• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Memicu Hipertensi

Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Memicu Hipertensi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Dari beberapa studi yang dilakukan, konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang wajar dapat membuat jantung tetap sehat. Namun, apakah alkohol memicu hipertensi pada seseorang? Jawabannya adalah tergantung pada gaya hidup masing-masing orang.

Hal pertama yang dapat dilakukan guna menurunkan tekanan darah adalah dengan mengurangi berat badan melalui diet sehat, olahraga, mengurangi asupan garam, serta mengurangi stres. Lantas, seberapa banyak konsumsi alkohol yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi?

Baca juga: Ini Alasan Pecandu Alkohol Rentan Terkena Avascular Necrosis

Benarkah Kebiasaan Minum Alkohol Memicu Hipertensi?

Kesehatan jantung dan tekanan darah dalam tubuh akan selalu terkait dengan usia dan faktor risiko lain, salah satunya adalah mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang banyak. Meskipun dinilai mampu menyehatkan organ jantung, jangan harap kesehatanmu akan baik-baik saja jika mengonsumsi alkohol melewati batasan wajar.

Jika dikonsumsi dalam porsi yang kecil, alkohol dapat bekerja dengan melebarkan pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah untuk sementara. Lain halnya jika alkohol dikonsumsi secara berlebihan dan dalam waktu yang lama. Alkohol memicu hipertensi pada seseorang atau memperparah gejala yang sudah ada. Pasalnya, alkohol dapat mempersempit pembuluh darah, yang dapat berujung pada kerusakan pembuluh darah dan organ dalam tubuh.

Baca juga: Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Sindrom Mallory Weiss

Untuk menjaga tekanan darah berada dalam angka yang normal, batasi konsumsi alkohol per hari. Jika kamu sudah menjadi pecandu zat yang satu ini, berikut adalah tips mengatasi kecanduan alkohol:

  • Berkomitmen pada Diri Sendiri untuk Berhenti

Langkah pertama dalam mengatasi kecanduan alkohol adalah dengan membuat komitmen dengan diri sendiri untuk berhenti mengonsumsinya. Hal tersebut dilakukan demi tekanan darah yang stabil serta kesehatan tubuh. Langkah pertama dalam melakukannya adalah menentukan tanggal berhenti, dan patuhi peraturan yang telah kamu buat.

  • Sibukan Diri

Langkah selanjutnya dalam mengatasi kecanduan alkohol adalah dengan menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan menyenangkan untuk mengalihkan pikiran. Selain melakukan kegiatan yang menyenangkan, kamu juga dapat melakukan olahraga atau meditasi untuk membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

  • Pemulihan Secara Mandiri

Mulailah menjalani hidup sehat dengan tidur lebih awal dan rutin berolahraga. Tinggalkan aktivitas lama yang berkaitan dengan alkohol. Minta dukungan keluarga selama proses pemulihan berlangsung. Jangan lupa untuk menjauhi lingkungan perteman dan situasi yang tidak mendukung proses pemulihan.

  • Kenali Tanda Ketergantungan

Jika kamu mengalami kesulitan dalam mengatasi kecanduan alkohol, kamu akan membutuhkan bantuan dari ahlinya. Kamu membutuhkan bantuan profesional saat alkohol telah memengaruhi pekerjaan, sekolah, atau kehidupan pribadimu. Untuk membantu mengatasi kecanduan alkohol, kamu bisa diskusikan langsung hal ini dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Konsumsi Alkohol Jangka Panjang Sebabkan Delirium Tremens

Selain beberapa langkah tersebut, kamu juga dapat bergabung dalam komunitas mantan pecandu alkohol guna mendapat dukungan dari orang-orang yang juga memiliki kondisi yang sama denganmu. Dalam kasus yang parah, rehabilitasi mungkin saja diperlukan guna membantu pecandu untuk berhenti total mengonsumsi alkohol.

Cobalah fokus untuk meninggalkan kebiasaan lama dan mulai menjalani gaya hidup baru yang lebih sehat. Kebiasaan mengonsumsi alkohol bukan hanya memicu hipertensi saja, tapi juga sejumlah kesehatan lain, seperti gangguan otak dan saraf, penyakit liver, masalah pencernaan, gangguan menstruasi, gangguan fungsi seksual, masalah kehamilan, masalah penglihatan, komplikasi diabetes, serta kanker.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Alcohol Linked With High Blood Pressure.
WebMD. Diakses pada 2020. What Are the Treatments for Alcohol Use Disorder?