• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kelainan Genetik Bisa Sebabkan Hepatomegali

Kelainan Genetik Bisa Sebabkan Hepatomegali

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Hepatomegali adalah kondisi saat hati mengalami pembesaran, ini berarti hati membengkak melebihi ukuran biasanya. Kenyataannya, hati memiliki banyak tugas penting. Ia membantu membersihkan darah dengan membuang bahan kimia berbahaya yang dibuat tubuh. Hati yang bengkak biasanya merupakan gejala dari kondisi kesehatan lain, seperti hepatitis. Untungnya, banyak pilihan pengobatan yang bisa dilakukan, tetapi kamu harus terlebih dahulu menemukan penyebab masalahnya.

Ada cukup banyak penyebab seseorang bisa alami hepatomegali, dan salah satunya adalah kelainan genetik. Hepatomegali yang terjadi akibat kelainan genetik biasanya terjadi akibat penyakit Wilson. Penyakit keturunan ini akan mengakibatkan kerusakan organ hati dan otak. Kerusakan terjadi akibat penumpukan logam tembaga dalam tubuh yang seharusnya bisa dibuang melalui urine oleh hati. Namun, kondisi ini cukup jarang terjadi.

Baca juga: Apakah Hepatomegali Bisa Disembuhkan?

Seperti Apa Gejala Hepatomegali?

Hati yang membesar mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, jika pembesaran hati terjadi akibat penyakit hati, mungkin pengidapnya akan merasakan beberapa gejala seperti: 

  • Sakit perut.
  • Kelelahan.
  • Mual dan muntah.
  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice).

Jika kamu memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan tunda pemeriksaan dengan dokter di rumah sakit. Kamu pun bisa lebih mudah buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Dengan begini, kamu tak perlu repot antre karena kamu bisa datang saat waktu pemeriksaan saja.

Baca juga: 6 Penyakit yang Bisa Sebabkan Hepatomegali

Selain Genetik, Ini Penyebab Hepatomegali

Hati adalah organ besar berbentuk bola yang ditemukan di bagian kanan atas perut. Ukuran hati bervariasi sesuai usia, jenis kelamin, dan ukuran tubuh. Banyak kondisi yang dapat menyebabkannya membesar, termasuk:

Penyakit Hati

  • Sirosis.
  • Hepatitis yang disebabkan oleh virus (termasuk hepatitis A, B dan C) atau disebabkan oleh infeksi mononukleosis.
  • Penyakit hati berlemak non-alkohol.
  • Penyakit hati berlemak alkoholik.
  • Suatu kelainan yang menyebabkan protein abnormal menumpuk di hati (amiloidosis).
  • Suatu kelainan yang menyebabkan besi menumpuk di hati (hemochromatosis).
  • Suatu kelainan yang menyebabkan zat lemak menumpuk di hati (penyakit Gaucher).
  • Kantung berisi cairan di hati (kista hati).
  • Tumor hati non-kanker, termasuk hemangioma dan adenoma.
  • Obstruksi kantung empedu atau saluran empedu.
  • Hepatitis toksik.

Kanker

  • Kanker yang dimulai di bagian tubuh lain dan menyebar ke hati.
  • Leukemia.
  • Kanker hati.
  • Limfoma.

Masalah Jantung dan Pembuluh Darah

  • Penyumbatan pembuluh darah yang mengeringkan hati (sindrom Budd-Chiari).
  • Gagal jantung.
  • Radang jaringan yang mengelilingi jantung (perikarditis).

Kamu pun lebih mungkin mengembangkan penyakit hepatomegali jika memiliki beberapa faktor berikut: 

  • Penggunaan alkohol yang berlebihan karena meminum alkohol dalam jumlah besar dapat merusak hati.
  • Mengonsumsi vitamin, suplemen, atau obat yang dijual bebas (OTC) atau obat resep dengan dosis yang lebih besar dari yang direkomendasikan dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Konsumsi suplemen tertentu, termasuk black cohosh, ma huang dan valerian, dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Memiliki penyakit infeksi, virus, bakteri atau parasit, dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Virus hepatitis seperti hepatitis A, B dan C dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Kelebihan berat badan juga bisa meningkatkan risiko penyakit hati, seperti halnya makan makanan yang tidak sehat, seperti makanan berlemak atau gula berlebih.

Baca juga: Kenali Gangguan Hati karena Penyakit Wilson

Bagaimana Hepatomegali Diobati?

Pengobatan hepatomegali ditujukan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya dan meredakan gejala yang terjadi. Selain itu, penanganannya juga akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengatasi hepatomegali, antara lain:

  • Pemberian obat-obatan, seperti obat antivirus untuk mengatasi hepatitis yang terjadi akibat infeksi virus.
  • Pemberian obat kemoterapi, radioterapi, atau operasi, untuk mengatasi hepatomegali yang muncul akibat kanker.
  • Penghentian atau penggantian obat, jika hepatomegali terjadi akibat penggunaan obat-obatan tertentu.

Selain itu, dokter juga akan menyarankan pengidapnya untuk mengubah pola hidup ke arah yang lebih baik dengan beberapa cara, antara lain: 

  • Menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman dengan kandungan alkohol.
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
  • Melakukan olahraga rutin.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Enlarged Liver.
Web MD. Diakses pada 2020. Hepatomegaly.