• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Dokter: Waspada Batuk pada Anak yang Tak Kunjung Sembuh
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Dokter: Waspada Batuk pada Anak yang Tak Kunjung Sembuh

Kata Dokter: Waspada Batuk pada Anak yang Tak Kunjung Sembuh

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 Januari 2022

Batuk kerap terjadi saat pergantian musim atau berada pada musim pancaroba. Tidak hanya pada orang dewasa, batuk juga rentan menyerang anak hingga mengganggu kenyamanan mereka dalam beraktivitas. Ibu, waspada jika batuk pada anak tidak kunjung sembuh. Simak penjelasan lengkap dari dr. M. Alfi Auliya R, dokter umum dari Halodoc berikut ini!”

Kata Dokter: Waspada Batuk pada Anak yang Tak Kunjung Sembuh

Halodoc, Jakarta – Batuk pada anak memang menjadi masalah kesehatan yang menyebalkan. Selain membuat anak merasa tidak nyaman, aktivitas sehari-harinya pun bisa terganggu. Biasanya, batuk bisa sembuh dalam waktu beberapa hari. Namun, bagaimana jadinya jika Si Kecil mengalami batuk yang tidak sembuh alias batuk kronis?

dr. M Alfi Auliya R, seorang dokter umum dari Halodoc menjelaskan, apabila anak mengalami batuk kronis dan tidak segera membaik, sebaiknya ibu dan ayah tidak menganggap hal tersebut sepele. Pasalnya, batuk kronis bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius pada anak. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang membuat batuk pada sang buah hati tidak segera sembuh:

  1. Batuk Rejan

Batuk rejan terjadi karena adanya infeksi pada bagian paru dan saluran pernapasan, dan sayangnya kondisi ini sangat menular. Pengidap batuk rejan bisa terus batuk dan tidak segera sembuh bahkan hingga tiga bulan. Inilah mengapa batuk rejan juga punya sebutan lain, yaitu batuk seratus hari. 

Batuk ini bisa sangat membahayakan nyawa apabila menyerang anak dan orang dewasa yang lebih tua. Terlebih pada bayi yang masih belum bisa mendapatkan vaksin pertusis. Batuk rejan bisa diketahui dari rentetan batuk yang terdengar keras dan terjadi berkelanjutan. Batuk bisa dilihat dari tarikan napas yang panjang melalui mulut atau disebut juga dengan whoop

Tahapan pertama dari batuk rejan menjadi masa ketika infeksi begitu menular. Sementara memasuki tahapan kedua, orang dewasa yang berusia lebih tua harus sangat waspada dan segera melakukan pengobatan. Pasalnya, fase ini ternyata punya tingkat risiko kematian yang tertinggi. 

  1. Tuberkulosis (TBC)

Selanjutnya adalah tuberkulosis atau TB atau TBC yang menjadi gangguan kesehatan yang menyerang organ paru-paru. Ibu perlu berhati-hati dengan kondisi ini karena TBC juga bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera dilakukan penanganan atau penanganan yang dilakukan tidak tepat. 

Orang-orang dengan kondisi TBC yang belum menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan adalah sumber penularan paling utama bagi orang sehat lain di sekitar. Nah, salah satu gejala TBC yang paling umum adalah batuk yang terjadi berkepanjangan atau batuk kronis hingga lebih dari tiga minggu. 

Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Meski dapat menular dengan mudah melalui percikan liur, orang-orang harus melakukan kontak dekat dan lama dengan pengidap baru bisa tertular. Jadi, sederhananya, tidak semudah penularan penyakit flu. 

Lebih buruknya, bakteri penyebab TBC bisa dengan mudah berkembang biak dan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bagian alveolus di paru-paru. Artinya, tanpa melakukan perawatan yang tepat dan segera, bakteri tersebut bisa dengan mudah terbawa oleh darah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

  1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK juga bisa ditandai dengan batuk kronis pada anak. Masalah kesehatan ini mengakibat organ paru membuat lendir berlebihan. Selain batu kronis, gejala lain dari PPOK yaitu batuk yang disertai dengan dahak lendir dengan warna hijau atau kuning. PPOK sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, dari semuanya, emfisema menjadi kondisi yang mengakibatkan batuk berkepanjangan. 

  1. Pneumonia

Pneumonia terjadi karena infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae dan menyerang paru-paru bagian alveolus yang bertugas sebagai penukar gas. Masalah kesehatan ini juga dikenal dengan sebutan radang paru yang berisi nanah atau cairan atau paru-paru basah. Infeksi tersebut bisa terjadi pada salah satu atau kedua bagian paru. Akibatnya, kantong udara yang berada di ujung saluran pernapasan dalam organ paru-paru akan mengalami pembengkakan dan penuh oleh cairan.  

Selain empat masalah kesehatan tersebut, batuk yang tidak kunjung sembuh pada Si Kecil juga bisa terjadi karena berbagai hal lain, seperti bronkitis akut, GERD, alergi, flu, hingga infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Jadi, apabila sang buah hati terserang batuk dan tidak sembuh hingga lebih dari dua minggu, segera tanyakan pada dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ibu, pastikan sudah download aplikasi Halodoc, ya!

Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Diseases and Conditions. Chronic Cough.
WebMD. Diakses pada 2022. Your Child’s Cough.
Healthline. Diakses pada 2022. Tuberculosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pneumonia.
Medscape. Diakses pada 2022. Drugs & Diseases. Pertussis.
Youtube Halodoc. Diakses pada 2022. Batuk Anak Tak Kunjung Sembuh? Awasi 5 Penyakit Ini.