Kelopak Mata Menurun, Mungkin Terkena Kondisi Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kelopak Mata Menurun, Mungkin Terkena Kondisi Ini

Halodoc, Jakarta – Kelopak mata turun atau kerap disebut juga dengan ptosis dapat terjadi karena trauma, pertambahan usia, atau berbagai gangguan medis. Kondisi ini disebut ptosis unilateral ketika itu mempengaruhi satu mata dan ptosis bilateral ketika itu memengaruhi kedua mata.

Situasi ini mungkin datang dan pergi atau mungkin permanen. Dapat juga hadir saat lahir, di mana dikenal sebagai ptosis bawaan, atau kamu dapat mengembangkannya di kemudian hari, yang dikenal sebagai ptosis didapat.

Tergantung pada tingkat keparahan kondisinya, kelopak mata yang turun dapat menghalangi atau sangat mengurangi penglihatan tergantung pada seberapa besar hal itu menghambat pupil. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini akan sembuh, baik secara alami maupun melalui intervensi medis.

Ada banyak kemungkinan penyebab kelopak mata turun, mulai dari penyebab alami hingga kondisi yang lebih serius. Dokter akan dapat membantu kamu mencari tahu apa yang menyebabkan masalah tersebut.

Baca juga: Kenali Ptosis pada Bagian Tubuh Ini

Sejatinya siapa pun bisa mendapatkan kelopak mata turun dan tidak ada perbedaan besar dalam prevalensi antara laki-laki dan perempuan atau antara etnis tertentu. Tapi, ini paling umum pada orang dewasa yang lebih tua karena proses penuaan alami. Otot levator bertanggung jawab untuk mengangkat kelopak mata. Seiring bertambahnya usia, otot itu bisa meregang dan akibatnya menyebabkan kelopak mata jatuh.

Perlu diingat, bahwa orang-orang dari segala usia dapat dipengaruhi oleh kondisi ini. Bahkan, bayi kadang dilahirkan dengan itu, meskipun ini jarang terjadi. Terkadang penyebab pastinya tidak diketahui, namun di waktu lain mungkin karena trauma. Itu juga bisa bersifat neurologis.

Penyebab paling umum ptosis kongenital adalah otot levator tidak berkembang dengan baik. Anak-anak yang mengidap ptosis juga dapat mengalami ambliopia, umumnya dikenal sebagai mata malas. Gangguan ini juga dapat menunda atau membatasi penglihatan mereka.

Faktor Risiko Kelopak Mata Turun

Kondisi medis tertentu juga dapat menempatkan kamu pada risiko mengembangkan kelopak mata turun. Jika mata terkulai, itu bisa menjadi tanda kondisi medis yang mendasarinya, terutama bila masalah tersebut memengaruhi kedua kelopak mata.

Baca juga: Benarkah Juling Bisa Sebabkan Mata Malas

Jika salah satu kelopak matamu terkulai, mungkin akibat cedera saraf atau bintil sementara. Lasik rutin atau operasi katarak kadangkala menjadi pemicu perkembangan ptosis sebagai akibat dari otot atau tendon yang diregangkan.

Dalam beberapa kasus, kelopak mata turun disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti stroke, tumor otak, atau kanker saraf atau otot. Gangguan neurologis yang memengaruhi saraf atau otot mata, seperti miastenia gravis juga dapat menyebabkan ptosis.

Gejala utama kelopak mata turun adalah bahwa satu atau kedua kelopak mata atas melorot. Dalam beberapa kasus, ini dapat memengaruhi penglihatan. Tapi, banyak orang menemukan bahwa kelopak mata kendur hampir tidak terlihat atau tidak terjadi setiap saat.

Baca juga: Bikin Iritasi, Ini 5 Penyebab Kelopak Mata Masuk ke Dalam

Kamu mungkin juga memiliki mata yang sangat kering atau berair dan besar kemungkinan mendapati wajah terlihat lelah. Area utama yang akan terpengaruh adalah di sekitar mata yang bisa memberikan sensasi sakit. Beberapa orang dengan ptosis parah mungkin harus memiringkan kepala mereka agar dapat melihat setiap saat ketika berbicara, bahkan ketika melakukan percakapan normal.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai kelopak mata turun, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.