• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Minum Alkohol Dapat Sebabkan Hepatomegali

Kebiasaan Minum Alkohol Dapat Sebabkan Hepatomegali

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kebiasaan Minum Alkohol Dapat Sebabkan Hepatomegali

Halodoc, Jakarta - Hepatomegali adalah kondisi hati yang membesar ketika hati mengalami pembengkakan melebihi ukuran yang seharusnya. Hati memiliki banyak tugas penting, seperti membantu membersihkan darah dengan membuang bahan kimia berbahaya yang dibuat tubuh. 

Hati yang bengkak biasanya merupakan gejala dari kondisi kesehatan lain, seperti hepatitis. Bisa juga disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebiasaan minum alkohol. Meskipun banyak pilihan pengobatan, namun akan lebih baik untuk mencegahnya. 

Baca juga: Begini Prosedur Tes Darah untuk Diagnosis Penyakit Hati

Penyebab Umum Hepatomegali

Hepatomegali sering kali menjadi tanda bahwa jaringan di dalam hati tidak berfungsi dengan baik. Penyebab umum yang perlu diketahui meliputi:

  • Kanker metastatik, atau kanker yang dimulai dari organ lain dan menyebar ke hati.
  • Penyakit perlemakan hati non alkoholik atau penumpukan lemak di hati bukan karena alkohol.
  • Kelainan jantung dan pembuluh darah, atau kondisi yang menghalangi pembuluh darah yang mengalirkan darah ke hati. 
  • Kanker hati atau kanker yang tumbuh dari dalam hati.
  • Sirosis, atau kerusakan parah dan jaringan parut pada hati karena racun seperti alkohol.
  • Virus hepatitis (paling umum A, B, atau C), atau infeksi hati yang berbeda yang masing-masing disebabkan oleh virus. 
  • Penyakit hati alkoholik, atau serangkaian kerusakan hati yang mencakup timbunan lemak, peradangan, dan akibat konsumsi alkohol.

Gagal jantung kongestif juga bisa menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah hati. Pembuluh darah ini membantu mengalirkan darah dari hati. Akhirnya, hati akan menjadi sesak dan membesar. Maka dari itu, kondisi ini disebut hepatomegali kongestif. 

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan untuk mendeteksi Penyakit Hati

Penyebab hepatomegali yang jarang terjadi, yaitu:

  • Limfoma, atau kanker darah pada sistem limfatik.
  • Leukimia, atau sejenis kanker darah pada sumsum tulang. 
  • Multiple myeloma, atau jenis kanker darah pada sumsum tulang khusus sel plasma.
  • Hemochromatosis, atau penumpukan zat besi di hati.
  • Penyakit Wilson, penumpukan tembaga di hati. 
  • Penyakit Gaucher, kelainan yang menyebabkan terbentuknya zat lemak di hati.
  • Hepatitis toksik, atau radang hati karena keracunan bahan kimia. 
  • Obstruksi saluran empedu atau kandung empedu, atau cadangan empedu dan peradangan di dalam hati. 
  • Kista hati atau kantung berisi cairan di dalam hati dari berbagai penyebab.

Beberapa infeksi dan kondisi medis tertentu bisa menyebabkan pertumbuhan di hati. Pertumbuhan di hati bisa jinak (bukan kanker) atau ganas (kanker). Biasanya, setiap pertumbuhan akan menyebabkan hati membesar. 

Pencegahan Hepatomegali yang dapat Dilakukan

Kerusakan yang terjadi di hati dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam perut. Kamu dapat memperhatikan bahwa perut terasa lebih menonjol dari biasanya. Kamu juga bisa mengalami gejala lain seperti penyakit kuning, kehilangan nafsu makan, dan sakit perut. Jika memang begitu, bicarakan segera pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Hati adalah organ vital. Cara terbaik untuk mengelola kesehatan hati dengan mengikuti petunjuk dokter terkait praktik kesehatan. Coba lakukan olahraga secara rutin, mengurangi konsumsi alkohol, dan memiliki pola makan dengan gizi yang seimbang. 

Baca juga: 4 Penyakit yang Sering Terjadi pada Organ Liver

Prospek pemulihan dan pengurangan gejala penyakit hati ini tergantung pada penyebab hepatomegali. Cara mengurangi gejala penyakit hepatomegali, kamu dapat mengonsumsi obat yang tersedia, seperti gejala gagal hati dan gagal jantung

Terkadang, gejala hepatomegali tidak muncul sampai tahap selanjutnya. Namun yang perlu diwaspadai adalah kerusakan hati yang parah dapat menyebabkan komplikasi seumur hidup. 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About an Enlarged Liver

WebMD. Diakses pada 2020. Liver Diseases: What You Should Know