• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kekurangan Oksigen dalam Otak Sebabkan Koma

Kekurangan Oksigen dalam Otak Sebabkan Koma

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Oksigen merupakan sumber kehidupan setiap manusia. Nah, sudah kebayangkan apa jadinya bila tubuh kita kekurangan oksigen? Hipoksia atau kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh bisa menimbulkan masalah serius bagi tubuh, salah satunya berujung koma. Tuh, seram kan? 

Dalam dunia medis, koma merupakan situasi darurat ketika seseorang mengalami keadaan tidak sadar dalam jangka waktu tertentu. Ketidaksadaran ini disebabkan menurunnya aktivitas di dalam otak.  Pertanyaannya, mengapa kekurangan oksigen dalam otak bisa menyebabkan kondisi koma? 

Baca juga: Koma Bisa Terjadi pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Hipoksia Picu Koma, Kok Bisa? 

Seperti penjelasan di atas, hipoksia merupakan kondisi berkurangnya pasokan oksigen dalam sel dan jaringan tubuh. Kondisi ini bisa mengganggu berbagai fungsi organ, salah satunya otak. Oksigen memiliki peran penting dalam tubuh termasuk, sel-sel di otak. Saking membutuhkannya oksigen, sel-sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Bahkan, sel-sel ini bisa mulai mati dalam waktu lima menit setelah pasokan oksigen terputus. 

Ketika hipoksia berlangsung  dalam jangka waktu yang lebih lama, inilah yang bisa berimbas pada rusaknya salah satu atau seluruh bagian otak. Nah, kondisi inilah yang bisa berujung pada koma. Pada kematian otak, tidak ada aktivitas terukur di otak, meskipun fungsi kardiovaskular dipertahankan. Ingat, koma ini terjadi akibat kerusakan salah satu bagian otak, baik sementara maupun permanen. Nah, inilah hubungan antara hipoksia dan koma.

Seseorang yang berada dalam kondisi koma, tak akan dapat melakukan gerakan, mengeluarkan suara, apalagi membuka matanya, meski telah dicubit. Lain ceritanya dengan orang pingsan, yang cuma terjadi sementara, pengidap koma mengalami penurunan kesadaran dalam waktu yang lama. Hal yang perlu diingat, koma ini bisa terjadi dengan seketika atau bertahap. 

Baca juga: Pecahnya Pembuluh Darah di Otak Bisa Sebabkan Koma

Awasi Gejala yang Timbul 

Ketika tubuh kekurangan pasokan oksigen atau hipoksia, maka tubuh tak akan dapat menjalankan fungsinya dengan normal. Nah, dalam kondisi ini akan muncul berbagai gejala yang bisa dialami oleh pengidapnya. Misalnya: 

  • Pada pernapasan, antara lain sesak napas, napas cepat, batuk, dan mengi.

  • Pada kardiovaskular, antara lain denyut jantung yang cepat.

  • Pada saraf pusat, antara lain nyeri kepala, linglung, dan penurunan kesadaran.

  • Pada kulit, antara lain perubahan warna kulit dari biru ke merah ceri.

  • Gejala lainnya adalah gelisah, berkeringat, dan lemas.

  • Pada bayi dan anak, antara lain lemas, lesu, rewel, gusar, tidak fokus, dan gelisah.

Nah, bila mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan dan saran yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Baca juga: Koma Bisa Terjadi Bertahun-Tahun, Mengapa?

Bukan Cuma Hipoksia

Koma tidaklah disebabkan oleh faktor tunggal seperti hipoksia. Faktor pendorongnya berbagai sebab, mulai dari cedera otak parah, hingga stroke. Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan otak, hingga berujung koma: 

  • Cedera berat di kepala.

  • Kejang.

  • Overdosis alkohol atau NAPZA.

  • Keracunan, contohnya akibat logam berat atau karbon monoksida.

  • Gula darah yang terlalu rendah atau tinggi.

  • Tumor pada otak.

  • Ketidakseimbangan kadar garam dalam darah.

  • Kegagalan organ hati.

  • Stroke.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Cerebral Hypoxia Information Page.
NHS UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Coma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Coma.
WebMD. Diakses pada 2020. Hypoxia and Hypoxemia.