• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Psikolog: Fantasi Seksual yang Normal

Kata Psikolog: Fantasi Seksual yang Normal

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kata Psikolog: Fantasi Seksual yang Normal

“Fantasi seksual adalah hal yang wajar dimiliki oleh setiap orang. Hal ini nyatanya mampu memberikan dampak positif bila diaplikasikan dengan benar. Saat disalurkan dengan benar, fantasi seksual yang normal mampu meningkatkan kepuasaan seksual serta hubungan seksual dengan pasangan.”

Halodoc, Jakarta – Selama ini, banyak orang yang enggan membicarakan tentang seks karena dianggap tabu, apalagi membicarakan soal fantasi seksual. Fantasi seksual adalah gambaran mental atau pola pemikiran seksualitas untuk meningkatkan hasrat seksual. Singkatnya, fantasi seksual adalah imajinasi alam bawah sadar seseorang untuk meningkatkan gairah seksual. 

Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Defryansyah Amin m.Psi, seperti dalam kanal Youtube Halodoc, adalah wajar bila seseorang memiliki fantasi seksual. Malah penelitian menyebutkan kalau sangat jarang orang yang tidak memiliki fantasi seksual. 

Defryansyah mengatakan bahwa ada banyak faktor yang membentuk fantasi seksual seseorang. Sebagian besarnya dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dimasa lalu. Misalnya, saat seseorang melihat objek tertentu yang merangsang hasrat seksnya. Pengalaman seksual sebelumnya atau paparan dari bacaan serta film juga dapat membentuk fantasi seksual seseorang. Lantas, seperti apa sih fantasi seksual yang normal? Simak penjelasan berikut.

Baca juga: Berhubungan Intim yang Ideal Itu Berapa Kali Seminggu Sih?

Ciri-Ciri Fantasi Seksual yang Normal

Fantasi seksual yang normal tentu fantasi yang memberikan dampak positif. Defryansyah menyebutkan kalau kalau fantasi seksual mampu memberikan banyak dampak positif, seperti memenuhi kepuasan seksual dan meningkatkan hubungan seksual dengan pasangan. Mengapa bisa demikian? Fantasi seksual merupakan imajinasi atau rasa penasaran yang selama ini terpendam. Nah, ketika rasa penasaran ini mampu disalurkan dengan baik maka dapat meningkatkan kepuasan seksual seseorang.

Kebanyakan orang yang melakukan fantasi seksual bertujuan untuk meningkatkan gairahnya, menjawab rasa penasarannya dan untuk mengekspresikan seksual dari lingkungan yang umumnya menganggap seks adalah hal yang tabu. Meskipun banyak memberikan dampak positif, ada pula dampak negatif yang bisa timbul dari fantasi seksual. 

Dampak negatif ini timbul ketika fantasi seksual justru menjadi suatu keharusan. Misalnya, tanpa fantasi seksual seseorang tidak mampu mencapai orgasme atau gairahnya tidak meningkat. Lama kelamaan, kondisi ini bisa mengarah ke penyimpangan seksual.

Pemahaman yang Keliru tentang Fantasi Seksual

Tak sedikit orang yang beranggapan kalau seseorang yang memiliki fantasi seksual mengidap hypersex. Padahal yang membedakan seseorang mengalami hypersex adalah bagaimana cara orang tersebut mengontrol hasrat seksualnya. Tidak semua fantasi seksual harus diaplikasikan. 

Baca juga: Bentuk Pelecehan Seksual yang Perlu Diketahui

Nah, seseorang yang mengalami hypersex biasanya punya kekurangan pada self-controlnya. Alhasil, kondisi tersebut membuat pengidap hypersex membedakan mana yang cukup jadi fantasi dan mana yang bisa diaplikasikan.

Selain hypersex, banyak pula orang yang sulit membedakan antara fantasi seksual dengan fetish. Fetish adalah salah satu hasrat seksual ketika seseorang melihat suatu objek benda mati. Jadi bisa dikatakan fetish sendiri sebenarnya adalah bagian dari fantasi seksual. 

Apakah Fantasi Seksual Penting dalam Suatu Hubungan?

Lantas, apakah fantasi seksual amat penting dalam suatu hubungan pernikahan? Menurut Defryansyah, semuanya kembali ke pasangan. Sebab, saat bicara seputar fantasi seksual, seseorang juga perlu melihat pola interaksi dirinya dengan pasangannya. Apakah keterbukaan adalah salah satu prinsip dalam pernikahan dan apakah fantasi ini sesuai dengan nilai-nilai yang dianut.

Nah, fantasi seksual dikomunikasikan dengan pasangan dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan sebenarnya baik. Namun, jika ternyata ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut justru bisa memengaruhi hubungan kamu dan pasangan. Jika ternyata tidak sejalan dengan pasangan, sebaiknya jangan dipaksakan. 

Defryansyah juga menambahkan kalau ada 4 prinsip untuk mengaplikasikan fantasi seksual pada pasangan. Pertama apakah fantasi tersebut sesuai dengan prinsip dalam pernikahan. Kedua, apakah fantasi seksual sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku. Ketiga, apakah fantasi seksual tidak menyakiti pasangannya. Terakhir, fantasi tersebut harus ada konsen atau izin dari pasangan. 

Jika pasangan telah menyetujui dan ingin masuk ke fantasi seksual, maka hal ini boleh diterapkan. Tidak masalah mana fantasi yang lebih liar, yang penting kedua pasangan mampu menemukan titik tengah. Namun,ini harus menjadi privacy di antara keduanya yang harus saling dijaga untuk meningkatkan keintiman di antara pasangan. 

Baca juga: 5 Kelainan Seksual yang Perlu Diketahui

Jika kamu merasa memiliki fantasi seksual yang cukup liar sampai mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk menghubungi psikolog di aplikasi Halodoc. Psikolog akan membantu menjawab segala keluhan kamu. Segera hubungi psikolog supaya kendala yang sedang kamu alami bisa segera ditangani. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Youtoube. Diakses pada 2021. Halodoc Talks – Fantasi Seksual, Normalkah?
Verywell Mind. Diakses pada 2021. Why You Have Sexual Fantasies and What They Mean.
Psychology Today. Diakses pada 2021. Why Do People Have Sexual Fantasies?.