Kecanduan Ponsel, Perempuan Lebih Rentan Nyeri Leher

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kecanduan Ponsel, Perempuan Lebih Rentan Nyeri Leher

Halodoc, Jakarta – Kecanduan ponsel kerap dikaitkan dengan nyeri leher. Ini dikarenakan posisi menunduk setiap kali terpaku pada ponsel, membuat leher ikut merunduk pada kurun waktu yang panjang. 

Pengguna ponsel biasanya menekuk lehernya sedikit ke depan saat membaca dan menulis pesan teks. Tak jarang juga memutar leher ke samping dan bertahan pada posisi yang canggung tersebut dalam kurun waktu yang lama. Postur-postur ini memberikan tekanan yang tidak merata pada jaringan lunak di sekitar tulang belakang yang menyebabkan nyeri leher. Dan ternyata, perempuan lebih rentan mengalami. Apa alasannya? Simak penjelasannya di sini!

Kenapa Perempuan Lebih Rentan?

Ada banyak faktor yang menjelaskan kenapa perempuan lebih rentan mengalami nyeri leher. Genetik dan kecenderungan mengalami tekanan psikologis membuat perempuan rentan terhadap sindrom leher tegang dan sakit kepala. 

Ketika seorang perempuan mengalami tekanan psikologi, maka ini sangat bisa mengurangi sirkulasi darah di sekitar leher dan otot bahu yang dapat menyebabkan kekakuan. Hormon estrogen juga menjadi penjelasan lain kenapa perempuan rentan alami nyeri leher. 

Baca juga: 8 Penyebab Sakit Leher yang Perlu Diketahui

Hormon estrogen memengaruhi sistem saraf pusat yang bertanggung jawab untuk merasakan dan meneruskan rasa sakit. Pun, perbedaan fisik juga memegang peranan penting, sehingga perempuan lebih rentan. Perempuan memiliki bentuk leher yang berbeda dari laki-laki, aehingga dapat menekan sendi, otot, dan tulang dengan cara yang sangat berbeda dari pada laki-laki. 

Kanal tulang belakang pada perempuan juga lebih sempit ketimbang laki-laki serta memiliki tulang rawan yang lebih sedikit di bagian belakang sendi leher yang memberikan bantalan lebih sedikit yang dapat menyebabkan peningkatan kerusakan cedera. 

Karenanya, menyadari struktur fisik dan psikologi yang berbeda dapat membuat perempuan yang mengalami kecanduan ponsel lebih rentan merasakan nyeri leher ketimbang laki-laki. 

Kenapa Orang Bisa Kecanduan Ponsel?

Kalau menurut pakar kecanduan teknologi, Dr. David Greenfield dari Amerika Serikat mengatakan, ponsel memberikan sensasi kejutan akan hal-hal baru. Misalnya, e-mail masuk, pesan WhatsApp, notifikasi media sosial, yang membuat orang selalu penasaran dan ingin selalu mendapatkan hal-hal baru tersebut. 

Informasi-informasi ini sejatinya memicu kerja dopamin, sebagai pengendali pusat kesenangan di otak. Ketika bahan kimia ini dilepaskan, rasanya enak akan membuat kita menginginkan lebih dari apa pun yang meningkatkan kadar dopamin. 

Sejatinya, tidak hanya memberikan dampak nyeri leher, kecanduan ponsel juga dapat memengaruhi psikologi, mental, dan kesehatan fisik secara menyeluruh. Ada saja orang yang kecanduan ponsel sampai-sampai mengalami kelebihan berat badan. 

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Nyeri Leher Bagian Belakang

Kalau kamu merasa memiliki hubungan tidak sehat dengan ponselmu, batasi penggunaannya dengan beberapa tips berikut ini:

  1. Jangan Tidur dengan Ponsel 

Ada banyak alasan mengapa kamu tidak boleh tidur dengan ponsel. Menggunakan ponsel dalam waktu satu jam sebelum tidur menyebabkan kualitas tidur yang lebih buruk, bahkan bisa sampai insomnia. 

  1. Diet Digital 

Hampir sama dengan diet makananan, diet digital artinya kamu mengurangi kebiasaan tidak sehat dalam hal penggunaan ponsel dan sosial media. Hapus game yang membuat ketagihan. Kurangi aktivitas di jejaring sosial. Kalau perlu hapus aplikasi yang membuatmu tak bisa lepas dari ponselmu

Kalau kamu punya masalah dengan ketergantungan ponsel, cari tahu langsung solusinya ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu di mana saja dan kapan saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

Psychalive. Diakses pada 2019. Understanding Cell Phone Addiction.
National Pain. Diakses pada 2019. Women Experience More Neck Pain Than Men.
Neck Solutions. Diakses pada 2019. Why do women suffer more neck pain than men?