• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Autisme pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Autisme pada Anak

Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Autisme pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Juni 2022

“Vitamin D sangat penting selama kehamilan. Sebab ibu hamil yang kekurangan vitamin D berisiko memiliki anak dengan gangguan autisme.”

Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Autisme pada Anak

Halodoc, Jakarta – Vitamin D punya banyak manfaat bagi tubuh. Mulai dari membantu penyerapan kalsium, hingga menjaga daya tahan tubuh. Kekurangan vitamin D bisa berdampak serius, termasuk pada ibu hamil. Salah satunya adalah meningkatkan risiko autisme pada anak.

Autisme adalah kelainan pada perkembangan saraf, yang menyebabkan gangguan perilaku dan kemampuan sosial. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak-anak, tetapi juga bisa terjadi ketika dewasa.

Kaitan Kekurangan Vitamin D dan Risiko Autisme

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Molecular Psychiatry pada 2021, kekurangan vitamin D saat hamil dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.

Para peneliti mengukur kadar vitamin D pada bercak darah kering dari anak-anak yang lahir di Stockholm, antara tahun 1996 dan 2000. Mereka menggunakan batas yang ditetapkan pada orang dewasa untuk mengklasifikasikan anak yang kekurangan, tidak cukup atau cukup vitamin D.

Penelitian ini melibatkan 1.399 anak-anak dengan autisme dan 1.607 kontrol. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang memiliki kadar vitamin D di bawah rata-rata memiliki sekitar 1,33 kemungkinan autisme, dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar rata-rata atau di atas rata-rata.

Para peneliti juga memiliki akses ke sampel darah ibu untuk 340 anak autis dan 426 kontrol. Sampel darah ini dikumpulkan selama kehamilan. Mereka menemukan bahwa tingkat vitamin D ibu saja tidak sesuai dengan risiko autisme.

Namun, anak-anak yang lahir dengan vitamin D rendah dan ibu hamil yang kekurangan vitamin ini memiliki kemungkinan 1,75 kali autisme, dibandingkan dengan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat vitamin D ibu dan bayi baru lahir yang lebih tinggi menurunkan kemungkinan autisme.

Meski begitu, peneliti utama, Brian Lee, seperti dilansir dari laman Spectrum, memperingatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan nutrisi selain vitamin D juga perlu dipertimbangkan.

Brian juga memperingatkan bahwa temuan ini mungkin tidak digeneralisasikan untuk orang-orang di luar Swedia, yang memiliki tingkat sinar matahari lebih rendah daripada banyak tempat lain.

Terlebih lagi, batas untuk kekurangan vitamin D pada orang dewasa mungkin tidak berarti untuk bayi yang baru lahir. Untuk menentukan apakah hubungan antara autisme dan vitamin D itu nyata, penelitian lebih lanjut mungkin diperlukan. 

Perlukah Suplemen Vitamin D Selama Hamil?

Bukan hanya ketika sudah hamil, bahkan sebelum hamil pun calon ibu perlu memenuhi asupan vitamin D yang cukup. Ketika hamil, kebutuhan vitamin D meningkat karena tidak hanya ibu, melainkan Si Kecil juga butuh vitamin D.

Biasanya, dokter merekomendasikan konsumsi suplemen yang mengandung 10 mikrogram (mcg) vitamin D setiap hari selama kehamilan dan menyusui. Namun jumlah ini tentu berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan ibu yang disarankan oleh dokter.

Jika memilih tambahan suplemen agar tidak kekurangan vitamin D selama hamil, pastikan memilih produk yang dibuat khusus untuk ibu hamil, ya. Kamu perlu resep dokter agar tidak salah pilih suplemen.

Sumber Vitamin D Alami

Vitamin D bisa didapatkan dari sinar matahari pagi. Vitamin ini terbentuk di bawah kulit sebagai reaksi dari paparan sinar matahari. Namun, bukan berarti ibu harus berjemur lama-lama, karena sinar matahari pun berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan yang dikonsumsi. Pilih makanan yang mengandung minyak ikan, telur, serta makanan yang diperkaya vitamin D, seperti sereal sarapan dan susu bubuk yang tersedia di pasaran.

Nah, itulah pembahasan mengenai kekurangan vitamin D dan kaitannya dengan risiko autisme, serta bagaimana cara mendapatkan vitamin ini. Konsultasikan pada dokter kandungan, apakah ibu perlu vitamin D tambahan. Jika diresepkan, ibu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan suplemen dengan mudah.

Referensi:
Molecular Psychiatry. Diakses pada 2022. Developmental Vitamin D And Autism Spectrum Disorders: Findings From The Stockholm Youth Cohort.
American Association for the Advancement of Science (AAAS). Diakses pada 2022. Children Born To Mothers With Low Vitamin D Levels May Develop Autism-Like Behaviors.
Spectrum. Diakses pada 2022. Vitamin D Linked To Lowered Autism Risk In Large Study.