Kebiasaan Konsumsi Alkohol Picu Skorbut, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kebiasaan Konsumsi Alkohol Picu Skorbut, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Menjalani gaya hidup sehat adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan. Kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol menjadi kebiasaan buruk yang sebaiknya dihentikan karena gangguan kesehatan yang dapat terjadi, salah satunya adalah skorbut.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Tidak hanya gangguan jantung dan juga paru-paru, gaya hidup rentan dengan risiko kondisi skorbut. Skorbut adalah kondisi ketika tubuh mengalami gangguan kesehatan penyakit langka yang disebabkan tubuh kekurangan vitamin C.

Ketahui Lebih Banyak Mengenai Skorbut

Skorbut, dikenal juga dengan scurvy adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin C. Padahal, tubuh memerlukan banyak jenis vitamin untuk membuat seluruh fungsi tubuh berjalan dengan optimal. 

Vitamin C adalah kandungan yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, dengan begitu kamu perlu mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C agar tubuh kamu tidak mengalami kekurangan vitamin C.

Vitamin C adalah kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi protein yang terdapat pada berbagai jaringan tubuh yang dikenal sebagai kolagen. Kekurangan vitamin C dalam tubuh menyebabkan serat kolagen dalam tubuh berkurang dan tubuh tidak dapat memperbaiki jaringan dengan optimal. Adanya kerusakan jaringan yang tidak dapat diatasi tubuh ini yang memicu kondisi skorbut.

Gejala yang muncul tidak dapat langsung terlihat ketika seseorang mengalami kekurangan vitamin C. Biasanya, gejala terlihat beberapa bulan setelah seseorang mengalami kekurangan vitamin C.

Ada berbagai kondisi yang bisa menjadi gejala atau tanda adanya penyakit skorbut, seperti munculnya rasa lelah sepanjang waktu, mudah mengalami suasana hati atau menjadi lebih uring-uringan dan mudah emosi. Selain itu, pengidap skorbut lebih sering mengalami nyeri otot dan nyeri sendi.

Baca juga: Inilah yang Akan Terjadi pada Otak Pecandu Alkohol

Tidak hanya itu, pengidap skorbut juga mengalami gejala pada fisik mereka, seperti munculnya bintik biru yang kemerahan pada beberapa bagian kulit, pembengkakan gusi disertai kondisi mudah berdarah, kulit yang mengalami kondisi lebam, serta bekas luka yang menjadi merah dan membengkak.

Tidak hanya orang dewasa, kondisi skorbut dapat dialami oleh anak-anak. Gejala yang dialami oleh anak-anak pun sedikit berbeda dengan gejala yang dialami oleh orang dewasa. Menurunnya nafsu makan, lambatnya berat badan bertambah, diare yang disertai demam menjadi gejala skorbut pada anak-anak. Sebaiknya periksakan kesehatan anak pada rumah sakit terdekat untuk penanganan pada kondisi skorbut.

Hentikan Kebiasaan Minum Alkohol untuk Hindari Skorbut

Kondisi skorbut yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kondisi yang berbahaya. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk cegah kondisi skorbut pada orang dewasa, salah satunya adalah menghentikan kebiasaan minum alkohol. 

Hal ini disebabkan karena kandungan pada alkohol menyebabkan terganggunya penyerapan vitamin pada tubuh, salah satunya vitamin C. Alkohol memengaruhi jumlah lemak dalam tubuh yang memiliki fungsi untuk melarutkan vitamin. Kondisi ini memengaruhi penyerapan vitamin dalam tubuh.

Penyerapan vitamin dan mineral yang terganggu menyebabkan seseorang dengan jumlah pengonsumsian alkohol yang tinggi dapat mengalami kekurangan vitamin dan mineral. Tidak hanya vitamin C, jenis vitamin lain juga sulit untuk diserap oleh tubuh. Jadi, tidak ada salahnya untuk melakukan gaya hidup sehat dan hindari pengonsumsi alkohol. 

Baca juga: Benarkah Wanita Rentan Kecanduan Alkohol?

Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi agar kamu terhindar dari kondisi kekurangan vitamin C untuk kebutuhan tubuh.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Scurvy
Healthline. Diakses pada 2019. Scurvy
Healthline. Diakses pada 2019. 15 Signs and Symptoms of Vitamin C Deficiency