Kehamilan Dapat Berbahaya bagi Pengidap Sindrom Eisenmenger

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kehamilan Dapat Berbahaya bagi Pengidap Sindrom Eisenmenger

Halodoc, Jakarta –  Sindrom eisenmenger pada kehamilan bisa menyebabkan kematian 30-50 persen. Sindrom Eisenmenger mengacu pada cacat jantung bawaan yang tidak diobati dan mengarah ke hipertensi paru, pembalikan aliran, sianosis, dan peningkatan tekanan arteri pulmonalis.

Sindrom Eisenmenger adalah bentuk lanjutan dari hipertensi arteri pulmonalis. Dalam kondisi ini, pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit. Ini membuat tekanan aliran darah ke dinding arteri (tekanan darah) terlalu tinggi. 

Baca juga: Kenali Cara Tepat Menghitung Masa Kehamilan

Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru dan menyebabkan kerusakan paru-paru. Tulisan ini membahas bagaimana kehamilan dapat berbahaya bagi pengidap sindrom eisenmenger.

Sindrom Eisenmenger dan Kehamilan

Sindrom Eisenmenger sangat jarang terjadi pada wanita hamil dan ketika terjadi ini bisa sangat membahayakan kesehatan ibu dan anak. Penyebab utama kematian dapat berupa hipovolemia, tromboemboli dan preeklamsia. 

Pada wanita hamil, penyakit jantung bawaan dapat menyebabkan penyakit pembuluh darah paru dan berkembang menjadi sindrom eisenmenger.Wanita hamil dengan sindrom eisenmenger dapat datang dengan sianosis (kondisi kebiru-biruan pada kulit dan selaput lendir) atau sianosis diferensial, dyspnea (napas pendek), kelelahan, pusing, dan bahkan gagal jantung kanan.

Proses melahirkan juga menjadi berisiko karena dapat terjadi peningkatan tromboemboli paru dan kematian mendadak. Menyadari risiko yang dapat terjadi pada pengidap sindrom eisenmenger yang sedang hamil, maka wanita dengan sindrom eisenmenger disarankan untuk menghindari kehamilan.

Namun, ketika seorang pengidap sindrom eisenmenger memang sudah merencanakan kehamilan, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Kalau ingin tahu lebih detail informasi mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu kapan dan di mana saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Perawatan Kehamilan buat Pengidap Sindrom Eisenmenger

Biasanya perawatan untuk wanita hamil dengan sindrom eisenmenger, termasuk terapi oksigen dan penggunaan digitalis, diuretik, vasodilator dan antikoagulan. Penempatan selang oksigen dapat membantu kondisi hipoksia (kurangnya pasokan oksigen) pada pasien serta mengurangi tekanan arteri paru.  

Selain itu, ketegangan oksigen arteri ibu harus dijaga pada ≥70 mmHg bila memungkinkan. Penggunaan digitalis dengan diuretik harus berhati-hati mengenai peningkatan risiko toksisitas digitalis. 

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Memperburuk Gejala Sindrom Eisenmenger

Diuretik mungkin berguna untuk pasien dengan sindrom eisenmenger dan gagal jantung kanan yang parah untuk meredakan kongesti hati atau meningkatkan volume intravaskular. Penggunaan oksida nitrat inhalasi selama persalinan telah direkomendasikan pada pasien dengan sindrom eisenmenger.  

Menghirup oksida nitrat selama persalinan pada wanita hamil dengan sindrom eisenmenger dapat meningkatkan oksigenasi dan melemahkan tekanan arteri paru. Perlu diketahui wanita hamil dengan sindrom eisenmenger dapat mengalami komplikasi yang signifikan dengan adanya preeklamsia.

Operasi caesar menjadi pilihan untuk banyak situasi termasuk sindrom eisenmenger yang mengalami preeklamsia. Jikapun selamat, ada kemungkinan di minggu pertama setelah melahirkan setelah melahirkan kondisi ibu bisa jadi kritis. Pun, ada juga kemungkinan terjadi persalinan prematur.

Menurut rekomendasi kesehatan yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health, idealnya, kehamilan harus dihindari oleh wanita dengan sindrom eisenmenger karena tingkat kematian ibu yang tinggi dan kemungkinan pertumbuhan bayi yang buruk. 

Ibu hamil dengan sindrom eisenmenger harus menjalani pemeriksaan dan perawatan intens oleh tim medis multidisiplin dan berpengalaman, termasuk dokter kandungan, anestesi, kardiologi, dokter anak dan bayi baru lahir. 

Referensi:
National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Eisenmenger Syndrome in Pregnancy.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2019. Eisenmenger Syndrome.
BMC Pregnancy and Childbirth. Diakses pada 2019. Pregnancy outcome in women with Eisenmenger’s syndrome: a case series from west China.