut tips & trik untuk membedakan vaksin asli dan vaksin palsu:

Vaksin Asli

  • Cairan vaksin terlihat keruh
  • Kemasan di segel secara rapih
  • Label keterangan vaksin pada sampul terlihat jelas
  • Ingatkan petugas kesehatan untuk melepas stiker pada tabung vaksin dan tempel pada buku kesehatan bayi sebagai bukti imunisasi
  • Dijual dengan harga normal sesuai dengan standar vaksin dan tertera pada bungkus vaksin

Vaksin Palsu

  • Cairan vaksin bening
  • Kemasan kotor dan tidak rapih
  • Nomor registrasi produk tidak jelas
  • Terdapat adanya bekas terbuka pada botol vaksin
  • Dijual dengan harga jauh dibawah pasaran

 

Sumber: Kompas TV