• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Buruk yang Bisa Sebabkan Dispepsia

Kebiasaan Buruk yang Bisa Sebabkan Dispepsia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kebiasaan Buruk yang Bisa Sebabkan Dispepsia

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami sakit perut di bagian atas setelah makan? Kalau pernah, mungkin saat itu kamu mengalami dispepsia. Kondisi ini termasuk gangguan pencernaan yang digambarkan dengan ketidaknyamanan di perut bagian atas. Ini memang bukan suatu penyakit, melainkan gangguan biasa. 

Walaupun jarang berkembang menjadi serius, kamu tetap tidak boleh menyepelekan kondisi ini. Pasalnya, dispepsia juga bisa menjadi gejala penyakit pencernaan lainnya. Lantas, kondisi apa saja yang bisa memicu timbulnya dispepsia? Sebaiknya, catat beberapa hal berikut. 

Baca juga: Jangan Diremehkan, Dispepsia Bisa Berakibat Fatal

Kebiasaan Buruk Penyebab Dispepsia

Dispepsia sering kali muncul ketika kamu menelan udara berlebihan. Nah, udara berlebihan ini kemudian membuat kamu bersendawa dan kembung. Jika setelah itu kamu merasakan ketidaknyamanan di perut bagian atas, bisa jadi kamu mengalami dispepsia. Contoh kebiasaan buruk yang memicu dispepsia, yakni:

  • Makan terlalu banyak, makan terlalu cepat, makan makanan tinggi lemak, atau makan saat mengalami stres.
  • Minum terlalu banyak alkohol.
  • Merokok.
  • Stres dan kelelahan.

Apabila kamu tidak ingin merasakan ketidaknyamanan akibat dispepsia, kamu mungkin perlu menghindari kebiasaan atau kondisi tersebut.

Cara Memastikan Gejala Dispepsia

Gejala dispepsia memang mirip seperti saat kamu mengalami kekenyangan atau naiknya asam lambung. Namun, seseorang yang mengalami dispepsia biasanya punya satu atau lebih gejala berikut:

  • Rasa kenyang yang muncul lebih cepat saat makan. Kamu mungkin belum makan banyak, tetapi tiba-tiba sudah merasa kenyang dan tidak mampu menghabiskan makan.
  • Rasa kenyang yang membuat perut tidak nyaman setelah makan. Rasa kenyang ini bisa berlangsung lebih lama dari biasanya.
  • Ketidaknyamanan di perut bagian atas. Kamu mungkin merasakan nyeri ringan hingga parah di area antara bagian bawah tulang dada dan pusar.
  • Perut bagian atas terasa seperti terbakar. Timbul sensasi panas panas yang membuat perut tidak nyaman atau sensasi terbakar di antara bagian bawah tulang dada dan pusar.
  • Kembung di perut bagian atas. Merasa sesak yang tidak nyaman karena penumpukan gas.
  • Mual seperti ingin muntah.
  • Sendawa terus-menerus.

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Dispepsia dan GERD

Terkadang dispepsia juga memicu mulas, tetapi mulas ini berbeda dengan mulas asam lambung. Mulas asam lambung ditandai dengan rasa terbakar di bagian tengah dada yang mungkin menjalar ke leher atau punggung selama atau setelah makan. Sedangkan mulas dispepsia terasa di perut bagian atas, lebih tepatnya di atas pusar. 

Bagaimana Mengatasi Dispepsia?

Tidak sulit untuk mengatasi dispepsia. Kamu hanya perlu melakukan perubahan gaya hidup berikut ini:

  • Makan dengan porsi kecil tapi sering. 
  • Kunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh.
  • Menghindari pemicu, seperti makan makanan berlemak, makanan pedas, makanan olahan, minuman berkarbonasi, kafein, alkohol, dan rokok.
  • Menjaga berat badan yang sehat. Berat badan berlebih dapat memberi tekanan pada perut dan memicu mulas.
  • Berolahraga secara teratur untuk menurunkan berat badan ekstra dan meningkatkan fungsi pencernaan.
  • Mengelola stres. Ciptakan lingkungan yang tenang saat makan. Praktikkan teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai. 
  • Tidur cukup dan hindari begadang.

Adapun sejumlah obat yang mampu mengiritasi lapisan perut, sehingga kamu lebih rentan mengalami dispepsia. Biasanya, obat pereda nyeri sering menyebabkan kondisi ini. Jika kamu sedang mengonsumsi obat tersebut, sebaiknya diskusikan kembali dengan dokter apakah penggunaanya perlu dihentikan atau dosisnya dikurangi.

Baca juga: 5 Makanan yang Aman Dikonsumsi Pengidap Dispepsia

Kalau kamu sedang butuh saran dari dokter, kamu bisa menghubungi dokter sesuai kondisi yang kamu alami lewat aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi ini, kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Indigestion.
WebMD. Diakses pada 2020. Indigestion.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about indigestion or dyspepsia.