• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kegiatan Fisik yang Aman saat Kehamilan Trimester Ketiga

Kegiatan Fisik yang Aman saat Kehamilan Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Semakin bertambahnya usia kehamilan, ukuran perut ibu hamil akan terus membesar. Aktivitas fisik tentu sudah tidak lagi terasa ringan. Meski bukan berarti saat kehamilan trimester ketiga ibu hanya boleh santai-santai, pemilihan kegiatan fisik yang aman perlu dilakukan dengan lebih cermat. 

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Medicine and Science in Sports and Exercise, ibu hamil yang tidak mengidap kondisi tertentu, termasuk pada trimester 3, disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik. Salah satu tujuannya untuk mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan. Selain itu, dapat juga untuk mencegah terjadinya diabetes gestasional, preeklampsia, dan masalah kehamilan lainnya.

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Ibu Hamil

Pilihan Kegiatan Fisik saat Kehamilan Trimester Ketiga

Meski disarankan, pada beberapa kondisi, ibu hamil bisa saja perlu membatasi kegiatan fisik. Karena kondisi kehamilan setiap ibu berbeda-beda, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter di aplikasi Halodoc, tentang kondisi kehamilan kamu dan aktivitas fisik apa saja yang boleh dilakukan. 

Jika dokter menyatakan tidak ada masalah pada kehamilan, kamu dapat melakukan kegiatan fisik dengan normal, tapi sesuai dengan kemampuan. Berikut beberapa pilihan kegiatan fisik yang bisa dilakukan ibu hamil pada trimester ketiga:

1.Jalan Santai

Jalan santai adalah bentuk kegiatan fisik yang baik dilakukan oleh ibu hamil trimester ketiga. Jika memungkinkan, kamu bisa meningkatkan kecepatannya dengan jalan agak cepat. Namun, pastikan tidak sampai berlari, ya. Pahami sinyal yang diberikan tubuh dan segera berhenti ketika merasa tidak nyaman. 

Baca juga: Ternyata, Probiotik Bisa Kurangi Risiko Komplikasi Kehamilan

2.Berenang

Kegiatan fisik saat kehamilan trimester ketiga selanjutnya adalah berenang. Olahraga air ini bahkan bisa menjadi terapi untuk meredakan rasa tidak nyaman yang mungkin dialami saat hamil, terutama pada kaki dan punggung. Hal ini karena air yang merendam tubuh selama berenang membantu menghilangkan tekanan yang melelahkan pada kaki dan punggung.

Hal ini juga diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Peer J, yang mengungkapkan bahwa kegiatan fisik dengan intensitas sedang di dalam air diyakini dapat mempercepat waktu persalinan. Meski begitu, pastikan untuk berenang secukupnya sesuai kemampuan, dan segera berhenti ketika merasa tidak nyaman, ya.

3.Olahraga Low Impact

Jika tidak ada masalah pada kehamilan dan dokter memperbolehkan, ibu hamil trimester tiga juga boleh melakukan olahraga, tapi yang low impact. Misalnya yoga, pilates, hingga bersepeda. Beberapa jenis kegiatan fisik tersebut melibatkan fungsi otot, sehingga membantu mendukung proses persalinan nantinya. 

Baca juga: Bahaya Air Ketuban yang Tertelan oleh Bayi Dalam Kandungan

Secara khusus, gerakan dari olahraga low impact tersebut memperkuat otot perut, memperbaiki postur tubuh, yang melancarkan proses mengejan. Sebuah penelitian dari jurnal Complementary Therapies in Clinical Practice juga mengungkapkan manfaat yoga untuk ibu hamil.

Menurut penelitian tersebut, yoga ternyata dapat meredakan rasa cemas dan depresi yang kerap dialami oleh ibu hamil, termasuk di trimester ketiga. Dengan melakukan yoga secara rutin saat trimester ketiga, mood maupun keluhan nyeri yang mungkin dialami oleh ibu hamil, bisa semakin membaik. Itulah penjelasan tentang kegiatan fisik yang aman dilakukan saat kehamilan trimester ketiga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How to Safely Exercise in the Third Trimester of Pregnancy.
Medicine and Science in Sports and Exercise. Diakses pada 2020. Physical Activity Patterns During Pregnancy.
Peer J. Diakses pada 2020. Physical Activity During Pregnancy and Its Influence on Delivery Time: A Randomized Clinical Trial.
Complementary Therapies in Clinical Practice. Diakses pada 2020. Tai Chi/Yoga Reduces Prenatal Depression, Anxiety and Sleep Disturbances.