Kelahiran Prematur Sebabkan Kriptorkismus, Mengapa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kelahiran Prematur Sebabkan Kriptorkismus, Mengapa?

Halodoc, Jakarta - Semua ibu hamil pasti mengharapkan bayinya lahir secara normal. Terkadang, semua harapan mungkin tidak sesuai rencana. Bayi yang dilahirkan mungkin saja akan mengalami kelahiran prematur, yaitu kelahiran sebelum minggu ke-37.

Bayi yang mengalami kelahiran prematur dapat mengalami berbagai macam gangguan. Salah satu gangguan yang mungkin terjadi adalah kriptorkismus. Gangguan ini terjadi pada testis bayi laki-laki. Seharusnya testis pada bayi laki-laki akan turun ketika bayi tersebut memasuki dua bulan sebelum kelahiran. Namun, pada kondisi ini tidak demikian.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Cara Mencegah Kriptorkismus

Alasan Kelahiran Prematur Sebabkan Kriptorkismus

Kriptorkismus adalah sebuah gangguan yang menyebabkan testis tidak turun ke posisi yang seharusnya. Bayi yang mengalami gangguan ini, testisnya tidak menggantung di bawah penis sejak sebelum lahir. Umumnya, kondisi ini hanya terjadi pada satu testis, tetapi tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada kedua bagian.

Kriptorkismus umumnya terjadi pada bayi laki-laki yang mengalami kelahiran prematur. Walau begitu, pada sebagian kasus, testis akan turun setelah beberapa bulan bayi tersebut lahir. Walau begitu, dokter juga belum tahu penyebab yang jelas. Namun, disebutkan bahwa kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.

Penyebab lainnya yang dapat membuat bayi laki-laki mengidap kriptorkismus adalah masalah pertumbuhan pada bayi prematur. Bayi yang mengalami gangguan ini akan mengalami masalah pada pertumbuhan organ penting di tubuhnya, termasuk pertumbuhan testis yang normal.

Kelahiran prematur dapat disebabkan oleh gangguan pada gen yang berkembang di tubuh bayi tersebut. Awalnya, semua janin mempunyai struktur yang mampu berkembang menjadi reproduksi pria atau wanita. Bayi mendapat kromosom seks dari orangtuanya, dan kromosom pada laki-laki adalah XY.

Saat janin tersebut berkembang, gen XY akan mendorong perkembangan testis. Hal tersebut akan menghasilkan hormon pertumbuhan reproduksi untuk pria dan mencegah perkembangan hormon wanita. Jika terjadi gangguan, mungkin saja perkembangan testis tersebut tidak normal.

Perkembangan genital yang abnormal juga dapat terjadi karena androgen insensitivity syndrome (AIS). Kondisi tersebut adalah suatu kelainan genetik yang terjadi ketika janin dengan kromosom XY tidak merespons hormon pria, seperti testosteron.

Bayi yang lahir dengan androgen insensitivity syndrome mungkin memiliki atribut wanita, seperti vagina kantung pendek. Walau begitu, bayi tersebut tidak memiliki rahim, ovarium, atau saluran tuba. Testis yang tumbuh mungkin ada tersangkut, sehingga tidak timbul. Jika kamu mempunyai pertanyaan tentang gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu.

Baca juga: Awas, Bayi Laki-Laki Rentan Terkena Kriptorkismus

Komplikasi yang Disebabkan Kriptorkismus

Agar testis dapat berkembang dan berfungsi secara normal, bagian tersebut harus sedikit lebih dingin dibandingkan suhu normal pada tubuh. Jika hal tersebut tidak terjadi, mungkin saja bayi ibu mengalami komplikasi pada testis. Berikut adalah beberapa komplikasi dari kriptorkismus:

  1. Kanker Testis

Salah satu komplikasi karena kriptorkismus adalah kanker testis. Hal tersebut diawali saat sel-sel testis yang menghasilkan sperma belum matang. Seorang pria yang pernah mengalami kriptorkismus memiliki peningkatan risiko terhadap kanker testis.

  1. Masalah Kesuburan

Jumlah sperma yang rendah, kualitas sperma yang buruk, dan penurunan kesuburan lebih mungkin terjadi pada pria yang pernah mengalami kriptorkismus. Hal ini disebabkan oleh perkembangan testis yang tidak normal, dan mungkin bertambah buruk jika kondisinya tidak diobati untuk waktu yang lama.

  1. Torsi pada Testis

Seseorang yang pernah mengalami kriptorkismus juga berisiko terhadap torsi pada testis. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah berhenti, sehingga timbul rasa sakit yang tiba-tiba. Gangguan tersebut dapat menimbulkan sakit yang parah dan bengkak.

Baca juga: 6 Faktor Risiko Kriptorkismus pada Si Kecil