Kelamaan Main Gadget Bisa Bikin Blefaritis, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kelamaan Main Gadget Bisa Bikin Blefaritis, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang membuatnya bengkak dan merah. Penyakit ini terjadi akibat kelenjar minyak kecil di dekat dasar bulu mata tersumbat sehingga menyebabkan iritasi. Blefaritis bukan disebabkan oleh kelamaan bermain gadget. Blefaritis disebabkan karena reaksi alergi dari penggunaan produk kosmetik, efek samping penggunaan obat, infeksi bakteri, partikel debu atau asap, kelainan pada kelenjar minyak, serta adanya ketombe atau kutu pada bulu mata.

Baca Juga: Dampak Sinar Biru Gadget yang Mengganggu Kesehatan

Blefaritis Umumnya Terjadi di Kedua Mata

Meski begitu, gejala blefaritis yang timbul cenderung lebih parah pada salah satu kelopak mata dan memburuk pada pagi hari. Kamu dianjurkan segera ke dokter jika kelopak mata terasa gatal, mata merah, kelopak mata lengket, mata sensitif terhadap cahaya, pertumbuhan bulu mata abnormal, sering mengedipkan mata, pengelupasan kulit di sekitar mata, penglihatan buram, mata terasa berpasir, bulu mata rontok, serta muncul sensasi terbakar atau tersengat pada mata.

Blefaritis bisa terjadi di bagian dalam (blefaritis posterior) atau luar depan (blefaritis anterior) tempat melekatnya bulu mata. Pada blefaritis posterior, infeksi dipicu oleh kelainan kelenjar minyak yang terletak di bagian dalam kelopak mata dan kelainan kulit seperti dermatitis seboroik. Sedangkan pada blefaritis anterior, infeksi dipicu oleh bakteri Staphylococcus dan ketombe di kulit kepala.

Pengobatan untuk Mengatasi Gejala Blefariti

1. Konsumsi Obat Kortikosteroid

Berupa obat tetes mata atau salep kortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada mata. Air mata buatan bisa diresepkan untuk mengurangi iritasi akibat mata kering

2. Konsumsi Antibiotik

Diberikan pada pengidap blefaritis akibat infeksi bakteri. Dokter mungkin memberikan antibiotik dalam bentuk oral, salep, atau tetes mata. Selain efek samping berupa muntah, diare, dan nyeri lambung, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan antibiotik, di antaranya:

  • Jangan pakai lensa kontak jika sedang menggunakan antibiotik dalam bentuk salep atau tetes mata.

  • Tidak perlu khawatir jika muncul sensasi terbakar setelah menggunakan salep antibiotik. Namun bila efek samping ini berlangsung lama, segera bicara pada dokter.

  • Konsumsi antibiotik oral bikin mata pengidap blefaritis sensitif terhadap sinar matahari. Hindari aktivitas di luar rumah saat menggunakan antibiotik oral atau gunakan kacamata pelindung.

  • Antibiotik oral tidak dianjurkan pada pengidap blefaritis yang sedang hamil atau menyusui. Alasannya karena antibiotik oral bisa berdampak negatif pada perkembangan janin dan bayi.

  • Efek samping antibiotik adalah muntah, diare, dan nyeri lambung.

3. Perbanyak Asupan Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 membantu mengatasi gejala blefaritis. Kamu bisa mendapatkan asupan ini dengan konsumsi ikan sarden, ikan tuna, ikan salmon, kacang kedelai dan produk olahannya, biji-bijian, dan sayuran hijau

4. Kompres Mata Pakai Air Hangat

Kamu bisa melakukannya selama satu menit. Agar tetap hangat, basahi kain sesekali ke dalam air hangat. Kompres mata bukan saja membantu mengatasi gejala blefaritis, tapi juga melunakkan kerak dan mencegah endapan minyak di kelopak mata.

Begini Cara Pencegahan Blefaritis

  • Cuci muka secara teratur. Bersihkan makeup sebelum tidur hingga bersih. Sisa makeup yang menempel di wajah meningkatkan risiko infeksi blefaritis.

  • Cuci tangan pakai sabun hingga bersih sebelum menyentuh wajah, termasuk saat hendak menggunakan makeup atau skincare.

  • Gunakan sampo khusus jika kamu memiliki ketombe rambut.

  • Hindari tempat yang berdebu dan selalu lindungi mata jika berada di tempat yang berdebu.

  • Jangan terlalu sering mengusap mata dan selalu istirahatkan mata.

Baca Juga: Waspada Perubahan pada Mata, Kenali Tandanya!

Itulah fakta blefaritis yang perlu diketahui. Kalau kamu punya keluhan pada mata, jangan ragu bicara pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!