Kekurangan Yodium Bisa Ganggu Pertumbuhan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kekurangan-yodium-bisa-ganggu-pertumbuhan-janin

Halodoc, Jakarta - Ibu tentu tahu betapa pentingnya nutrisi dalam kehamilan. Karenanya ibu hamil sebaiknya mengonsumsi asam folat dan suplemen vitamin D. Gunanya adalah untuk memastikan bayi mereka yang sedang tumbuh mendapat awal yang terbaik. Meski begitu, hanya sedikit yang menyadari bahwa yodium dapat meningkatkan perkembangan otak anak sejak di dalam rahim dan kekurangan yodium dapat menyebabkan ketidakmampuan belajar pada anak. 

Kekurangan yodium saat hamil dapat membahayakan anak sebelum ia lahir. Para ahli yodium biasanya menyarankan untuk wanita hamil dan menyusui mengkonsumsi suplemen yodium untuk menebus kekurangan tersebut. 

Baca juga: Ketahui 5 Hal yang Terjadi Saat Tubuh Kekurangan Yodium

Alasan Yodium Penting untuk Pertumbuhan Janin

Yodium sangat penting untuk produksi hormon tiroid, yang penting untuk metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan yang sehat. Selain itu, yodium juga sangat penting selama pra-konsepsi dan 16 minggu pertama kehamilan untuk memastikan perkembangan otak bayi yang sehat. 

Goiter, yang dikenal menyebabkan pembekakan besar pada leher tempat kelenjar tiroid berada, merupakan tipikal defisiensi yodium parah. Kekurangan yang berkepanjangan dapat menyebabkan produksi hormon tiroid menurun atau mengering sama sekali. Kekurangan yodium ringan juga dapat menyebabkan kelelahan, pertambahan berat badan, otot pegal, kuku rapuh, dan kulit kering. 

Namun, masalah sebenarnya adalah selama masa kehamilan, yang membuat yodium sangat penting bagi janin. Yodium sangat penting untuk membangun otak, kerangka, dan metabolisme yang sehat. Selama 14-16 minggu pertama kehamilan, janin sepenuhnya bergantung pada ibu untuk persediaan hormon tiroid. Apabila ibu hamil kekurangan yodium dan tiroid selama kehamilan dan selama pra-konsepsi, bayi berisiko mengalami gangguan mental. Kekurangan yodium parah dapat menyebabkan kecacatan ekstrem yang dikenal sebagai kretinisme.

Baca juga: Daftar Makanan yang Baik untuk Pengidap Penyakit Tiroid

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kecukupan yodium didefinisikan sebagai memiliki rasio yodium terhadap kreatinin yang disebut 150 mikrogram per gram (mcg/g) atau lebih. Jika kamu memiliki rasio di bawah 150 mcg/g maka dianggap kekurangan yodium.

Kekurangan yodium selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko anak memiliki IQ verbal yang lebih rendah, dan akurasi membaca dan pemahaman yang lebih buruk pada saat mereka berusia 8 atau 9 tahun. Terlebih lagi, semakin banyak kadar yodium turun selama kehamilan, semakin rendah kinerja anak dalam hal IQ dan kemampuan membaca dan menulis. 

Persiapkan Yodium Lebih Baik

Setiap wanita hamil atau kamu yang merencanakan kehamilan harus memastikan asupan yodium yang memadai. Sumber yodium berasal dari makanan yang baik, meliputi susu, produk susu dan ikan. Kamu juga dapat menanyakan informasi mengenai yodium selama kehamilan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Di negara-negara dengan kekurangan yodium, mengonsumsi suplemen yodium merupakan cara paling nyaman untuk mengonsumsi yodium dengan kadar yang cukup, terutama selama kehamilan. Setidaknya kandungan yodium dalam suplemen setidaknya 150 mikrogram iodida dan menggunakan garam meja beryodium. Asupan gabungan dari makanan dan suplemen harus 290-1.100 mikrogram sehari. Kalium iodida adalah bentuk yang disukai. 

Baca juga: 10 Gejala yang Ditunjukan Tubuh jika Kekurangan Yodium

Selain meningkatkan perkembangan otak, yodium juga tampaknya membantu melindungi bayi dari bahaya lingkungan tertentu. Yodium juga mampu melindungi bayi baru lahir dari air sumur yang mengandung nitrat berlebihan dan dari asap rokok, yang keduanya dapat membahayakan tiroid. Mungkin selama ini masih banyak orang yang mengabaikan pentingnya yodium yang cukup dalam makanan untuk perkembangan janin normal dan bahwa wanita dengan tingkat marginal tertentu tidak memiliki indikasi status yodiumnya. 

Referensi:

The Guardian. Diakses pada 2019. Pregnant Mothers and The Dangers of Iodine Deficiency

Web MD. Diakses pada 2019. Low Prenatal Iodine May Affect Childs Brain Development