Keluar Cairan dari Telinga, Awas Terserang Mastoiditis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Keluar Cairan dari Telinga, Awas Terserang Mastoiditis

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya masalah yang bisa menyerang telinga, mastoiditis merupakan salah satu keluhan yang mesti diwaspadai. Penyakit ini merupakan infeksi yang terjadi di tonjolan tulang di belakang telinga. Tulang ini disebut sebagai tulang mastoid. 

Tulang mastoid merupakan tulang di belakang telinga. Di dalamnya terdapat rongga seperti sarang lebah yang berisikan udara. Ketika seseorang mengidap penyakit ini, mastoiditis bisa saja menyebabkan keluarnya cairan dari dalam telinga. Jangan main-main dengan mastoiditis, sebab penyakit ini bisa menghancurkan tulang dan menyebabkan gangguan pendengaran.

Lantas, seperti apa lagi sih gejala-gejala yang umumnya dialami pengidap mastoiditis? 

Baca juga: Waspada, Ini 6 Komplikasi dari Mastoiditis

Bukan Cuma Keluarnya Cairan atau Nanah

Gejala mastoiditis sebenarnya bukan cuma keluhan berupa keluarnya cairan atau nanah dari dalam telinga. Sebab, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai gejala pada pengidapnya. Nah, berikut beberapa gejala yang dialami oleh pengidap mastoiditis. 

  1. Menurunnya atau bahkan hilangnya pendengaran.

  2. Sakit kepala.

  3. Pembengkakan dan kemerahan pada telinga.

  4. Telinga terasa nyeri.

  5. Demam.

Hal yang perlu digarisbawahi, mungkin saja pengidap mastoiditis mengalami gejala-gejala lain yang tak disebutkan di atas. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila mengalami gejala di atas. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Ingat, jangan main-main dengan penyakit ini. Sebab, mastoiditis yang dibiarkan berlarut-larut bisa memicu berbagai komplikasi. Contohnya,  nyeri kepala, lumpuhnya saraf wajah, rasa pusing berputar (vertigo), dan kehilangan pendengaran. 

Di samping itu, dalam beberapa kasus mastoiditis juga bisa berujung pada  peradangan pada selaput otak dan/atau jaringan otak, dan perubahan penglihatan. Tuh, seram kan? 

Nah, gejalanya sudah, bagaimana dengan penyebabnya?

Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini untuk Mencegah Mastoiditis

Gegara Infeksi Bakteri dan Kondisi Kesehatan Tertentu

Pada dasarnya, mastoiditis ini bisa menyerang siapa saja. Akan tetapi, kebanyakan kasus mastoiditis lebih sering terjadi pada bayi berusia 6–13 bulan atau mereka yang memiliki sistem imun yang lemah. Lantas, kondisi seperti apa yang bisa menyebabkan terjadinya mastoiditis?

Kembali pada penjelasan di atas, mastoiditis ini merupakan peradangan telinga tengah yang terjadi secara kronis. Karena telinga terhubung dengan nasofaring melalui tuba Eustachius, maka penyebab peradangan ini umumnya disebabkan oleh organisme saluran napas. Contohnya, Staphylococcus, Haemophilus, Pseudomonas, Proteus, Aspergillus, Streptococcus, dan lain-lain. 

Selain hal di atas, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya mastoiditis. Misalnya, mengalami otitis atau peradangan telinga yang tak segera diobati dengan tepat sampai tuntas.

Di samping itu, hal-hal yang bisa memicu otitis media supuratif kronis juga perlu diwaspadai. Contohnya, kurangnya kurangnya menjaga kebersihan telinga saat mandi atau berenang. Kondisi ini bisa menyebabkan air yang tidak steril masuk ke dalam telinga. Selain itu, ada pula beberapa faktor risiko lainnya seperti:

  • Gangguan fungsi tuba Eustachius.

  • Perforasi gendang telinga yang menetap.

  • Sistem imun yang kurang baik.

  • Terjadinya perubahan yang menetap pada telinga tengah seperti perubahan jaringan (metaplasia).

Baca juga: Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mengobati Mastoiditis

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol kapan dan di mana saja dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Mastoiditis
WebMD. Diakses pada 2019. Mastoiditis