• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Kebiasaan yang Dapat Mencegah Sindrom Koroner Akut

Ini Kebiasaan yang Dapat Mencegah Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sindrom koroner akut adalah kondisi terkait berkurangnya aliran darah secara tiba-tiba ke jantung yang disebabkan oleh penyumbatan ataupun penumpukan timbunan lemak di dinding arteri koroner. Arteri koroner inilah yang bertanggung jawab mengirimkan oksigen dan nutrisi ke otot jantung.

Kebiasaan dan pola hidup ternyata dapat menyebabkan sindrom koroner akut, di antaranya adalah merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat. Informasi selengkapnya mengenai sindrom koroner akut bisa dibaca di bawah ini!

Gaya Hidup dan Sindrom Koroner Akut

Umumnya pengidap penyakit jantung dapat juga mengalami sindrom koroner akut. Namun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gaya hidup dapat memicu seseorang mengalami sindrom koroner akut. 

Baca juga: Pola Makan Dapat Cegah Sindrom Koroner Akut

Lantas, gaya hidup seperti apa yang dapat mencegah terjadinya sindrom koroner akut? 

  1. Mengikuti diet yang menyehatkan jantung

Makan-makanan yang meliputi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

  1. Tidak merokok

Mereka yang merokok dapat mencoba berdiskusi dengan dokter dan konseling untuk membantu menghentikan ketergantungan akan rokok.

  1. Menjadi aktif

Melakukan olahraga secara teratur untuk tetap bugar secara fisik sangat penting terkait pencegahan sindrom koroner akut. Setidaknya lakukan olahraga ringan selama 2–3 jam seminggu.

  1. Rutin memeriksa kadar kolesterol dan tekanan darah 

Jangan menyepelekan atensi terhadap tekanan darah dan kadar kolesterol. Penting untuk melakukan pemeriksaan rutin serta mengetahui kisaran standarnya. 

  1. Mempertahankan berat badan ideal.

  2. Minum alkohol dalam jumlah sedang

  3. Orang-orang yang memiliki masalah seperti serangan jantung di masa lalu juga dapat direkomendasikan untuk mengonsumsi obat yang dapat membantu mencegah trombosit membentuk gumpalan dan mengurangi risiko serangan jantung. 

Baca juga: Pengobatan Sindrom Koroner Akut Tanpa Operasi

Dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat, dapat sangat mungkin untuk mencegah sindrom koroner akut maupun mengobatinya. Butuh informasi lebih lengkap mengenai sindrom koroner akut, tanyakan saja langsung di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Bagaimana kamu tahu kalau kamu sedang mengalami sindrom koroner akut? Tanda dan gejala sindrom koroner akut umumnya dimulai dengan cepat dan kadang tanpa peringatan. Gejala umumnya adalah:

  1. Nyeri dada atau ketidaknyamanan.

  2. Rasa sakit atau tidak nyaman pada satu atau kedua lengan, punggung, rahang, leher, atau perut.

  3. Sesak napas.

  4. Pusing.

  5. Gangguan pencernaan.

  6. Mual atau muntah.

  7. Berkeringat.

Dalam situasi tertentu, rasa sakit bisa tidak dapat diprediksi dan menjadi lebih buruk, bahkan setelah istirahat. Nyeri atau ketidaknyamanan dada biasanya merupakan gejala yang paling umum dari sindrom koroner akut, tetapi tanda dan gejala bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, dan ada tidaknya kondisi medis yang lain.

Jika memiliki tanda atau gejala yang terkait dengan sindrom koroner akut, besar kemungkinan untuk memastikan kondisi, kamu membutuhkan beberapa tes. Beberapa tesnya adalah:

  1. Elektrokardiogram (EKG) untuk mengukur aktivitas listrik di jantung. Impuls yang tidak normal atau tidak teratur dapat berarti jantung tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen. Pola tertentu dalam sinyal listrik dapat menunjukkan lokasi umum penyumbatan. Tes dapat diulang beberapa kali.

  2. Tes darah gunanya untuk mengetahui Enzim tertentu yang dapat dideteksi dalam darah.  Jika kematian sel telah mengakibatkan kerusakan jaringan jantung. Hasil positif menunjukkan serangan jantung.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Acute coronary syndrome.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Acute coronary syndrome: What you need to know.