22 March 2019

Kelenjar Limpa Membengkak, Kenali Gejala Limfadenopati pada Anak

Kelenjar Limpa Membengkak, Kenali Gejala Limfadenopati pada Anak

Halodoc, Jakarta – Kelenjar getah bening atau limpa terdiri dari sel darah putih yang berperan dalam melawan serangan infeksi penyakit. Adanya infeksi pada tubuh anak, seperti batuk, flu, dan radang tenggorokan, menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening yang dikenal sebagai limfadenopati. Penyebab paling sering dari kondisi ini adalah Cytomegalovirus, TB, dan infeksi saluran napas atas.

Penyebab lainnya adalah efek samping konsumsi obat, alergi vaksin, kanker, dan penyakit lain yang memengaruhi jaringan penyokong organ.

Baca Juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Limfadenopati adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang banyak tersebar di tubuh seperti ketiak, dagu, belakang telinga, pangkal paha, dan belakang kepala. Kondisi ini bisa terdeteksi dengan kehadiran benjolan lebih dari satu sentimeter di bawah kulit, terkadang disertai rasa nyeri. Selain benjolan, pengidap limfadenopati juga bisa merasakan gejala lain.

Kenali Gejala Limfadenopati pada Anak

Kemunculan benjolan kecil di tubuh Si Kecil tergolong wajah. Bila ukurannya membesar, bisa jadi ia mengidap masalah lain. Salah satunya limfadenopati yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening di area belakang leher, lengan, dada, dan rahang. Kondisi ini kerap disertai nyeri dan kemerahan pada area yang terinfeksi.

Gejala limfadenopati yang bisa diamati pada Si Kecil adalah demam, gangguan pernapasan, nafsu makan menurun, nyeri tubuh, sakit kepala, kelelahan, berat badan menurun, dan munculnya ruam kemerahan. Apabila Si Kecil menunjukkan gejala tersebut, segera temui dokter untuk dilakukan diagnosis. Umumnya, limfadenopati pada anak dapat hilang dengan sendirinya apabila disebabkan infeksi virus.

Baca Juga: Bengkak pada Kelenjar Getah Bening Anak, Hati-Hati Kanker Limfoma!

Diagnosis Limfadenopati pada Anak

Diagnosis limfadenopati dimulai dengan menanyakan riwayat kesehatan Si Kecil, seperti infeksi radang tenggorokan. Dokter juga mungkin menanyakan riwayat cakaran kucing karena tanpa sadar, cakarannya memicu pembesaran kelenjar getah bening. Bila benjolan disertai rasa nyeri, dibutuhkan beberapa tes penunjang untuk menetapkan diagnosis:

  • Pemeriksaan x-ray atau rontgen dada.

  • Tes laboratorium, berupa tes darah lengkap dan tes urine. Seseorang yang dicurigai mengidap limfadenopati akan dicek sel darah merah, sel darah putih, dan sel pembekuan darahnya secara lengkap.

  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi) kelenjar limpa. Kemudian sampel dilihat di bawah mikroskop untuk diuji.

Cara Mengobati Limfadenopati pada Anak

Pengobatan limfadenopati disesuaikan dengan penyebabnya. Secara umum, ini pengobatan limfadenopati pada anak:

  • Konsumsi obat antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri pemicu pembengkakan kelenjar getah bening seperti radang tenggorokan dan infeksi kulit atau telinga.

  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, atau acetaminophen. Ibu perlu berhati-hati dalam memberikan obat ini pada  Si Kecil. Pasalnya meski obat ini aman bagi anak berusia lebih dari dua tahun, Si Kecil tidak boleh mengonsumsinya saat baru pulih cacar air atau flu.

  • Perawatan mandiri seperti kompres air hangat dan istirahat yang cukup. Ibu hanya perlu merendam kain atau handuk ke dalam air panas, lalu menempelkannya ke area benjolan. Lakukan beberapa kali dalam sehari hingga benjolan mengecil hingga hilang.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Atasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Itulah gejala limfadenopati pada anak yang perlu diketahui. Kalau ibu menemukan benjolan mirip pada tubuh Si Kecil, jangan ragu berdiskusi pada dokter Halodoc. Ibu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!