• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Keluar Nanah saat Buang Air Besar, Apa Sebabnya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Keluar Nanah saat Buang Air Besar, Apa Sebabnya?

Keluar Nanah saat Buang Air Besar, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Oktober 2020
Keluar Nanah saat Buang Air Besar, Apa Sebabnya?

Halodoc, Jakarta - Buang air besar adalah salah satu hal yang umum dilakukan setiap orang tiap harinya. Hal ini dilakukan untuk membuang sisa-sisa makanan yang telah diserap berbagai nutrisinya oleh sistem pencernaan. Saat seseorang rutin pergi ke toilet untuk hal tersebut, tubuhnya dapat dibilang lebih sehat karena sisa makanan yang ada tidak bertumpuk di dalam perut.

Meski begitu, terkadang beberapa orang mengalami gangguan saat buang air besar. Kamu mungkin saja merasakan adanya keluar nanah dari anus yang bersamaan ketika membuang kotoran sisa tersebut. Salah satu gangguan yang dapat menimbulkan dampak buruk tersebut adalah fistula ani. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada area tersebut. Untuk lebih lengkapnya, baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Waspadai 6 Hal Ini Jika Buang Air Besar Berdarah

Fistula Ani Dapat Sebabkan Keluarnya Nanah saat BAB

Abses pada anus atau fistula ani adalah gangguan di dekat anus atau rektum yang mengalami infeksi akibat annah. Gangguan yang disebabkan abses tersebut kemungkinan besar terjadi akibat infeksi akut pada kelenjar internal anus. Terkadang, bakteri, kotoran, atau benda asing yang masuk ke tubuh dapat menimbulkan sumbatan tersebut. Akhirnya, semua hal tersebut terkumpul di rongga yang menimbulkan abses.

Jenis dari fistula ani dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasinya dan kaitannya dengan struktur yang menyusun dan mengelilingi anus serta rektum. Beberapa contoh jenis dari gangguan ini adalah perianal, ischioanal, intersphincteric, dan supralevator. Gangguan yang lebih umum terjadi adalah perianal dan yang paling jarang menyerang, yaitu supraelevator. Maka dari itu, kamu harus benar-benar berhati-hati pada gangguan ini.

Gejala dari Fistula Ani

Gangguan pada anus ini dapat menimbulkan beberapa gejala saat terjadi, seperti nyeri anorektal, bengkak, selulitis perianal, hingga demam. Pada beberapa kasus yang jarang, gejala yang timbul juga dapat memengaruhi saat buang air kecil, seperti kesulitan untuk memulai buang air kecil atau terasa nyeri saat berusaha mengeluarkan cairan dari dalam tubuh tersebut. Selain itu, kamu juga dapat merasakan beberapa gejala saat BAB.

Lalu, jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait gangguan fistula ani, dokter dari Halodoc siap membantu kamu kapan dan di mana saja. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa menggunakan segala fitur yang dapat memudahkan interaksi dengan dokter, seperti Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: Intip Cara Alami Melancarkan Susah Buang Air Besar

Cara Diagnosis Fistula Ani

Seseorang yang diduga mengalami gangguan ini akan mendapatkan pemeriksaan terkait gejala yang timbul pada anus dan riwayat medis yang pernah terjadi. Gejala umum yang membuat seseorang harus mendapatkan diagnosis terkait fistula ani adalah demam, kemerahan, bengkak, dan nyeri saat ditekan. Saat dokter harus memeriksa bagian anus dengan cara memasukkan sesuatu, rasa sakit yang dapat timbul sangat parah.

Saat diagnosis dilakukan, lubang luar anus dapat mengeluarkan nanah atau nanah selama pemeriksaan. Saat pemeriksaan colok dubur, dokter akan melihat apa saja yang terbawa untuk pertanda jika memang benar gangguan ini disebabkan oleh fistula ani. Meski begitu, terkadang gangguan ini dapat sulit didiagnosis karena fistula tersebut dapat menutup secara spontan untuk sementara yang mungkin terjadi saat pemeriksaan di rumah sakit.

Baca juga: Cegah Fistula Ani, Lakukan 4 Hal

Itulah pembahasan lebih lengkap terkait fistula ani yang dapat menimbulkan gejala berupa cairan nanah saat buang air besar. Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan apakah bagian anus tersebut mengeluarkan nanah atau bahkan darah saat BAB. Jika hal tersebut terjadi, ada baiknya kamu segera mendapatkan pemeriksaan agar gangguan yang terjadi lebih mudah untuk diatasi.

Referensi:
ASCRS. Diakses pada 2020. Abscess and Fistula Expanded Information.
ACPGBI. Diakses pada 2020. Anal abscess and fistula.