• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kata Psikolog: Jangan Salah Kaprah, Ini Bedanya Posesif dan Protektif

Kata Psikolog: Jangan Salah Kaprah, Ini Bedanya Posesif dan Protektif

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kata Psikolog: Jangan Salah Kaprah, Ini Bedanya Posesif dan Protektif

“Banyak orang yang terjebak dalam toxic relationship akibat punya pasangan yang posesif. Seringkali posesif ini disalah artikan sebagai sikap yang protektif. Padahal, posesif dan protektif punya perbedaan yang sangat signifikan. Begini cara membedakan perilaku posesif dan protektif pada pasangan.”

Halodoc, Jakarta – Setiap pasangan pasti punya naluri untuk saling melindungi pasangannya. Namun, seringkali sikap ingin melindungi ini melebihi batas sampai menghalangi kehidupan pasangan. Sikap melebihi batas ini adalah salah satu ciri perilaku posesif. Tak sedikit orang yang masih kesulitan untuk membedakan mana perilaku yang protektif dan mana yang posesif. 

Punya pasangan yang posesif pastinya membuat kamu merasa terjebak dan terkungkung dalam hubungan toxic. Jika dilanjutkan, punya pasangan yang posesif justru bisa menyakiti diri atau menyebabkan masalah pada kesehatan mental. Lantas, bagaimana sih cara membedakan sikap protektif dan posesif dari pasangan? Nah, berikut penjelasan dari psikolog Wulan Suci Mokobombang, S.Psi. dalam Instagram Halodoc.

Bedanya Posesif dan Protektif

Menurut Wulan, perilaku posesif ditandai dengan adanya rasa kepemilikan yang amat sangat besar terhadap pasangannya. Sedangkan protektif artinya adanya rasa perlindungan, di mana seseorang mampu menciptakan rasa aman dan juga nyaman serta mendahulukan keselamatan pasangannya. 

Nah, berikut perbedaan yang paling mencolok antara sikap posesif dan protektif:

1. Posesif

Seseorang yang punya perilaku posesif biasanya terlalu mengatur dan terlalu ketat dengan pasangannya. Selain itu, orang yang posesif biasanya juga selalu curiga sehingga tidak bisa memberikan ruang kepada pasangan untuk mengeksplorasi dirinya. 

Melansir dari WebMD, jika terus dijalani, sifat posesif bisa menimbulkan masalah yang serius dalam suatu hubungan. Misalnya seperti kecemburuan, pelecehan, paranoia, atau menguntit. Penting untuk mengenali tanda-tanda pasangan posesif sebelum keadaannya berubah menjadi semakin memburuk.

2. Protektif

Beda halnya dengan seseorang yang punya sikap protektif. Orang yang protektif dengan pasangannya biasanya memberikan rasa kepercayaan dan keamanan. Mereka tidak akan mengatur, melainkan mengarahkan dan juga memberikan kesempatan pada pasangan untuk bisa mengeksplor dirinya sendiri. Kalau dibandingkan dengan sikap posesif, perilaku protektif ini sudah jelas mengarah ke hal yang lebih positif.

Bagaimana Sebaiknya Bersikap kepada Pasangan?

Sebagai pasangan, tentunya lebih baik kamu bersikap protektif, tapi dengan catatan tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan tentunya tidak sehat, sehingga kamu bisa memberikan ruang kepada pasanganmu untuk bercerita apa yang sedang dia rasakan.

Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hubungan yang sehat dengan pasangan. Menurut Wulan, ada tiga esensi dasar untuk membangun hubungan yang sehat, yaitu saling menghargai, berkomitmen dan punya tujuan yang jelas. 

Selanjutnya, bagaimana menghadapi pasangan yang posesif?

Kalau kamu melihat tanda-tanda perilaku posesif pada pasangan, kamu harus sadar bahwa hal tersebut adalah masalah yang dimiliki oleh pasanganmu dan bukan dirimu. Pertama-tama kamu harus mencari tahu apa yang membuat pasanganmu bersikap posesif. Berikan perhatian lebih agar pasangan  merasa dihargai terlebih dahulu.

Setelah itu, katakan dengan jujur kepada pasangan kalau kamu keberatan dengan sikapnya. Bicarakan baik-baik secara empat mata tanpa perlu emosi. Tegaskan tapi dengan cara yang santai saat menyampaikan perasaanmu sampai pasanganmu mengerti. 

Bila pasangan sudah memahami perasaanmu, buat batasan hubungan agar pasangan tidak semakin posesif. Seperti membatasi sikap pasangan yang menurut kamu sudah melebihi batas. 

Jangan lupa sampaikan dengan kepala dingin agar tidak memicu perdebatan yang menimbulkan masalah. Jika hubungan tidak semakin membaik, kamu bisa menghubungi psikolog melalui aplikasi Halodoc

Psikolog dapat memberikan saran yang tepat untuk masalah yang sedang kamu hadapi. Jangan tunda menghubungi psikolog sebelum situasinya semakin memburuk. Yuk,  download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi :
Psychology Today. Diakses pada 2021. Be Mine: Dealing With Possessiveness in a Relationship.
WebMD. Diakses pada 2021. Signs of Possession in Sex and Relationships.
Marriage. Diakses pada 2021. Overprotective Partner? Here’s What You Can Do.