• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Sering Mengucek Mata Picu Floppy Eyelid Syndrome
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kebiasaan Sering Mengucek Mata Picu Floppy Eyelid Syndrome

Kebiasaan Sering Mengucek Mata Picu Floppy Eyelid Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 24 Juli 2020
Kebiasaan Sering Mengucek Mata Picu Floppy Eyelid Syndrome

Halodoc, Jakarta - Floppy eyelid syndrome (FES) adalah gangguan mata yang sering tidak terdiagnosis dengan baik. Mereka yang mengidap kondisi ini akan merasakan gejala seperti iritasi dan gatal pada area mata mereka, terutama saat bangun tidur.

Kelainan pada kelopak mata ini ditandai dengan kelopak mata yang menjadi longgar dan kenyal dan mudah terbalik. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang alami kondisi ini seperti kebiasaan sering mengucek mata, sering tidur tengkurap sehingga mata mengalami tekanan, diabetes, hipertensi, obesitas, hingga hipertiroidisme. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Tidur Tengkurap Picu Floppy Eyelid Syndrome

Gejala Floppy Eyelid Syndrome

Ciri-ciri dan gejala seseorang yang mengalami floppy eyelid syndrome, yaitu: 

  • Kelopak mata mudah dibalik atau dilipat ke atas, kendur, dan terasa seperti karet.
  • Mata merah setiap kali bangun tidur.
  • Peradangan kornea kronis.
  • Peradangan kronis pada jaringan di bawah kelopak mata atas (disebut juga superior palpebral conjunctiva).
  • Mengalami gejala obstructive sleep apnea, seperti mengantuk di siang hari, dan mendengkur saat tidur.

Penyebab Floppy Eyelid Syndrome

Ada beberapa penyebab yang diduga bisa sebabkan floppy eyelid syndrome, yaitu: 

  • Penurunan Jumlah Elastin

Penelitian telah menunjukkan penurunan yang signifikan dalam jumlah elastin dalam lempeng tarsal dan kulit kelopak mata bisa menyebabkan floppy eyelid syndrome. Ini mungkin disebabkan oleh stres mekanik yang berulang, terkait dengan menggosok mata atau oleh kebiasaan tidur. Mereka yang mengidap FES umumnya secara konsisten tidur menghadap ke bawah dengan mata mereka menempel pada bantal. 

  • Kontak Kelopak Mata yang Lemah dengan Bola Mata

Kontak kelopak mata yang longgar dengan bola mata berkaitan dengan kelainan kelenjar meibom dan film air mata, yang kemudian berkontribusi pada sindrom ini. Abnormalitas film air mata juga bisa ditandai dengan penurunan jumlah lipid dengan laju penguapan air mata yang cepat.

  • Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Gangguan tidur ini juga dapat berkontribusi pada iskemia kelopak mata lokal atau kurangnya aliran darah ke kelopak mata yang mungkin berperan dalam pengembangan FES. Iskemia ini dapat diperburuk oleh hipoventilasi OSA. 

Baca juga: Begini Prosedur Diagnosis Floppy Eyelid Syndrome

Pengobatan dan Pencegahan Floppy Eyelid Syndrome

Terdapat beberapa cara yang bisa membantu mengatasi floppy eyelid syndrome, antara lain:

  • Jika seseorang mengalami sleep apnea, maka kondisi ini sebaiknya diatasi terlebih dahulu.
  • Menggunakan salep khusus mata sebelum tidur untuk melindungi permukaan okular.
  • Mengetuk kelopak mata sebelum tidur untuk mencegah kelopak mata terlipat saat tidur.
  • Gunakan penutup mata saat tidur untuk mencegah konjungtiva dan exposure kornea saat tidur.
  • Operasi juga bisa dibutuhkan untuk memendekkan atau mengencangkan kelopak mata.

Sementara itu, ada beberapa upaya pencegahan yang juga bisa dilakukan, seperti: 

  • Menjalankan pola makan sehat, sehingga kamu bisa terhindar dari obesitas dan hipertensi.
  • Usahakan agar selalu tidur menyamping atau telentang untuk mencegah trauma mekanis pada mata akibat tidur tengkurap.
  • Jika memiliki obstructive sleep apnea, segera tangani kondisi ini.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Batasi konsumsi alkohol, kalau bisa, berhenti minum alkohol sama sekali, terutama beberapa jam sebelum tidur.
  • Berhenti merokok.
  • Gunakan obat dekongestan hidung atau alergi.
  • Hindari minum obat penenang seperti obat anti kecemasan atau pil tidur.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Floppy Eyelid Syndrome

Jika kamu mengalami gejala mirip floppy eyelid syndrome, sebaiknya jangan dibiarkan. Kamu bisa menghubungi dokter untuk membicarakan kondisi kesehatanmu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan pada dokter kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Advanced Sleep Medicine Services. Diakses pada 2020. What is Floppy Eyelid Syndrome and How is it Related to Sleep Apnea?
Eye Wiki - American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Floppy Eyelid Syndrome.
National Library of Medicine. Diakses pada 2020. Floppy Eyelid Syndrome and Obstructive Sleep Apnea.