• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan Belanja Online Berhubungan dengan Gangguan Kontrol Impuls

Kecanduan Belanja Online Berhubungan dengan Gangguan Kontrol Impuls

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Semua hal saat ini menjadi lebih mudah didapatkan hanya dengan memencet tombol yang ada di smartphone setiap orang. Memang, kemudahan teknologi selalu mempunyai dua sisi yang berbeda, yaitu positif dan negatif. Dari sisi positifnya, kamu tidak perlu ke luar dari rumah yang dapat meningkatkan risiko terkena virus corona hanya untuk mendapatkan sesuatu yang tidak terlalu penting.

Di sisi lain, dampak negatif yang dapat terjadi dari kemudahan berbelanja secara online ini dapat membuat beberapa orang mengalami kecanduan. Pengidapnya kerap membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkannya. Seseorang dengan kelainan ini dapat disebabkan karena gangguan kontrol impuls. Maka dari itu, ketahui selengkapnya terkait hubungan antara kedua hal tersebut di sini!

Baca juga: 6 Penyakit Mental yang Termasuk dalam Gangguan Kontrol Impuls

Gangguan Kontrol Impuls Dapat Sebabkan Kecanduan Belanja Online

Perilaku kompulsif dapat mengacu pada pengulangan yang berkelanjutan dari suatu perilaku tanpa memikirkan konsekuensi yang merugikan. Saat seseorang mengalami kecanduan belanja online atau belanja yang kompulsif, gejala yang timbul dapat berupa tidak adanya kontrol dari diri sendiri saat berbelanja. Dalam jangka panjang, pengidapnya dapat mengalami banyak kesulitan karenanya.

Dikutip dari Very Well Mind, kecanduan belanja online ini dapat disebabkan oleh gangguan kontrol impuls karena pengidapnya merasa dengan belanja dapat melepaskan rasa stres yang dirasakan. Cara ini dapat membuatnya merasa lebih baik dan menghindari perasaan negatif, seperti kecemasan dan depresi. Kecanduan belanja online mirip dengan gangguan candu lainnya, seperti binge eating dan juga berjudi.

Kecanduan belanja online juga dapat menimbulkan beberapa gejala yang berhubungan dengan rasa candu. Berikut ini beberapa gejalanya:

1. Pembelian Impulsif

Seseorang yang mengalami gangguan kontrol impuls bisa membuatnya kecanduan untuk sering membeli barang yang dilakukan karena dorongan hati, bukan kebutuhan. Pengidapnya kerap berusaha menyembunyikan kebiasaan buruk tersebut dari orang di sekitarnya. Pengeluaran tanpa memperhitungkan banyak hal membuat barang yang dibeli terus bertumpuk tanpa digunakan.

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Termasuk Gangguan Kontrol Impuls

2. Rasa Bahagia Setelah Belanja

Saat mengalami kecanduan belanja online, orang tersebut dapat merasakan bahagia sesaat setelah belanja. Perasaan gembira tersebut bukan karena sudah memiliki barang tersebut, tetapi dari tindakan saat membelinya. Rasa gembira ini dapat menjadi candu yang parah jika tidak segera mendapatkan penanganan.

3. Belanja untuk Menghilangkan Rasa Emosi

Dilansir dari Psychology Today, seseorang yang mengalami kecanduan belanja online berusaha mengurangi emosi dengan cara membeli barang. Cara ini dipercaya dapat mengisi perasaan kesepian dan kepercayaan diri yang rendah. Suasana hati yang negatif, seperti bertengkar atau frustrasi juga memicu keinginan untuk berbelanja. Perasaan tersebut hanya sementara dan dapat berganti menjadi rasa cemas atau bersalah.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait gejala-gejala lainnya yang dapat timbul saat mengalami gangguan kontrol impuls yang berhubungan dengan kecanduan belanja online, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan sehari-hari!

Baca juga: Kaitan Kecanduan Belanja dengan Gangguan Kepribadian Ambang

Cara Mengatasi Kecanduan Berbelanja Online

Cara paling awal dan efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa kecanduan tersebut adalah dengan mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebabnya. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh masalah yang sedang terjadi atau perasaan stres yang tidak kunjung diselesaikan. Orang tersebut juga harus diingatkan jika berbelanja hanya akan menimbulkan rasa bahagia untuk sementara dan dapat hilang setelahnya.

Selain itu, seseorang dengan gangguan kontrol impuls tersebut juga harus menekankan pentingnya mengelola kartu kredit atau bahkan menyingkirkannya. Faktanya, seseorang dapat membatasi pengeluaran hariannya dengan memegang uang tunai. Karena itu, pengeluaran yang keluar secara berlebihan dapat diatur dengan lebih bijak.

Nah, itulah pembahasan mengenai kecanduan belanja online yang dapat disebabkan oleh gangguan kontrol impuls. Dengan mengetahui gejala-gejala yang timbul, kamu dapat memastikan apakah mengidap gangguan ini atau tidak. Jika iya, segeralah mendapatkan penanganan medis agar dampak buruknya dapat dicegah.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. 5 Patterns of Compulsive Buying.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. An Overview of Shopping Addiction.